Tag Archives: pengalaman berharga

The Ups and Downs: What Makes You Happy

When I despair, I remember that all through history the way of truth and love have always won.
– Mahatma Gandhi

Pernah kan merasa down bangeetttt, saat rasanya semua yang kamu lakuin itu salah, saat semua usaha yang kamu upayakan itu gagal, saat kamulah satu-satunya orang yang menanggung semua kesalahan itu?

Kayaknya itu emang manusiawi.

Lalu apa yang bikin kamu kembali bangkit?

Buat saya, remembering those great moments makes me feel that my life is precious.

Pas wisuda
Pas rekreasi sama keluarga
Pas menikah
Dan pas punya anak

Afterall, I still have a lot of good people around me :).

There have been tyrants and murderers, and for a time, they can seem invincible, but in the end, they always fall. Think of it–always.
-Mahatma Gandhi

NB: Dan untuk menyebarkan lebih banyak kebahagiaan, feel free to use this voucher to get 15% off for every first purchase in Zalora. Share this sweet treat ke teman, kolega, saudara, pasangan, kenalan, semuanya deh :).

Stranger in a Strange Land: Jakarta

Saat hidupmu hanya berkutat di situ-situ saja dan kamu menikmatinya. Saat rasanya tak ada keinginan untuk pergi-pergi jauh karena ter-attach erat dengan orang-orang di sekitarmu. Saat bertualang tak lagi harus menapaki permukaan bumi ke sana dan ke mari.

That was my life. I mean, that IS my life.

Saya bukan orang yang suka pergi-pergi jauh. Walaupun sering kali membayangkan bisa backpacker-an ke tempat yang jauh dari zona nyaman, tapi saya sudah merasa puas bisa berjalan-jalan sore menelusuri alun-alun kota. Walaupun kadang membayangkan bisa bertualang ke tempat asing dan melihat-lihat berbagai perbedaan yang interesting di sana, saya sudah cukup antusias menonton acara jalan-jalan di televisi dan membaca-baca di internet. Bahkan Google Maps sudah bisa menunjukkan bentuk tiga dimensi suatu tempat kan?

Tapi kemudian saya harus pergi ke Jakarta, sendirian. #glek

That was my first experience pergi jauh dari rumah.

That turned out to be so exciting :D.

Ternyata, pergi sendirian itu nggak semenakutkan bayangan saya. Bener-bener melatih kemandirian, kesigapan, kehati-hatian, dan kemampuan berpikir cepat buat saya yang suka lemot dan ceroboh ini. Bagus toh?

Ya, oke lah, akhirnya saya pun menapakkan kaki di kota yang disebut-sebut “lebih kejam dari ibu tiri” ini, ibu kota negara saya: Jakarta! Dan akhirnya saya juga berhadapan dengan monumen paling membahana se-Indonesia: Monumen Nasional alias Monas!

Terima kasih saya ucapkan kepada semua orang yang sudah membantu saya. Pas Bos dan Buk Bos yang sudah memberi saya kesempatan pergi ke Jakarta mengurus visa dan menginapkan saya di hotel yang nyaman, Kaben (@benny_wn) yang sudah mengajak saya berkeliling naik TransJak dan foto-fotoan di Monas, dan Mbak Dina (@dina_suwarno) yang sudah mau direpotin buat ngeprint, fotokopi, dan nyetak segala tetek bengek persyaratan visa. Yay! I’ve made it!

Kaben yang sudah ‘menjaga’ saya selama di Jakarta \m/
Akhirnya saya lihat monaaasss
Pemandangan dari jendela kamar hotel
More view
The breakfast

Continue reading Stranger in a Strange Land: Jakarta

Ibu Adalah Orang Paling Perkasa Sedunia

Biarin, biar sering kali kata ‘perkasa’ disandingkan dengan gender laki-laki, tapi buat saya, ibu adalah orang paling perkasa sedunia.

Coba deh bayangkan, waktu kita bayi, di malam hari waktu seharusnya beliau bobok nyenyak, ibu harus sebentar-sebentar bangun buat nyusuin, meriksain popok kita, gantiin popok, kusuk-kusuk kalau kita mulet-mulet nggak nyenyang boboknya. Belum gitu, beliau tetap harus bangun pagi buat nyiapin makanan buat si bapak dan si kakak, cuci-cuci baju, bersihin dapur setelah masak, dan tetap gendong si bayi ke mana-mana karena bayinya minta nenen terus.

Yeah, really a hard work that is yang baru saja saya sadari setelah saya merasakan sendiri.

Dulu sempat saya mikir, lihat Ibuk yang selalu giat melakukan pekerjaan rumah tangga, meski lagi capek, lagi agak nggak enak badan, tapi tetap aja Ibuk menomorsatukan anak dan suaminya, apa Ibuk nggak pengen berhenti melakukan itu semua ya? Apa Ibuk nggak merasa tertekan harus selalu mendahulukan kepentingan keluarganya dulu sementara Me Time buatnya hampir nggak ada? Apa Ibuk nggak merasa terpaksa?

Continue reading Ibu Adalah Orang Paling Perkasa Sedunia

Zizii: Greatest Birthday Gift

Alhamdulilah… Kata itulah yang pertama terucap dari mulut saya saat Dokter mengatakan bahwa bayi saya sudah lahir: “Bayinya sudah lahir, Bu, perempuan.” Dan saya sempat mendengarkan tangisannya yang membahana, dua kali oek-oek saja, lalu saya kembali mengantuk teramat sangat, mungkin karena sedikit terpengaruh bius.

Iya, saya akhirnya melahirkan melalui operasi caesar. Soalnya udah sakit banget banget banget dan ketuban pecah, eh saya masih bukaan satu saja. Akhirnya saya minta dicaesar saja sambil nangis-nangis. Saking sakitnya proses mau melahirkan itu, sampe kegiatan suntik menyuntik, masang infus, suntik tes alergi, sampek suntik bius di punggung bener-bener nggak kerasa sakit sama sekali. (Langsung sungkem ke emak.. Emaaaak.. I love you to the max!!! Maapin anakmu inii.. Baru mau lahir aja udah bikin atiiitttt!! Oh the pain is like forever.)

Dan taraaa.. akhirnya putri saya lahir ke dunia pada hari Selasa, 6 November 2012, jam 7.15 pagi. Dan dia cantik banget masyaAllah…. Kulitnya putih, rambutnya hitam tebel, gondrong lagi, bibirnya mbentuk kayak bibirnya Cinta, eh eh ada lesungnyaa di kedua pipinyaa.. Kami namakan dia Asheraziza Cicely Cettapia, panggilannya Zizii atau Zee gitu aja juga boleh.

Continue reading Zizii: Greatest Birthday Gift

Menghitung Hari: Saya Siap!

Kali ini, judul blogpost saya meminjam status BBM yang pernah dibuat oleh @subibir. Dia pernah pake status “Saya Siap” dan akhirnya kali ini saya yang memakai status itu. So, what are you ready for now? Saya… saya siap menyambut kedatangan dedek Beibitur ? ?.

Sekarang usia kandungan saya masuk minggu ke 37, sebentar lagi dia bakal menghirup udara dunia… huhuhuuu.. terharu…

Beberapa langkah awal menyambutnya juga sudah dipersiapkan: beberapa baju (aiiih.. nyuci ama ngelipat baju-baju kecil ini bikin gemes!), tempat bobok bayi, beberapa popok, bedak dan minyak telon, juga pilihan rumah sakit tempat melahirkan.

Gerakannya dedek udah nggak terlalu banyak kayak minggu-minggu kemarin sih, tapi kali ini sekali bergerak kerasanya banget-banget. Pasti karena dedeknya sekarang udah semakin besar dan perut saya terlalu sempit, hihihi… Dedek juga udah suka kontraksi-kontraksi gitu, kontraksi palsu alias Braxton Hicks.

Jadi, saya pun memutuskan untuk mulai cuti tanggal 1 Oktober kemaren. Selain karena saya udah benar-benar cepat sekali capek, saya khawatir nanti dedek juga ikutan lelah di dalam rahim. Cuti ini pun sekaligus istirahat dan menenangkan diri agar nanti waktu melahirkannya bisa tenang, lancar, dan tidak terlalu memberikan trauma pada saya juga dedek Beibitur :).

Continue reading Menghitung Hari: Saya Siap!