Stranger in a Strange Land: Jakarta

Saat hidupmu hanya berkutat di situ-situ saja dan kamu menikmatinya. Saat rasanya tak ada keinginan untuk pergi-pergi jauh karena ter-attach erat dengan orang-orang di sekitarmu. Saat bertualang tak lagi harus menapaki permukaan bumi ke sana dan ke mari.

That was my life. I mean, that IS my life.

Saya bukan orang yang suka pergi-pergi jauh. Walaupun sering kali membayangkan bisa backpacker-an ke tempat yang jauh dari zona nyaman, tapi saya sudah merasa puas bisa berjalan-jalan sore menelusuri alun-alun kota. Walaupun kadang membayangkan bisa bertualang ke tempat asing dan melihat-lihat berbagai perbedaan yang interesting di sana, saya sudah cukup antusias menonton acara jalan-jalan di televisi dan membaca-baca di internet. Bahkan Google Maps sudah bisa menunjukkan bentuk tiga dimensi suatu tempat kan?

Tapi kemudian saya harus pergi ke Jakarta, sendirian. #glek

That was my first experience pergi jauh dari rumah.

That turned out to be so exciting :D.

Ternyata, pergi sendirian itu nggak semenakutkan bayangan saya. Bener-bener melatih kemandirian, kesigapan, kehati-hatian, dan kemampuan berpikir cepat buat saya yang suka lemot dan ceroboh ini. Bagus toh?

Ya, oke lah, akhirnya saya pun menapakkan kaki di kota yang disebut-sebut “lebih kejam dari ibu tiri” ini, ibu kota negara saya: Jakarta! Dan akhirnya saya juga berhadapan dengan monumen paling membahana se-Indonesia: Monumen Nasional alias Monas!

Terima kasih saya ucapkan kepada semua orang yang sudah membantu saya. Pas Bos dan Buk Bos yang sudah memberi saya kesempatan pergi ke Jakarta mengurus visa dan menginapkan saya di hotel yang nyaman, Kaben (@benny_wn) yang sudah mengajak saya berkeliling naik TransJak dan foto-fotoan di Monas, dan Mbak Dina (@dina_suwarno) yang sudah mau direpotin buat ngeprint, fotokopi, dan nyetak segala tetek bengek persyaratan visa. Yay! I’ve made it!

Kaben yang sudah ‘menjaga’ saya selama di Jakarta \m/
Akhirnya saya lihat monaaasss
Pemandangan dari jendela kamar hotel
More view
The breakfast

More breakfast
The toiletries
The sandals
The snacks
The entertainment
The stuffs
The minibar, with fridge, hurray!
The won’t cut off
The purple shirt
The safety box
The shower
The towels plant trees
The recycle alert
Nunggu TransJakarta datang
The destination: Kedubes Ceko

Will tell more about the purpose of going there in other post ;).

One thought on “Stranger in a Strange Land: Jakarta”

Leave a Reply