Tag Archives: mie jogging

Review: Menurut Saya, Mie Jogging Adalah…

.. mie yang cukup membakar lidah saya. Iya, Mie Jogging yang berlokasi di Jl Soekarno Hatta 24 Malang ini memang menambah deretan kuliner pedas yang sedang menjamur akhir-akhir ini. Dan meskipun saya bukan pecinta pedas (yang juga bukan anti pedas), Mie Jogging bisalah dijadikan salah satu alternatif destinasi kalo lagi pengen makan di luar.

Jadi siang tadi @erapriliana lagi pengen makan pangsit dan mencetuskan wacana untuk makan di Mie Jogging. Saya yang suka nggak up to date soal tempat makan baru ini pun jadi penasaran. Apa itu mie jogging? Mie-nya lari-lari? Atau jangan-jangan, rasanya yang lari-lari?

Karena perut sudah keroncongan, kami berdua pun langsung cus berangkat ke Suhat. Kalau jam-jam segitu sih dari daerah Sunan Kalijaga ke Suhat nggak terlalu rame lah, enak aja, soalnya lewat jalan satu arah yeheeyy! Gak pake macet langsung deh kami cepat sampai di Mie Jogging. Plusnya lagi, selesai pesen (yang langsung bayar juga), pesanan datang dengan cepat tanpa lelet.

Saya pesan Mie Selalu bertemperatur nggereges yaitu mie dengan toping udang dan ayam dengan cabe cukup 2 buah saja. Disajikan di atas mangkuk pipih dengan pangsit goreng yang dijadikan wadah, lengkap dengan sumpit dan garpu, jadi kalau nggak bisa pake sumpit tinggal pilih pake garpu aja.

Suapan pertama saya langsung kepedesan, secara emang bukan orang yang tahan pedes sih ya, jadi 2 cabe pun sudah cukup pedes. Pilihan pedes mie-nya ada banyak kok, berlevel-level. Level pedes paling rendah adalah temperatur normal (37 derajat celcius) yaitu mie tanpa cabe. Level kedua temperatur nggereges (38 derajat celcius) yang menawarkan 1-10 cabe. Lalu temperatur demam (39 derajat celcius) dengan 11-20 cabe dan temperatur menggigil (40 derajat celcius) dengan 21-30 cabe. Level tertingginya adalah temperatur step (41 derajat celcius) dengan pilihan 31-40 cabe.

Walau pedes, tapi rasanya nendang banget. Mie-nya empuk-empuk kenyal dan bumbunya blend banget sama suwiran kecil-kecil ayamnya. Ditambah sensasi saat menggigit tahu udang gorengnya, kriuk empuk banget. Tambah kriuk lagi waktu cobain pangsit gorengnya yang lebar dan tipis itu.

Lalu dilanjutkan dengan nyeruput Es Choco Taro, ehmm.. seger banget. Es Choco Taro ini agak bikin surprise saya soalnya penuh dengan bola-bola warna-warni. Selain itu, ada irisan strawberry yang bikin esnya semakin segar. Dan waktu nyendok lagi dengan penuh semangat, saya dikejutkan dengan buah leci utuh di dalamnya, tambah maknyus lagi :D.

Akhirnya, saya sama @erapriliana mengakhiri sesi makan siang ini dengan perut kenyang dan hati senang. Siap menggempur deadline terjemahan lagi deh hehe..