Tag Archives: review

Menurut Saya, Daya Tahan Tubuh Adalah…

…salah satu aset buat eksis. Gimana enggak? Kalau dikit-dikit daya tahan tubuhnya drop trus akhirnya gampang sakit, kan jadi sering kudu bedrest kamunya. Jangankan buat ngeksis foto #ootd di Instagram, buat update status di Facebook sama Twitter aja udah gak ada energi, mau Sleep/Awake doang di Path juga basi. Aduh pusing pala berbik!

Ya kayak saya beberapa hari yang lalu. Garapan di kantor lagi bejibun sampai PR yang dibawa ke rumah pun menumpuk (alhamdulilah banyak rezeki, but still you cannot force your body, Pek!). Akhirnya begadang-begadang gitu sampai pagi, dan kudu bangun pagi juga biar ga telat ngantor. Kadang dalam beberapa hari cuma bobok tiga jam, hiks, saya tuh nggak bisa diginiin.

Kurang tidur jelas bikin kecapean dan badan yang tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup akan turun daya tahannya. Nah, akhirnya saya pun tepar beberapa minggu kemudian, yang untungnya pas aliran job back to normal, ga seekstrem biasanya.

Saya ingat-ingat lagi, biasanya saya emang konsumsi suplemen madu kalo lagi sibuk-sibuknya. Soalnya saya susah makan, trus nggak rajin olahraga, paling enggak saya mau ada yang bantu boosting daya tahan tubuh.

Kenapa saya memilih madu? Karena madu has a bunch of advantages, a bunch! Saya sebutin beberapa yang jadi manfaat favorit saya ya.

Source: https://i0.wp.com/infosehatonline.com/wp-content/uploads/2014/12/madu.jpg

1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh.
Tubuh akan lebih kebal terhadap infeksi bakteri penyebab penyakit jika setiap harinya Anda berikan nutrisi yang cukup. Untuk melengkapi nutrisi yang kurang, Anda dapat konsumsi madu sebagai bahan yang setiap hari wajib mengasup tubuh Anda.
2. Menjaga Fungsi Saluran Cerna
Rutin minum satu gelas susu dengan tambahan dua sendok makan madu hutan sangat baik untuk memelihara fungsi saluran cerna, terlebih jika Anda minum sebelum tidur.
3. Memberi Tambahan Energi
Jika tubuh merasa lelah karena pekerjaan yang cukup menguras tenaga, pada waktu istirahat minumlah secangkir teh madu tanpa gula. Madu merupakan penyuplai energi tambahan karena di dalamnya terdapat kandungan karbohidrat yang cukup banyak.
4. Menunda Proses Degeneratif Kulit
5. Melembabkan, Mempertahankan Kelembutan, dan Menjaga Kekenyalan Kulit.

Sumber: http://cakrawalasehat.blogspot.com/2014/08/manfaat-madu.html

The most favorite favorites adalah khasiatnya buat kulit.

Banyak cara yang digunakan untuk memanfaatkan madu buat perawatan kulit. Misalnya dibikin jadi lulur, jadi scrub, ditambah air mawar, dicampur minyak zaitun, dan sebagainya dan sebagainya. Kadang buat orang-orang yang sok sibuk buat saya, itu adalah sebuah masalah.

Tapi saya nggak cemas-cemas amat sih, toh sekarang udah ada solusi praktis buat ngedapetin semua khasiat madu buat kulit, no ribet. Kan udah ada Natural Honey Pure Honey Lotion, yang terinspirasi dari madu alami berkualitas dan diolah dengan teknologi terkini untuk menjaga kualitasnya. Natural Honey dengan empat pilihannya (akan selalu ada pilihan yang tepat buat kita) akan memancarkan keindahan alami kulitmu.

Natural Honey menawarkan empat variasi pure honey lotion untuk memenuhi kebutuhan kita semua yang berbeda-beda. Sebagai pemilik kulit kering, saya cenderung memilih varian moisture rich. Dengan tingkat kelembaban tertinggi, saya yakin pure honey lotion ini bisa menjaga agar kulit saya tetap lembab dan nggak mudah iritasi.

Natural Honey Pure Honey Lotion Moisture Rich ini juga memberikan 24h Olive Oil and Vitamin E sebagai kandungan utama selain Pure Honey. Apa aja sih manfaatnya?

Menurut situs resmi Natural Honey, kandungan yang terdapat dalam Natural Honey Pure Honey Lotion Moisture Rich memiliki khasiat seperti ini:

Pure Honey menjaga kelembutan dan kesehatan kulit
Olive Oil kaya beri kelembaban melimpah untuk kulit sehat
Vitamin E merawat kulit kusam & kasar sehingga cerah lembut
24h Formula mengunci kelembaban alami kulit dan menutrisi hingga lapisan terdalam* selama 24 jam

Sumber: http://naturalhoney.co.id/product

Apa lagi yang mau dicari dengan kandungan komplet semacam itu?

A photo posted by Noviana Indah (@nophindahoz) on

Nggak afdol emang yah kalo nggak dibuktiin. Jadi ini saya kasih penampakan kulit kaki saya yang kering banget, pengaruh cuaca dan emang dasarnya saya berkulit kering. Di kanan adalah foto sebelum pake Natural Honey, yang di kiri yang udah pake Natural Honey.

Before & after application

Katanya sih, “The saying ‘in the pink of health’ illustrates the close relationship between the skin and the health of the body.” (http://dermatology.netfirms.com/oneskin.com/Features/healthyskin.html). Dan iya banget emang, setelah memakai Natural Honey, kulit kaki saya yang kering dan kusem itu langsung tampak lebih ngepink dan sehat. Iya, karena formula Moisture Rich-nya bener-bener mudah meresap ke kulit dan menjaga kelembaban agar kering jadi jauh-jauh hush hush sana.

Kesimpulannya, dengan memanfaatkan madu kita bisa mendapatkan semua khasiat itu sekaligus. Madu buat kesehatan tubuh dan madu buat kesehatan kulit, semuanya saling melengkapi.

Dan hurray alhamdulilaah, akhirnya saya sudah sehat lagi setelah bed rest satu hari hehehe…

Oh iya, post blog ini dibuat untuk berpartisipasi dalam “Beauty Benefits of Honey” Blog Competition [7]

Review: Menurut Saya, Pengalaman Belanja di Lensza, Lazada, dan Living Social Adalah…

… sebuah pahit manis kehidupan. Cie..

Yah, memang begitulah adanya sih. Ya namanya juga pahit manis, ada nggak enaknya, ada enaknya juga. Mana enak mana nggak enaknya? Saya bagikan kisahnya satu per satu yaa…

Belanja di Lensza.co.id

Saya nggak akan tahu kalo udah ada toko online yang jualan softlens lengkap berkualitas dan aman bukan abal-abal bernama Lenza.co.id kalo gak dapet email promo dari Clozette Daily.

Ya emang sih, salah satu keuntungan ikutan forum khusus wanita ya dapet promo diskon yang menggiurkan (yang bakal jadi bumerang kalo ga kuat iman hakhakhaaakk). Kayak pas itu, saya dapet voucher diskon 30% untuk pembelian di Lenza.co.id. Asyiknya, tanpa minimum purchase, yey!

Kebetulan sih emang saya dan Cinta adalah pengguna softlens, jadi meskipun belum waktunya beli softlens, akhirnya jadi beli aja deh, mumpung didiskon gini ahaiii (dan diskonnya limited time soalnya hahahahakk). Lagian, ntar juga pasti dipake kan lensa kontaknya.

Saya pesen tanggal 25 Juli siang dan melakukan pembayaran hari itu juga. Setelah membayar, saya konfirmasi. Lalu besoknya saya dapet email konfirmasi bahwa order saya masih pending (yang artinya masih diproses). Pasalnya, itu udah masuk libur Lebaran 2014. Jadi di email itu disebutkan:

“Dear customer, selama masa cuti bersama dalam rangka Idul Fitri, pengiriman pesanan di Lensza.co.id akan beroperasi kembali pada tanggal 4 Agustus 2014. Kami mohon maaf atas ketidaknyaman yang terjadi. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir & batin. Salam, Icha-Lensza.co.id”

Tanggal 1 Agustus, Lensza kembali mengirimkan email yang menyebutkan bahwa pesanan saya sudah complete dan siap dikirim. (Sebelumnya saya juga men-double-confirm lewat What’s App mereka. Setelah adminnya yang melayani dengan baik itu meminta maaf, dia bilang pesanan saya baru bisa dikirim tanggal 4 karena terbentur libur Lebaran, no problemo :))

Hari Senin tanggal 4, email dari Lensza kembali saya terima. Isinya adalah informasi bahwa barang saya sudah dikirim. Disebutkan juga ekspedisi yang digunakan serta no resinya. Informasi yang lengkap ini membuat pembeli semacam saya jadi merasa tenang karena bisa terus melacak status orderan.

Lalu hari Rabunya, 6 Agustus siang, paket udah nyampe aja gitu di kantor saya, horeee… Nggak pake lama dan sampai dengan selamat dan tetap cantik hahaha…

Paketnya terbungkus rapi dan secure. Softlenses pesenan saya tertata apik di dalamnya dan sesuai orderan. Di dalamnya juga ada voucher lagi, potongan 10% untuk pembelian berikutnya, lumayaaaan hehehe…

Overall experience: wonderful
Repurchase: definitely yes
(4.5/5)

Belanja di Lazada.co.id

Sama seperti saat kita ingin mencoba belanja di tempat asing, rasa ragu dan takut pasti ada. Tapi rasa penasaran dan pengen dapat harga hemat jadi dorongan kuat bagi saya untuk mencoba belanja di Lazada.

Jadi ceritanya, saya mendapatkan email penawaran dari Lazada yang mengabarkan ada diskon gede buat pembelian bed cover set. Pas saya cek dan lihat-lihat, eh kok ternyata ada satu motif bed cover yang menggiurkan dan memang harganya jadi murah bingiiittt.

Setelah menghitung untung rugi dan masalah keinginan versus kebutuhan, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba order saja. Betapa terkejutnya saya ternyata saya mendapatkan free ongkir! Wah, menyenangkan! Ternyata, barang yang dibeli di Lazada memang bisa free ongkir, asalkan pembelian lebih dari 95 ribu dan kurang dari 6 kilo. Asyik kan!

Jadi setelah masukin barang ke e-cart dan checkout, kita dikirimi email Konfirmasi Pemesanan yang berisi bahwa kita harus melakukan pembayaran maksimal 24 jam setelah memasukkan pesanan. Kalau lebih dari 24 jam, order dianggap batal.

Setelah melakukan pembayaran, kita kudu masuk ke laman konfirmasi pembayaran dan melengkapi formulir yang ada di dalamnya.

Saya memilih metode pembayaran menggunakan mobile banking. Dengan metode ini, setelah membayar dan konfirmasi, kita juga perlu mengirimkan email berisi bukti transfer mobile banking yang bisa kita salin dari kotak masuk aplikasi mobile banking kita ke Lazada.

Setelah mengirim email itu, Lazada bakal membalas dengan email konfirmasi yang menyebutkan bahwa pesanan kita sedang diproses. Tiga hari kemudian, saya mendapat email dari Lazada yang menyebutkan bahwa barang pesanan telah dikirim. Saya juga mendapatkan email lain berisi invoice pesanan tersebut, lengkap ya?

Khawatir kalau free ongkir barangnya bakal lama datengnya? Buang jauh-jauh deh kecemasan itu! Tiga hari kemudian, pesanan bed cover set saya sudah datang, tanpa lelet, tanpa kurang suatu apa. Dan dengan membayar 155 ribu, dapat bed cover set, free ongkir, dan nggak lelet datengnya, apa lagi yang kamu mau? Puas banget!

Hal ini jugalah yang kemudian membuat saya nggak ragu untuk repeat order di Lazada. Kali ini saya order bareng temen. Temen saya lagi pengen selimut fleece sementara saya pengen alat pembersih muka yang sedang bergaung dan bergema, Pobling (review soal Pobling bakal saya post beberapa hari mendatang hehe).

Setelah melalui langkah-langkah seperti order sebelumnya, tibalah saatnya saya mendapatkan konfirmasi pengiriman barang. Rupanya, meskipun dalam satu orderan dan free ongkir, dua barang yang saya pesan itu tidak dikirim bersamaan. Pasalnya, selimut fleece itu produk gudang Lazada sendiri sementara yang Pobling adalah barang supplier lain. Jadi, pengiriman pun tidak dikirim bersamaan karena barang gudang Lazada sendiri yang bisa dikirim lebih cepat sementara yang punya saya nunggu proses supplier dulu.

Invoice dan konfirmasi pengiriman pun akhirnya saya dapatkan dua kali dalam waktu yang berbeda. Tapi, meskipun pada akhirnya dua barang itu tidak dikirim bersamaan, free ongkir tetap berlaku, haha.. menyenangkan. Btw, email-email yang terus memberikan progress orderan ini buat saya terbantu sekali. Kita jadi nggak perlu bertanya-tanya, “gimana nih nasib pesenanku? gimana nih nasib paketanku?” dan semacamnya. Kita langsung tahu kalau orderan kita memang sudah diproses, sudah dalam perjalanan, dan melacaknya pun mudah dengan no resi yang juga diberikan. Bahkan Lazada juga memberikan notifikasi SMS saat barang kita dikirimkan, hihihi, informatif sekali.

Tiga hari kemudian, barang teman saya sudah datang. Punya saya, seminggu kemudian menyusul datang. Puas? Ya iyalaaah. Mungkin yang bikin agak nunggu adalah barang yang tidak di gudang Lazada. Ya memang prosesnya lebih panjang sih ya, tapi alangkah menyenangkannya kalo rentang datangnya barang tidak terlalu lama, hehehe…

Overall experience: awesome
Repurchase: definitely yes
(4/5)

Belanja di LivingSocial.co.id

Saya jarang banget kecewa sama penjual online karena alhamdulilah selama ini berbelanja online selalu bertemu dengan penjual yang amanah dan tepercaya. Tapi sepertinya saya harus siap-siap kecewa dengan Living Social. Saya pun sudah memutuskan untuk tidak akan lagi berbelanja di situ meskipun voucher-voucher dan promo-promo yang ditawarkan amat menggiurkan.

Itulah, saya tergiur dengan promo perlengkapan rumah murah di Living Social saat itu. Saya mendapatkan informasi itu lewat email promo yang masuk ke inbox. Karena memang lagi renovasi rumah dan nyicil beli-beli perlengkapan rumah yang lucu-lucu dan (sebisa mungkin) hemat, jadi saya order Lampu LED di Living Social (ya ampun Nopek, lampu LED bukan perlengkapan rumah lucuk kalik, plis!).

Saya order tanggal 20 Agustus yang lalu. Setelah checkout, saya mendapatkan email konfirmasi pemesanan dari Living Social. Berbeda dengan Lazada yang memberi waktu 24 jam, di Living Social kita harus segera melakukan pembayaran maksimal 3 jam setelah melakukan pemesanan. Pertamanya sih saya berpikir rentang waktu itu cukup pendek dan mepet, tapi mungkin karena barang di Living Social ramai peminat dan rebutan, jadi harus cepet-cepet membayar.

Saya pun segera melakukan pembayaran dan melakukan konfirmasi pembayaran. Di laman konfirmasi pembayaran disebutkan bahwa setelah prosesnya lengkap, saya akan mendapatkan konfirmasi status pesanan dari Living Social.

Besoknya, saya tidak mendapatkan email dari Living Social. Saya agak bingung dong ya, karena biasanya kan konfirmasi seperti itu paling nggak saya dapatkan dalam waktu maksimal 24 jam setelah pembayaran.

Akhirnya saya memilih untuk melakukan live chat dengan support. Saya menanyakan tentang status order saya. Ternyata, pembayaran orderan di Living Social paling lambat akan dikonfirmasi 2×24 jam. Kalau belum dikonfirmasi, saya bisa bertanya lagi pada support.

Besoknya ternyata saya belum mendapatkan email dari Living Social. Saya berusaha untuk positive thinking dan menunggu besoknya lagi. Besoknya lagi ternyata sudah hari Sabtu dan saya baru menyadarinya. Akhirnya, saya memutuskan untuk menunggu sampai hari Senin untuk mengecek status pesanan saya itu. Saya anggap Sabtu Minggu adalah hari libur yang biasanya tidak digunakan untuk memproses pesanan.

Hari Minggu saya iseng-iseng ngecek status order di akun Living Social saya. Eh, ternyata statusnya udah berubah jadi Complete setelah sebelumnya Pending. Saya terkejut dong ya, kok status udah berubah dan saya nggak dikirimi email pemberitahuan apa-apa. Oke, akhirnya saya menarik kesimpulan bahwa saya harus selalu mengecek sendiri status order dari akun kita, baeglah.

Senin, Selasa, Rabu, saya cek terus status order saya, ternyata nggak berubah-berubah. Saya baca-baca lagi FAQ Living Social dan mencari-cari review pelanggan tentang Living Social.

Ternyata, barang baru dikirim 7 hari setelah order lengkap. Wow, lama sekali ya, tapi ya sudahlah, lain lubuk lain belalang, lain online mall lain cara pengiriman hehehe. Yang mengejutkan, ternyata review pelanggan tentang Living Social yang saya temukan di internet tidaklah menggembirakan. Banyak yang komplen dan merasa kapok. Waduh! Semoga saya enggak deh, saya masih ber-positive thinking.

Kemudian seminggu berlalulah, saya menunggu, karena menunggu akhirnya rasanya seperti lamaa sekali. Hingga akhirnya saya nggak tahan dan kembali melakukan live chat dengan support hari Selasa tanggal 2 September. Saya menanyakan tentang status orderan saya.

Setelah diperiksa, petugas support meminta maaf atas ketidaknyamanan yang saya dapatkan. Dia bilang kalau seharusnya barang itu sudah dalam pengiriman, tapi karena keterlambatan dari supplier, jadi belum dikirim. Saya disuruh menunggu hingga tanggal 10 September (hari ini). Kalau sampai hari ini belum datang, akan dibantu untuk meminta refund. #sigh, di sini saja akhirnya saya sudah merasa malas.

Hari ini, barang saya belum datang. Saya pun dengan enggan mencoba untuk live chat lagi. Dan betapa lebih mengecewakan lagi, saya disuruh untuk menunggu hingga tanggal 20. Haduuuh, malasnyaaa menunggu teruusssss, hiks. Katanya gudangnya lagi pindah, jadi pengiriman barang agak terganggu. Huft, saya pun mengiyakan dengan agak keberatan, tapi ya sudahlah, saya tunggu aja tanggal 20 besok. Kalau nggak, saya refund aja.

Sebel, pengennya dapet barang great deal dengan good price, ternyata malah bikin capek hati capek pikiran dan capek ngetik (#halaaaahhh). Tapi saya salut sama support yang tetap sabar melayani para pelanggannya yang suka komplen, ya kayak saya ini hihihi…

Overall experience: dissapointed
Repurchase: no
(1/5)

Nah, itulah pengalaman saya berbelanja di pusat belanja online yang lagi marak belakangan ini. Enaknya sih emang tinggal klik klik klik, tadaaa, barang datang. Nggak enaknya ya kalau barang nggak datang-datang dan prosesnya ribet hehehe. Jadi, kamu mau belanja di mana? 😀

Review: Menurut Saya, Film Warm Bodies Adalah…

..perwujudan film Bollywood di Hollywood. Bisa juga perwujudan bentuk lain film Twilight. Eh, kenapa bisa begitu?

Film Bollywood, yang sering kali dianalogikan dengan menyanyi dan menari, biasanya mengusung tema “Cinta bisa mengalahkan segalanya”, nah Warm Bodies ini temanya itu bangeeettt. Maaf ya, saya nggak terima protes. Saya bukan kritikus film, cuma penikmat dan pengen berbagi kesan saya saat menonton Warm Bodies kemaren hehehe (iya, saya nontonnya di laptop, hampir setaun sejak perilisannya, keren banget kaannn #soundssowrong).

Jadi, alkisah ada seorang zombie cowok (yang asal muasal jadi zombie-nya nggak jelas, ah bahkan si zombie juga udah lupa gimana dia bisa jadi kayak gitu) yang jatuh cinta pada seorang manusia yang dilihatnya saat dia lagi berburu manusia buat dimakan (yeah.. that bad). Yang bikin tambah buruk lagi, manusia yang akhirnya dimakannya adalah mantan si cewek. Hahaa..

Lalu cerita pun dilanjutkan dengan dibawanya si cewek ke ‘rumah’ si zombie dan blablablabla.. akhirnya si zombie ini berubah lagi jadi manusia dengan kehangatan cinta. Sooo romantic kan ya? Iya kan? Cinta mengalahkan segalanya kan? Bahkan virus zombie aja bisa disembuhin kok. Film India banget kaaan? (Pernah nggak sih mikir ‘itu kok lakonnya ditembak-tembaki terus tapi nggak mati-mati? Musuhnya ditembak sekali aja mati semua’ pas nonton film India? Eh sama juga lo, di Warm Bodies si R ini pas udah jadi manusia juga ditembak lo, tapi nggak mati, nggak segera ditolong lagi, wkwkwk.)

Trus kenapa perwujudan lain Twilight?

Karena, film Twilight kan sebenernya menceritakan tentang kisah cinta dua remaja (well yeah, Edward Cullen remaja berusia ratusan tahun sih) yang kebetulan satunya vampir satunya manusia; nah, kalo Warm Bodies ini sama persiss, menceritakan tentang kisah cinta dua remaja (meskipun R nggak terdefinisi berapa umurnya yang sebenernya) yang kebetulan satunya zombie satunya manusia. Tuh kan, tuh kan, mirip kaaan?

Twilight dan Warm Bodies pun punya ending yang sama: happy ending, cinta mereka yang begitu kuat akhirnya bisa mengalahkan segala perbedaan yang ada dan menyatukan keduanya. Dua-duanya juga sama, saat bersatu, akhirnya salah satu dari mereka menjadi seperti yang satunya. Di Twilight, Bella akhirnya jadi vampir juga. Di Warm Bodies, R jadi manusia (lagi) juga.

Afterall, inti review saya sih sebenernya: saya suka bangeeeeetttt filmnyaaaaaah!!! Bikin ngakak terus tapi juga bikin terpesona sama R (Nicholas Hoult), si zombie ganteng! Perasaannya sama pas nonton Twilight, aaaakk Robert Pattinsoooonnnn!! (okay, jadi sebenernya kadar kegantengan pemain bisa membuat nilai sebuah film jadi terangkat naik, like a lot! bhahahak)

Ya sudahlah, yang belum nonton Warm Bodies, saya rekomenin buat nonton deh. Filmnya lucuk dan segar. Di Rotten Tomatoes dapet rate 80% fresh kok :D.

Review: Menurut Saya, Pakai Masker Alami Adalah…

…sebuah cara untuk mengurangi asupan bahan kimia di dalam tubuh kita. Nggak bisa dipungkiri kan ya kalo setiap harinya banyak sekali bahan-bahan kimia yang kita gunakan/konsumsi. Jadi kalo bisa menggunakan yang alami-alami, kenapa enggak kan?

Jadi beberapa waktu lalu, di sela-sela pencarian saya akan produk pereda jerawat (iya, jerawat tetap terus menyerang saya, hiks, salah pilih skincare emang bikin berabe :(), saya bertemu dengan @herbeautymask_id di Instagram. Jadi produk mereka adalah homemade natural scrub, ada yang buat badan dan ada yang buat wajah. Dari beberapa pilihan scrub wajah (ada Green Tea, Strawberry Delight, Lemon Fusion, Dark Choco, dan Matcha Milk), saya pilih Green Tea. Soalnya katanya teh hijau ini berkhasiat buat menghilangkan jerawat dan kulit bruntusan (another problem in my skin).

Pas paketan maskernya dateng, saya agak kaget, soalnya maskernya berupa bubuk. Saya baru pertama kali beli masker bubuk hehehe.. Nah, karena itu juga, pas pertama kali pake, racikan masker saya terlalu encer :p. Saat diolesin di muka, maskernya netes-netes sampe ke leher ngahahahaa…

Pas udah kedua kalinya pake, udah pinteran dikit dong ya. Saya kasih airnya dikit-dikit, setetes demi setetes sampai akhirnya terbentuk adonan pasta masker.

Hanya beberapa hari pemakaian, saya melihat kulit wajah saya jadi agak lebih bersih alias cerah gitu. Jerawatnya juga cepat mengering. Cuma bekasnya yang item-item masih belum ilang. Ya iya sih, yang alami-alami emang nggak instan kan ya. Kudu sabar gitu.

Tapi sepertinya ada yang salah dengan cara saya memakainya, karena kok jerawat malah tambah muncul, nggak banyak sih, satu dua aja, tapi gede, kan mengganggu banget hiks.. Sepertinya, saya kurang tuntas deh membersihkan masker yang mengering di wajah.

Jadi, akhirnya setelah dua minggu pake masker, saya pun mengubah cara aplikasi maskernya (haha, telat banget ya sadarnya, maklum, amatir). Kalau sebelumnya saya pake masker dibarengin pas mandi pagi, setelah cuci muka pake sabun muka, trus nungguin masker kering sambil pake sabun mandi, lalu baru dibilas mukanya pake air anget. Sekarang saya pakenya sebelum mandi pagi. Jadi bangun tidur itu saya cuci muka, lalu bikin masker, diaplikasikan ke muka, ditunggu 5-10 menit, baru dibilas pake air anget sampe bersih, lalu mandi. Pas mandi, baru make sabun muka :D.

Saya baru menerapkan cara baru itu 3 hari ini, dan rasanya memang lebih optimal. Jerawat nggak keluar lagi dan jerawat yang keluar-keluar itu langsung kering aja gitu. Horeee, akhirnya menemukan cara pengaplikasian masker yang optimal buat wajah sayaaa…

Before after-nya kapan-kapan yaaa, sebulan lagi deh, pas bekas jerawatnya udah pada ilang ngahahahaha…

UPDATE:

Menurut penjual masker, masker ini bakal awet asalkan disimpan di tempat yang nggak lembap. Ditaruh dalem kulkas juga boleh. Nah, saya dengan semena-mena meletakkan botol masker ini di lemari kamar mandi dong ya 🙁

Dan akhirnya saya harus merelakan masker yang tinggal 40% itu terbuang sia-sia karena rusak, ada belatungnya gitu huwaaaawawawawawa #dunanges

PLUS:

  1. Masker ini beneran bisa bikin jerawat saya berangsur-angsur pulih, mengempes lalu plasshhh.. ilang. Tapi nggak instant lo ya.
  2. Alami. Mengurangi asupan bahan kimia ke dalam tubuh.
  3. Cepet kering. Jadi nggak usah lama-lama nunggu kering, hemat waktu hehehe.
  4. Aman dipakai setiap hari. Karena dipake setiap hari, jadi pemulihan jerawatnya cukup cepet deh hehe..
  5. Hemat. Satu botol itu bisa dipake lebih dari satu bulan kayaknya dengan pemakaian setiap hari. Bisa dua bulan juga deh (perkiraan lo ya, soalnya punya saya rusak karena saya salah nyimpen 🙁 )

MINUS:

  1. Nggak praktis soalnya bentuknya bubuk. Harus latihan dulu (buat saya) biar bisa mencapai tekstur masker sesuai keinginan.
  2. Harus hati-hati nyimpennya, sampe salah nyimpen bisa cepet rusak (kayak punya saya)

PRODUCT RATE:
(4/5)

Review: Menurut Saya, Buka Bareng di Teysa’s Cafe Adalah…

..sesuatu yang patut dicoba.  Selain suasananya yang nyaman, masakannya juga nikmat dan nyajiinnya ga pake lama.

Sebenernya bukan kali pertama ke situ sih, tapi baru pertama buka puasa di resto yang beralamat di Jalan Merbabu 4 ini. Sekitar jam 5 kami udah dateng di situ setelah sebelumnya reservasi tempat  dulu. Meskipun bulan puasa, kita ga disuruh reservasi makanan dulu kok.

Lalu ga lama makanan yang kami pesan pun mulai berdatangan setelah sebelumnya kami disuguhi semangkuk takjil. Nggak lama adzan maghrib terdengar, yay bukaaaaa!

Saya juga sempat nunut sholat maghrib dulu di musholanya. Tempatnya di dalam. Mukenahnya banyak, jadi ga bingung gantian hehehe..

Sempet ke kamar mandinya juga karena tempat wudhu-nya terbuka. Jadi saya wudhu di kamar mandi. Menyenangkan juga soalnya kamar mandinya bersih dan luas.

Selesai sholat waktunya menandaskan makanan. Langsung saya sikat Hollywood Chicken Steak dan Oreo Coffee saya. Legaaa alhamdulillaaaaah..