Category Archives: as a translator

Pura² Jadi Tuhan

Paramore indeed rocks!!

Pertama kali ngerti Paramore sebenernya nggak seberapa keren sih. Pas itu di kantor aku suka banget dengerin LaunchCast Radio Yahoo! Messanger. Di situ aku suka milih genre emo dan sering dapet lagunya Paramore yang Crush Crush Crush.

Nah, sejak saat itu aku langsung jatuh cinta ama bandnya Haylie Williams ini. Langsung akhirnya bisa dapet lagunya yang Misery Business sama My Heart. Dan gobloknya aku, ternyata template yang kupake di Friendster-ku yang judulnya Riot! Riot! ternyata adalah judul albumnya si Paramore. Hehehe… kebetulan yang konyol.

Hingga akhirnya Paramore jadi semakin tenar karena ngisi soundtrack-nya TWILIGHT dengan lagu Decode dan I Caught My Self-nya. Entahlah, pokoknya aku suka.

Dan albumnya yang terbaru, BRAND NEW EYES, damn sooooo wonderful! Single pertamanya, Ignorance, duh bener² mancep di otak,, nggak musik, nggak lirik. Mak nyus kabeh deh! Decode juga ada di album ini.

Trus, selain Ignorance, aku suka The Only Exception ama Playing God. Yeah, yang Playing God ini bloody cool. Check the lyrics.. dan resapi deh.. keren!

Playing God

translated by Noph

Aku nggak boleh bikin keputusanku sendiri, atau membuatnya dengan tepat
Well, mungkin kamu kudu mengikatku jadi aku nggak bisa pergi ke tempat yang nggak kamu inginkan
Kamu bilang aku udah berubah, bukan cuma bertambah tua
Yeah, masak kayak gitu itu logis?
Terusin aja menjejali segala pemikiranmu untuk kutelan mentah-mentah

PARAMORE ROCKS!
? dis band

Kamu nggak perlu percaya padaku
Tapi percayalah pada caraku melihatnya
Lain kali waktu kamu mengacungkan jari padaku
Aku bakal membalasnya
Dan mematahkannya
Lain kali waktu kamu mengacungkan jari padaku, aku bakal kasih cermin di depan wajahmu

Continue reading Pura² Jadi Tuhan

Udah Termaafkan, Bukan Terlupakan

Bener, sekali lagi terasa hidupku seperti lirik lagu.. hehehe… Entah juga sih.. yang pasti, pas dengerin album lamanya The Corrs yang Unplugged, aku dengerin lagu Forgiven Not Forgotten.. dan terasa tertohok banget.. ah, apa sih yang nggak menohokku..

@2.bp.blogspot.com
@2.bp.blogspot.com

Forgiven Not Forgotten

translated by Noph

Sendirian, ngeliat sekitar
Ngeliat hidupnya berjalan
Di saat hari²nya terasa muram
Dan malam²nya terasa gelap
Terasa berbeda namun menjemukan
Dan boneka berbulu dan bermata satu
Yang ada di atas kasur
Sering banget mendengarnya menangis
Sambil menggumamkan satu nama
Yang sudah lama termaafkan, tapi belum terlupakan itu

Kamu sudah termaafkan, bukan terlupakan
Kamu sudah termaafkan, bukan terlupakan
Kamu sudah termaafkan, bukan terlupakan
Kamu tak terlupakan

Hati yang berdarah itu hancur
Meninggalkan pusara yang membeku
Di dalam kamar di mana mereka pernah berbaring bersama
Dan saling memandang
Nggak ada yang bisa memisahkan mereka
Tapi sekarang kenangan akan cowok itu selalu menghantui hari²nya
Dan perasaan itu nggak pernah pudar
Dia masih saja memimpikan cowok
Yang telah lama termaafkan, bukan terlupakan itu

Kamu sudah termaafkan, bukan terlupakan
Kamu sudah termaafkan, bukan terlupakan
Kamu sudah termaafkan, bukan terlupakan
Kamu tak terlupakan

Masih sendirian, dan memandang sekitar
Mengucapkan selamat tinggal pada hidupnya
Karena dia akan mencari cowok
Yang telah lama termaafkan, namun bukan terlupakan itu

Kamu sudah termaafkan, bukan terlupakan
Kamu sudah termaafkan, bukan terlupakan
Kamu sudah termaafkan, bukan terlupakan
Kamu sudah termaafkan, bukan terlupakan
Kamu sudah termaafkan, bukan terlupakan
Kamu sudah termaafkan, bukan terlupakan
Kamu sudah termaafkan, bukan terlupakan
Kamu tak terlupakan
Kamu tak terlupakan
Enggak, Kamu tak terlupakan

Apa Sih Kerja Editor?

Saat orang-orang tahu aku sudah mulai kerja, hanya satu hal yang pasti dan bisa ketebak tentang apa yang mereka akan tanyakan. ‘Kerja di mana? Jadi apa?’ Huh, sometimes pertanyaan sepele itu terasa mengganggu. Emang apa sih urusannya kalau aku kerja di tempat A di tempat B? Jadi C jadi D?

Ya tapi memang demi kesopanan, akhirnya pasti aku jawab juga. “Kerja di sebuah situs internet. Jadi editor,” jawabku sambil menyungging senyum.

Reaksinya bermacam-macam. Ada yang menyenangkan macam ‘Wah, keren :D’ sampai yang menjengkelkan dan mak jleb seperti ‘Jadi kamu sekarang kerja di warnet?’ OMG!! Please deh ah, kerja di situs internet nggak sama kali ama kerja di warnet *doh*.

But, sekali lagi, aku cuma bisa senyum, dan menjawab, “Semacam itu deh,” dengan alasan tidak ingin mereka tanya lebih jauh dan macem-macem lagi. Dan ada lagi yang lebih menjengkelkan, kalau aku tega udah kutonjok tuh mukanya. Untung aja pas itu dia nggak di depan mataku, melainkan di depan kompi, jadi aku dan tuh orang menjengkelkan lagi ceting, jadi nggak mungkin kan aku nonjok dia langsung, yang ada tanganku bisa injured gara-gara kurang kerjaan nonjok layar komputer. Waktu aku bilang aku jadi editor, responsnya ‘Oh, cuma ngedit doang.”

Anj***! Wahahaha, maap kelepasan.

Continue reading Apa Sih Kerja Editor?