Tag Archives: cara membuat paspor

The Drama – Episode 1: The Passport

Setelah bertahun-tahun bermimpi bisa ke luar negeri, akhirnya impian itu kesampaian juga. Gratis lagi. Meskipun agak berat karena saya harus berangkat ke negara yang nun jauh di sana, tapi akhirnya tekad saya pun bulat untuk berangkat. Nah, karena informasi jadi tidaknya keberangkatan saya baru diumumkan satu bulan sebelum due date, maka urusan passport dan visa pun jadi semacam dramaaaah. It’s not like I like to be a drama queen, but it was such a beautiful mess so I called it a drama :D.

Episode 1: The passport

Mungkin sudah kebiasaan di Asia kali ya kalo mengumumkan sesuatu selalu mendadak-mendadak. Cuma satu bulan sebelum saya jadi berangkat ke Cheska (iya, Cheska, dulu lebih tenar disebut Ceko, negara pecahan Cekoslovakia. Cekoslovakia sendiri sekarang udah nggak ada, pecah jadi Republik Cheska dan Slovakia), bos besar di negaranya sana meminta Pak Bos menyerahkan identitas lengkap saya: nama lengkap, alamat, scan passport. Nah, yang jadi masalah adalah: saya belum punya passport! Padahal, identitas lengkap itu harus segera diserahkan ke Moravia buat membuat undangan Windows Phone Blue Summit 2013 for me.

Untung alhamdulilah, ada kakak tingkat di UM dulu yang kerja di Kantor Imigrasi, jadi bisa langsung minta informasi apakah ada kemungkinan bikin passport yang sehari jadi. Langsunglah kami menelepon sang kakak tingkat.

“Mas, bisa nggak ya bikin passport yang satu hari jadi?”
“Oh bisa banget.”
“Oya? Gimana tuh?”
“Sulapan.”

#jleb banget deh jawabannya. Akhirnya kami cerita keadaan yang sesungguhnya dan bahwa kami dikejar-kejar waktu :|.

Akhirnya, si kakak tingkat memberikan informasi selengkap-lengkapnya tentang langkah-langkah pembuatan passport. Jadi, buat yang mau bikin passport buat ke luar negeri dengan tujuan tugas kantor, inilah persyaratannya:

1. Siapkan berkas-berkas pribadi yang diperlukan: KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran, Surat Rekomendasi dari kantor (semuanya asli plus difotokopi juga)
2. Materai 6000 1 lembar,
3. Duit 255.000
4. Mengisi formulir pengajuan pembuatan passport.

Si kakak ngasih formulir itu dan saya mengisinya dengan selengkap-lengkapnya. Lalu fotokopi berkas pribadi dimasukin amplop dan besoknya saya kudu datang ke Kantor Imigrasi buat melakukan prosedur selanjutnya.

Prosedur berikutnya adalah:

1. Datang ke Kantor Imigrasi (yang saya datangi adalah Kantor Imigrasi Malang). Tinggal nunggu di tempat duduk yang disediain di lobi lalu nanti nama kita akan dipanggil sama petugas di salah satu loket. Setelah dipanggil, petugas mengecek semua berkas yang ada di amplop. Setelah semua lengkap, kita bakal disuruh ambil nomor antrean untuk dipanggil lagi di loket pembayaran.

nomor antrean pembuatan paspor
Ini nomor antreannya. Jangan sampai hilang karena nomor antrean inilah yang dipake buat ambil passport yang udah jadi.

2. Setelah beberapa saat menunggu, kita bakal dipanggil sesuai nomor antrean ke loket pembayaran. Bayar 255.000 trus kita disuruh duduk lagi untuk menunggu kwitansi diberikan.
3. Beberapa waktu kemudian, kita dipanggil lagi oleh petugas di loket pembayaran, ambil kwitansi yang diberikan, lalu duduk manis lagi menunggu nomor kita dipanggil untuk foto.
4. Lalu mulailah penantian yang panjang itu. Proses foto ternyata begitu lama sehingga antreannya berjalan sangat lambat. Lalu tibalah giliran saya difoto. Kalau pake jilbab, jilbabnya harus agak di ke atasin gitu biar jidatnya terlihat dominan. Trus kalo pake kacamata/softlens, harus dilepas dulu jadi yang terjepret adalah mata asli :D.
5. Setelah foto, kita masuk ke sesi wawancara. Di situ, selain berkas-berkas kita diperiksa, berkas aslinya juga diperiksa, kita juga ditanya-tanya mau ke mana, ngapain ke sana, dan blah-blah lainnya. Petugasnya sih agak-agak sok judes sok galak gitu, tapi aku tahu mereka baik hati saat melihat ke matanya #eaa #apaansih ah pokoknya nggak usah grogi, jawab aja sejujurnya dan seadanya :D.
6. Selesai. Kita harus menunggu selama 3 hari untuk mengambil passport kita yang udah jadi.

Then, the drama reach its peak. Ngurus passport selesai dan waktunya saya kembali ke kantor. Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Cinta harus mengantarkan saya ke kantor dan segera berangkat ke mesjid karena saat itu hari Jumat. Sebenernya mulai pagi udah ngerasa agak-agak nggak enak hati gitu, kirain karena grogi mau ngurus passport, ternyata …

Saya ama Cinta tabrakan :(.

Jadi kejadiannya di daerah Ahmad Yani, deket puteran gitu deh. Pas enak-enaknya jalan dari arah fly over, tiba-tiba aja ada motor dari arah puteran itu motong di depan motornya Cinta. Udah deket banget, ngerem pun nggak nutut. Dan akhirnya, brak!! Tabrakan pun nggak terelakkan :(. Ya untungnya nggak ada yang luka terlalu parah, cuma bemper depan motornya Cinta pecah (yang untungnya lagi masih bisa dilem dan jreng-jreng, tampak seperti baru lagi, ahahaa) dan ada botol ASI saya yang pecah muhuhuuuuu T_T

botol asi
Muhuhuuu.. botolnya patah giniii :(

Ya alhamdulilah diberi peringatan sama Allah, nggak boleh emosi-emosi kalo di jalanan. Akhirnya setelah kejadian itu, saya sama Cinta berusaha untuk lebih sabar di jalanan, meskipun banyak pengguna jalan yang suka ngawur dan seenaknya sendiri, hufiuh.

Dan hari Rabu saya pun kembali ke Kantor Imigrasi. Ambil nomor antrean kemudian dipanggil ke Loket Pengambilan Passport. Alhamdulilah, akhirnya saya punya passport juga.

Also read: The Drama – Episode 2: The Visa