Tag Archives: penerjemah

Menurut Saya, Hari Penerjemahan Sedunia Adalah…

..hari yang tepat untuk kembali menegaskan bahwa profesi penerjemah bukanlah profesi yang pantas dipandang sebelah mata. Eh iya sih, nggak ada kali profesi yang boleh disepelekan. Tapi ada, ada segelintir orang, atau beberapa gelintir, atau sebut saja oknum yang sering kali menyepelekan penerjemah.

Sepertinya memang itu sudah ditanamkan sejak dahulu kala di lingkungan sekitar saya, atau mungkin di negara saya ini, bahwa pendidikan bahasa itu nggak perlu lah terlalu ditekankan. Bahkan ironisnya, sering kali kelas Bahasa di SMA-SMA itu dimahfumi sebagai kelas buangan. Ah, itu zaman saya dulu sih, semoga sekarang sudah berubah.

Kembali ke profesi penerjemah.

Buat saya, menerjemah adalah sebuah seni. Seni melokalkan sebuah informasi yang sebelumnya tidak dimengerti menjadi info bermanfaat yang mudah dipahami. Karena itulah, menerjemah tidak hanya sekadar mengganti-ganti kata-kata dalam bahasa lain menjadi kata padanannya dalam bahasa native, tapi lebih seperti menuliskan kembali kata-kata itu dalam bentuknya yang paling mudah dibaca, dimengerti, dan dipahami. Dan selain kemampuan, menerjemah juga butuh kerja keras dan pembelajaran, serta latihan. Tidak mungkin hasil penerjemahan kita langsung begitu kerennya tanpa kita melalui proses latihan dan pembelajaran terus menerus. Ya, semacam ‘kalau nggak kotor, nggak belajar’, gitu deh.

Karena menerjemah itu nggak gampang, pantas dong biaya jasa menerjemahkan tidak murah. Lalu, berapa sih standar biaya jasa menerjemahkan itu? Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) sudah memiliki acuan dasar tarif penerjemahan yang ditentukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan PMK No. 53/PMK.02 Tahun 2014 Tentang Perubahan Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2015 yang mengatur Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan (halaman 56 butir 5), yang bisa dilihat di bawah ini.

Sumber: HPI

Selamat Hari Penerjemahan Sedunia! Happy International Translation Day!

Seminar Nasional Profesi Penerjemah Masa Kini

Hari Sabtu, 29 Oktober, kemarin, saya ikutan sebuah seminar. Ini adalah seminar pertama yang pernah saya ikuti sampai sekarang. Yeah, saya emang ga maniak seminar dan suka malas ikutan sebenernya. Tapi tidak untuk kali ini. 🙂

Pertama kali ditawarin sama Buk Bos dan Pak Bos, saya langsung excited. Kenapa? Karena saya cinta banget sama dunia penerjemahan. And yeah, I want to be a great translator. Jadi, seminar kayak gini paling ga bisa membuka mata dan menambah pengetahuan untuk menjadi penerjemah yang jempolan :D.

Akhirnya saya pun ikutan Seminar Nasional Profesi Penerjemah Masa Kini yang diadakan oleh HPI alias Himpunan Penerjemah Indonesia. Seminar ini diadain di UMM Inn, hotel depannya kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang itu lo.

Indeed, banyak nama-nama tenar di dunia penerjemahan Indonesia yang sliweran di situ. Baik sebagai tamu atau pun sebagai pembicara. Pengeeen banget kenalan, tapi yah apa daya, saya cuma a dust in the wind, mau ujug-ujug kenalan juga malu :’). Kapan-kapan aja deh. [Note to my self: makanya Pek, tuh milis Bahtera dijenguk, ditongkrongin, nyamber-nyamber dikit biar kalo ntar ketemu lagi ga malu ngajak kenalan.]

Karena harus fitting baju dulu, akhirnya saya telat nyampek di tempat. Acara dimulai jam 9 pagi, sementara saya datang jam 09.40 dan kehilangan satu sesi pembicara :(. Tapi untung ada ringkasan topik yang dibagikan ke masing-masing peserta, jadi saya masih bisa membacanya walaupun ketinggalan.

Continue reading Seminar Nasional Profesi Penerjemah Masa Kini