Category Archives: as a working mother

Zizii: Greatest Birthday Gift

Alhamdulilah… Kata itulah yang pertama terucap dari mulut saya saat Dokter mengatakan bahwa bayi saya sudah lahir: “Bayinya sudah lahir, Bu, perempuan.” Dan saya sempat mendengarkan tangisannya yang membahana, dua kali oek-oek saja, lalu saya kembali mengantuk teramat sangat, mungkin karena sedikit terpengaruh bius.

Iya, saya akhirnya melahirkan melalui operasi caesar. Soalnya udah sakit banget banget banget dan ketuban pecah, eh saya masih bukaan satu saja. Akhirnya saya minta dicaesar saja sambil nangis-nangis. Saking sakitnya proses mau melahirkan itu, sampe kegiatan suntik menyuntik, masang infus, suntik tes alergi, sampek suntik bius di punggung bener-bener nggak kerasa sakit sama sekali. (Langsung sungkem ke emak.. Emaaaak.. I love you to the max!!! Maapin anakmu inii.. Baru mau lahir aja udah bikin atiiitttt!! Oh the pain is like forever.)

Dan taraaa.. akhirnya putri saya lahir ke dunia pada hari Selasa, 6 November 2012, jam 7.15 pagi. Dan dia cantik banget masyaAllah…. Kulitnya putih, rambutnya hitam tebel, gondrong lagi, bibirnya mbentuk kayak bibirnya Cinta, eh eh ada lesungnyaa di kedua pipinyaa.. Kami namakan dia Asheraziza Cicely Cettapia, panggilannya Zizii atau Zee gitu aja juga boleh.

Continue reading Zizii: Greatest Birthday Gift

Menghitung Hari: Saya Siap!

Kali ini, judul blogpost saya meminjam status BBM yang pernah dibuat oleh @subibir. Dia pernah pake status “Saya Siap” dan akhirnya kali ini saya yang memakai status itu. So, what are you ready for now? Saya… saya siap menyambut kedatangan dedek Beibitur ? ?.

Sekarang usia kandungan saya masuk minggu ke 37, sebentar lagi dia bakal menghirup udara dunia… huhuhuuu.. terharu…

Beberapa langkah awal menyambutnya juga sudah dipersiapkan: beberapa baju (aiiih.. nyuci ama ngelipat baju-baju kecil ini bikin gemes!), tempat bobok bayi, beberapa popok, bedak dan minyak telon, juga pilihan rumah sakit tempat melahirkan.

Gerakannya dedek udah nggak terlalu banyak kayak minggu-minggu kemarin sih, tapi kali ini sekali bergerak kerasanya banget-banget. Pasti karena dedeknya sekarang udah semakin besar dan perut saya terlalu sempit, hihihi… Dedek juga udah suka kontraksi-kontraksi gitu, kontraksi palsu alias Braxton Hicks.

Jadi, saya pun memutuskan untuk mulai cuti tanggal 1 Oktober kemaren. Selain karena saya udah benar-benar cepat sekali capek, saya khawatir nanti dedek juga ikutan lelah di dalam rahim. Cuti ini pun sekaligus istirahat dan menenangkan diri agar nanti waktu melahirkannya bisa tenang, lancar, dan tidak terlalu memberikan trauma pada saya juga dedek Beibitur :).

Continue reading Menghitung Hari: Saya Siap!

Everything for You, Dedek

Semua orang punya mimpi, itu pasti. Seperti juga saya. Waktu masih lajang dulu, impian saya sederhana saja: pengen punya rumah sama mobil sendiri. Tapi gimana saya bisa punya rumah sama mobil kalau saya boros sekali hiks :(. Padahal saya udah punya tabungan di BCA, kenapa juga nggak saya manfaatkan baik-baik sebagai sarana investasi buat masa mendatang.

Ah udahlah, yang berlalu biar berlalu deh. Sekarang, mari kita menata hidup jadi lebih baik sambil menyusun rencana masa depan. 😉

Nah, apalagi sekarang saya sudah menikah dan sedang hamil anak pertama *elus-elus dedek di perut*, impian saya sedikit bergeser. Kalau dulu pengennya rumah sama mobil, sekarang masih pengen sih, tapi prioritasnya jadi menurun. Sekarang, saya pengen memberikan yang terbaik buat dedek :).

Bukan rahasia lagi kan ya kalau biaya pendidikan itu mahaaaal banget. Sekarang aja udah mahal, la apalagi pas dedek udah waktunya sekolah :|. Harus putar otak biar dedek terjamin biaya sekolahnya.

Continue reading Everything for You, Dedek

…and so it goes

When a match has equal partners, then I fear not. — Aeschylus, Prometheus Bound

Memutuskan untuk menikah mungkin dianggap sebagai sesuatu yang mudah buat beberapa orang. Tapi bagi kami, menikah bukan hal yang sederhana. Bukan hanya menyatukan dua orang saja, tapi juga dua keluarga, yang artinya adalah berusaha untuk mencari kesepakatan dari beberapa kepala, berbagai pemikiran, berbagai sifat dan sikap, juga berbagai kebiasaan.

Bukan hanya persiapan fisik yang harus dipersiapkan, tapi juga batin. Dan persiapan fisik serta batin ke hari H yang direncakan benar-benar menguras tenaga. Benar kata orang kalau semakin dekat hari H akan semakin berat godaannya. Yang mikir tema lah, yang harap-harap cemas kalau budget nggak sesuai dengan yang diperkirakan lah, yang mondar-mandir ngurusin surat, undangan, dan sebagainya lah, sampai mikir apakah setelah nikah saya nggak akan bisa melakukan kegiatan seperti saat single dulu.

Kalau dipikir secara logis, semakin dekat hari H akan semakin banyak yang harus dipersiapkan, sementara mungkin sudah semakin capek karena sudah mulai persiapan jauh-jauh hari. Kalau kata seorang teman, “Menikah itu ibadah besar yang bisa diibaratkan separuh kehidupan. Namanya ibadah, pasti ada godaan. La apalagi ini yang ibadah besar, pasti godaannya tambah besar lagi.”

Continue reading …and so it goes

Saya Punya Status Baru Sekarang :D

Akhirnya, back to do blogging! Setelah sekian lama nggak menyentuh dasbor WP dan ketik-ketik sesuatu di sini, akhirnya I think I have some times good to write a post.

Dan saya kembali dengan status baru, taraa… Iyes, sekarang saya udah jadi seorang istri ihihii… Belum lama, masih seminggu lebih dikit. Dan kadang juga masih nggak ngeh kalo sekarang udah nggak lajang lagi. Udah ada yang nemenin tidur :D.

Setelah melewati proses persiapan yang cukup panjang (dan bisa dibaca di sini), akhirnya tanggal 3 Februari, hari Jumat, kemaren, saya menikah sama Cinta. Alhamdulilah berjalan lancar meskipun pas resepsi ujan turun dengan derasnya. Sempat deg-degan soalnya terobnya ternyata nggak kuat nahan air, jadi ada yang mleyot dikit gitu deh di bagian tengah-tengah, untungnya semua bisa teratasi dengan cepat dan aman.

Continue reading Saya Punya Status Baru Sekarang 😀