Review: Menurut Saya, Pengalaman Belanja di Lensza, Lazada, dan Living Social Adalah…

… sebuah pahit manis kehidupan. Cie..

Yah, memang begitulah adanya sih. Ya namanya juga pahit manis, ada nggak enaknya, ada enaknya juga. Mana enak mana nggak enaknya? Saya bagikan kisahnya satu per satu yaa…

Belanja di Lensza.co.id

Saya nggak akan tahu kalo udah ada toko online yang jualan softlens lengkap berkualitas dan aman bukan abal-abal bernama Lenza.co.id kalo gak dapet email promo dari Clozette Daily.

Ya emang sih, salah satu keuntungan ikutan forum khusus wanita ya dapet promo diskon yang menggiurkan (yang bakal jadi bumerang kalo ga kuat iman hakhakhaaakk). Kayak pas itu, saya dapet voucher diskon 30% untuk pembelian di Lenza.co.id. Asyiknya, tanpa minimum purchase, yey!

Kebetulan sih emang saya dan Cinta adalah pengguna softlens, jadi meskipun belum waktunya beli softlens, akhirnya jadi beli aja deh, mumpung didiskon gini ahaiii (dan diskonnya limited time soalnya hahahahakk). Lagian, ntar juga pasti dipake kan lensa kontaknya.

Saya pesen tanggal 25 Juli siang dan melakukan pembayaran hari itu juga. Setelah membayar, saya konfirmasi. Lalu besoknya saya dapet email konfirmasi bahwa order saya masih pending (yang artinya masih diproses). Pasalnya, itu udah masuk libur Lebaran 2014. Jadi di email itu disebutkan:

“Dear customer, selama masa cuti bersama dalam rangka Idul Fitri, pengiriman pesanan di Lensza.co.id akan beroperasi kembali pada tanggal 4 Agustus 2014. Kami mohon maaf atas ketidaknyaman yang terjadi. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir & batin. Salam, Icha-Lensza.co.id”

Tanggal 1 Agustus, Lensza kembali mengirimkan email yang menyebutkan bahwa pesanan saya sudah complete dan siap dikirim. (Sebelumnya saya juga men-double-confirm lewat What’s App mereka. Setelah adminnya yang melayani dengan baik itu meminta maaf, dia bilang pesanan saya baru bisa dikirim tanggal 4 karena terbentur libur Lebaran, no problemo :))

Hari Senin tanggal 4, email dari Lensza kembali saya terima. Isinya adalah informasi bahwa barang saya sudah dikirim. Disebutkan juga ekspedisi yang digunakan serta no resinya. Informasi yang lengkap ini membuat pembeli semacam saya jadi merasa tenang karena bisa terus melacak status orderan.

Lalu hari Rabunya, 6 Agustus siang, paket udah nyampe aja gitu di kantor saya, horeee… Nggak pake lama dan sampai dengan selamat dan tetap cantik hahaha…

Paketnya terbungkus rapi dan secure. Softlenses pesenan saya tertata apik di dalamnya dan sesuai orderan. Di dalamnya juga ada voucher lagi, potongan 10% untuk pembelian berikutnya, lumayaaaan hehehe…

Overall experience: wonderful
Repurchase: definitely yes
(4.5/5)

Belanja di Lazada.co.id

Sama seperti saat kita ingin mencoba belanja di tempat asing, rasa ragu dan takut pasti ada. Tapi rasa penasaran dan pengen dapat harga hemat jadi dorongan kuat bagi saya untuk mencoba belanja di Lazada.

Jadi ceritanya, saya mendapatkan email penawaran dari Lazada yang mengabarkan ada diskon gede buat pembelian bed cover set. Pas saya cek dan lihat-lihat, eh kok ternyata ada satu motif bed cover yang menggiurkan dan memang harganya jadi murah bingiiittt.

Setelah menghitung untung rugi dan masalah keinginan versus kebutuhan, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba order saja. Betapa terkejutnya saya ternyata saya mendapatkan free ongkir! Wah, menyenangkan! Ternyata, barang yang dibeli di Lazada memang bisa free ongkir, asalkan pembelian lebih dari 95 ribu dan kurang dari 6 kilo. Asyik kan!

Jadi setelah masukin barang ke e-cart dan checkout, kita dikirimi email Konfirmasi Pemesanan yang berisi bahwa kita harus melakukan pembayaran maksimal 24 jam setelah memasukkan pesanan. Kalau lebih dari 24 jam, order dianggap batal.

Setelah melakukan pembayaran, kita kudu masuk ke laman konfirmasi pembayaran dan melengkapi formulir yang ada di dalamnya.

Saya memilih metode pembayaran menggunakan mobile banking. Dengan metode ini, setelah membayar dan konfirmasi, kita juga perlu mengirimkan email berisi bukti transfer mobile banking yang bisa kita salin dari kotak masuk aplikasi mobile banking kita ke Lazada.

Setelah mengirim email itu, Lazada bakal membalas dengan email konfirmasi yang menyebutkan bahwa pesanan kita sedang diproses. Tiga hari kemudian, saya mendapat email dari Lazada yang menyebutkan bahwa barang pesanan telah dikirim. Saya juga mendapatkan email lain berisi invoice pesanan tersebut, lengkap ya?

Khawatir kalau free ongkir barangnya bakal lama datengnya? Buang jauh-jauh deh kecemasan itu! Tiga hari kemudian, pesanan bed cover set saya sudah datang, tanpa lelet, tanpa kurang suatu apa. Dan dengan membayar 155 ribu, dapat bed cover set, free ongkir, dan nggak lelet datengnya, apa lagi yang kamu mau? Puas banget!

Hal ini jugalah yang kemudian membuat saya nggak ragu untuk repeat order di Lazada. Kali ini saya order bareng temen. Temen saya lagi pengen selimut fleece sementara saya pengen alat pembersih muka yang sedang bergaung dan bergema, Pobling (review soal Pobling bakal saya post beberapa hari mendatang hehe).

Setelah melalui langkah-langkah seperti order sebelumnya, tibalah saatnya saya mendapatkan konfirmasi pengiriman barang. Rupanya, meskipun dalam satu orderan dan free ongkir, dua barang yang saya pesan itu tidak dikirim bersamaan. Pasalnya, selimut fleece itu produk gudang Lazada sendiri sementara yang Pobling adalah barang supplier lain. Jadi, pengiriman pun tidak dikirim bersamaan karena barang gudang Lazada sendiri yang bisa dikirim lebih cepat sementara yang punya saya nunggu proses supplier dulu.

Invoice dan konfirmasi pengiriman pun akhirnya saya dapatkan dua kali dalam waktu yang berbeda. Tapi, meskipun pada akhirnya dua barang itu tidak dikirim bersamaan, free ongkir tetap berlaku, haha.. menyenangkan. Btw, email-email yang terus memberikan progress orderan ini buat saya terbantu sekali. Kita jadi nggak perlu bertanya-tanya, “gimana nih nasib pesenanku? gimana nih nasib paketanku?” dan semacamnya. Kita langsung tahu kalau orderan kita memang sudah diproses, sudah dalam perjalanan, dan melacaknya pun mudah dengan no resi yang juga diberikan. Bahkan Lazada juga memberikan notifikasi SMS saat barang kita dikirimkan, hihihi, informatif sekali.

Tiga hari kemudian, barang teman saya sudah datang. Punya saya, seminggu kemudian menyusul datang. Puas? Ya iyalaaah. Mungkin yang bikin agak nunggu adalah barang yang tidak di gudang Lazada. Ya memang prosesnya lebih panjang sih ya, tapi alangkah menyenangkannya kalo rentang datangnya barang tidak terlalu lama, hehehe…

Overall experience: awesome
Repurchase: definitely yes
(4/5)

Belanja di LivingSocial.co.id

Saya jarang banget kecewa sama penjual online karena alhamdulilah selama ini berbelanja online selalu bertemu dengan penjual yang amanah dan tepercaya. Tapi sepertinya saya harus siap-siap kecewa dengan Living Social. Saya pun sudah memutuskan untuk tidak akan lagi berbelanja di situ meskipun voucher-voucher dan promo-promo yang ditawarkan amat menggiurkan.

Itulah, saya tergiur dengan promo perlengkapan rumah murah di Living Social saat itu. Saya mendapatkan informasi itu lewat email promo yang masuk ke inbox. Karena memang lagi renovasi rumah dan nyicil beli-beli perlengkapan rumah yang lucu-lucu dan (sebisa mungkin) hemat, jadi saya order Lampu LED di Living Social (ya ampun Nopek, lampu LED bukan perlengkapan rumah lucuk kalik, plis!).

Saya order tanggal 20 Agustus yang lalu. Setelah checkout, saya mendapatkan email konfirmasi pemesanan dari Living Social. Berbeda dengan Lazada yang memberi waktu 24 jam, di Living Social kita harus segera melakukan pembayaran maksimal 3 jam setelah melakukan pemesanan. Pertamanya sih saya berpikir rentang waktu itu cukup pendek dan mepet, tapi mungkin karena barang di Living Social ramai peminat dan rebutan, jadi harus cepet-cepet membayar.

Saya pun segera melakukan pembayaran dan melakukan konfirmasi pembayaran. Di laman konfirmasi pembayaran disebutkan bahwa setelah prosesnya lengkap, saya akan mendapatkan konfirmasi status pesanan dari Living Social.

Besoknya, saya tidak mendapatkan email dari Living Social. Saya agak bingung dong ya, karena biasanya kan konfirmasi seperti itu paling nggak saya dapatkan dalam waktu maksimal 24 jam setelah pembayaran.

Akhirnya saya memilih untuk melakukan live chat dengan support. Saya menanyakan tentang status order saya. Ternyata, pembayaran orderan di Living Social paling lambat akan dikonfirmasi 2×24 jam. Kalau belum dikonfirmasi, saya bisa bertanya lagi pada support.

Besoknya ternyata saya belum mendapatkan email dari Living Social. Saya berusaha untuk positive thinking dan menunggu besoknya lagi. Besoknya lagi ternyata sudah hari Sabtu dan saya baru menyadarinya. Akhirnya, saya memutuskan untuk menunggu sampai hari Senin untuk mengecek status pesanan saya itu. Saya anggap Sabtu Minggu adalah hari libur yang biasanya tidak digunakan untuk memproses pesanan.

Hari Minggu saya iseng-iseng ngecek status order di akun Living Social saya. Eh, ternyata statusnya udah berubah jadi Complete setelah sebelumnya Pending. Saya terkejut dong ya, kok status udah berubah dan saya nggak dikirimi email pemberitahuan apa-apa. Oke, akhirnya saya menarik kesimpulan bahwa saya harus selalu mengecek sendiri status order dari akun kita, baeglah.

Senin, Selasa, Rabu, saya cek terus status order saya, ternyata nggak berubah-berubah. Saya baca-baca lagi FAQ Living Social dan mencari-cari review pelanggan tentang Living Social.

Ternyata, barang baru dikirim 7 hari setelah order lengkap. Wow, lama sekali ya, tapi ya sudahlah, lain lubuk lain belalang, lain online mall lain cara pengiriman hehehe. Yang mengejutkan, ternyata review pelanggan tentang Living Social yang saya temukan di internet tidaklah menggembirakan. Banyak yang komplen dan merasa kapok. Waduh! Semoga saya enggak deh, saya masih ber-positive thinking.

Kemudian seminggu berlalulah, saya menunggu, karena menunggu akhirnya rasanya seperti lamaa sekali. Hingga akhirnya saya nggak tahan dan kembali melakukan live chat dengan support hari Selasa tanggal 2 September. Saya menanyakan tentang status orderan saya.

Setelah diperiksa, petugas support meminta maaf atas ketidaknyamanan yang saya dapatkan. Dia bilang kalau seharusnya barang itu sudah dalam pengiriman, tapi karena keterlambatan dari supplier, jadi belum dikirim. Saya disuruh menunggu hingga tanggal 10 September (hari ini). Kalau sampai hari ini belum datang, akan dibantu untuk meminta refund. #sigh, di sini saja akhirnya saya sudah merasa malas.

Hari ini, barang saya belum datang. Saya pun dengan enggan mencoba untuk live chat lagi. Dan betapa lebih mengecewakan lagi, saya disuruh untuk menunggu hingga tanggal 20. Haduuuh, malasnyaaa menunggu teruusssss, hiks. Katanya gudangnya lagi pindah, jadi pengiriman barang agak terganggu. Huft, saya pun mengiyakan dengan agak keberatan, tapi ya sudahlah, saya tunggu aja tanggal 20 besok. Kalau nggak, saya refund aja.

Sebel, pengennya dapet barang great deal dengan good price, ternyata malah bikin capek hati capek pikiran dan capek ngetik (#halaaaahhh). Tapi saya salut sama support yang tetap sabar melayani para pelanggannya yang suka komplen, ya kayak saya ini hihihi…

Overall experience: dissapointed
Repurchase: no
(1/5)

Nah, itulah pengalaman saya berbelanja di pusat belanja online yang lagi marak belakangan ini. Enaknya sih emang tinggal klik klik klik, tadaaa, barang datang. Nggak enaknya ya kalau barang nggak datang-datang dan prosesnya ribet hehehe. Jadi, kamu mau belanja di mana? 😀

14 thoughts on “Review: Menurut Saya, Pengalaman Belanja di Lensza, Lazada, dan Living Social Adalah…”

  1. Tunggu sampe dikau belanja di groupon yes, udah duitnya ngga bisa direfund dalam bentuk uang, pelayanan mengecewakan, info stok antara supplier & mereka nggak sinkron, trus katanya ada maslaah di konfirmasi pembayaran (salah gue? bukan juga)
    nominalnya kecil sih, dan itu udah cukup jadi pelajaran untuk nggak beli di sana lagi 😀

    1. noted! groupon itu kayaknya juga menggiurkan, tapi emang pas lagi ga butuh sih kemaren2 jadi ga nyoba-nyoba, untunglah kamu memberiku warning hahaha

    1. hehe, saya sih apa pun asalkan cucok sukaan beli online mak. kalo soal tas/baju sih saya matok ke harganya, kalo harga kurang dari 150 rebu dan udah dapet baju satu setel, pastinya ya ga bagus2 amatlah bahannya, soalnya kalo liat gambar aja emang susah mastiin itu foto asli apa bukan gituh.
      Tapi jangan takut mak, banyak produk dalam negeri yang jualan online dan pamer foto asli kok, nggak bikin kapok 😀

  2. udah sering bahkan banyak beli barang olshop (hemat, blibli, lazada, qoo10, brodo, zalora, apa lagi ya..), livingsocial pernah tp voucher jadi cepet.. yg pernah komplain sampe hub cs’nya sih elevenia, balasan emailnya pun lemot..

    1. beli di #asheraziza pernah kab? waahahahaha… zalora aku juga pernah sih, cuman belum sempat direview dan udah berlalu lama sekaliiiii wkwkwk

  3. Sudah puluhan kali kita melakukan pembelian di LAZADA yg berjalan dgn lancar tanpa masalah, namun pada bln agustus yl kita beli hp motoG dgn bundling sim card dgn kuota internet selama 6 bln /1,5 gb, namun ternyata sim card tsb tidak bisa diaktifkan paketnya meskipun sdh hampir 2 minggu kita dihubungi telkomsel hampir 10 kali, akhirnya telkomsel berkesimpulan bahwa no sim card tsb tidak terikat paket bundlingnya, atau dgn kata lain sim card tsb merupakan sim card biasa saja dgn ditempeli sticker bonus yg ditawarkan tsb. Setelah kita comfirmasi ke pihak Lazada, mulanya mereka tidak mau tanggung jawab katanya itu urusan Telkomsel dgn MotoG, ssd sy bilang klo tdk ada solusi dari kedua belah pihak, maka terpaksa sy laporkan ke lembaga perlindungan konsumen, akhirnya lazada email lagi utk minta no sim car yds beserta imei nya, namun ssd 3 minggu sampai skrang masih belum ada kelanjutannya.

    Terus baru kemaren saudara minta bantuan membeli acc hp dgn total harga Rp.137.900, tapi alangkah terkejutnya setelah dilanjutkan dgn step pembayaran dikenakan biaya pengiriman sebesar Rp.142.000 !!! dgn tujuan daerah kami Kabupaten Kepulauan Meranti kalau menurut tarif di JNE hanya Rp.47.000/kg ???

    Cukup sudah Lazada, no more again !!!

    1. Wah, ngeri juga ya. Soal ongkir di Lazada saya juga kurang paham sebenernya gimana ngitungnya, soalnya kalo pas nggak dapet freeong emang ongkirnya jauh lebih tinggi dari tarif JNE biasa, entah kenapa. Cuma saya selalu cari yang freeong gitu sih, kalau pas checkout ternyata gak freeong ya nggak jadi beli saya hahaha. Kalau nggak salah sih, dengan pembelian di atas 95rb dan berat barang kurang dari 6kg kita bisa dapat freeong.
      Ini saya masih nunggu kabar dari Living Social, kemaren akhirnya saya minta refund karena barang saya nggak dateng juga. Saya kapok, no more Living Social!

      1. Coba buka alikolo.com
        Website online shopping lokal Indonesia, harga barang murah, pelayanan super ramah, pengirimannya cepat dan lagi promo free shipping se-Indonesia (just for sharing)
        Pengalaman belanja 3 kali di sini super puas. Selalu sampai tepat waktu, harga juga bersaing dan ga bohong2an, wajib disupport sih website lokal seperti ini, semoga info nya bermanfaat dan nambah pilihan belanja online kalian. 🙂

  4. hai, salam kenal.
    mau tanya, kemaren pas belanja di lenza, slow response ga sih?
    kok aku pesen agak dicuekin yah? padahal udah bayar sekitar 4 hari yang lalu.
    dan ternyata barang belum dikirim sama mereka karna katanya ukuran aku ga ada yang ready stock? aku mau ganti ukuran jadi normal aja, eh, malah lama juga responnya.
    kalo seperti itu kan harusnya dikabarin dong ya?
    masa musti costumer yang tanya2?
    btw, kmu pernah ngeretur pembayaran ga? pengen cancel aja nih, habisnya mengecewakan.

    1. Wah, alhamdulilah pas beli di lensza dulu itu CS-nya responsif banget. Malah saya nggak tanya-tanya langsung dikabari kalo pengiriman agak telat karena libur Lebaran. Jangan-jangan ganti CS ya.
      Maaf nih, saya juga ga pernah retur. Coba cek di sini deh buat FAQ-nya: http://www.lensza.co.id/faq. Hope it helps.

Leave a Reply