Category Archives: as a working mother

Menurut Saya, Jalan-Jalan Hemat di Kota Wisata Batu Adalah…

…hal yang tidak mustahil. Okay, I know, Batu kota indah sejuk nyaman tempatku dilahirkan (yang orang Batu pasti tahu lirik lagu ini deh hehe) ini sekarang udah jadi kota ngehits se Indonesia sebagai kota tujuan wisata. Buntut-buntutnya pasti tempat-tempat wisatanya jadi mahal-mahal gitu. Eh, tapi sebenernya masih banyak tujuan jalan-jalan yang asyik tanpa perlu habisin duit banyak-banyak kok di Batu.

Sebagai seorang working mother, akhir minggu adalah waktu surga buat saya karena bisa menghabiskan waktu seharian sama #beibizee. Ya meskipun sering-seringnya menghabiskan waktu dengan keruntelan aja di rumah, kadang-kadang pengen juga kan ya jalan-jalan ke manaaa gitu. Dan saya memang sedang memutuskan untuk bermusuhan dengan blog jalan jalan karena takut tergoda untuk mengembara nun jauh di sanaaa lalalaa (bilang aja lagi mengeratkan ikat pinggang karena kudu renov rumah) walaupun sebenernya pengen banget gitu melanglang buana ke blog-blog yang asyik-asyik ituh. Akhirnya, sebagai sarana refreshing dan rekreasi, saya pun mengajak #beibizee dan Cinta untuk jalan-jalan hemat di kota sendiri.

Budget dipasang nggak boleh lebih dari 100 rebu, okesip!

Jadi Sabtu sore kami pun memutuskan untuk jalan-jalan ke Taman Hutan Kota Batu di depan Stadion Gelora Brantas. Konsepnya semacam hutan yang ditata seperti taman (saya pernah dulu foto-fotoan sok cantik gitu di sana). Di bagian tengah ada ruang lapang yang bisa dipakai ngapain aja deh terserah, lalu ada jalan-jalan setapak melingkari taman yang biasa dipakai berjalan-jalan sore lintas taman hutan kota ataupun bersepeda. Di salah satu sisinya juga ada lahan kecil berbatu yang biasa dipake pijet-pijet telapak kaki.

Karena letaknya deket rumah, kami jalan kaki aja dong ya, 10-15 menit doang ginih, gratis hehe.. Tapi buat yang pakai motor atau mobil jangan khawatir, ada tempat parkirnya kok. Tempat parkir motor aja sih benernya. Kalau mobil biasanya parkir di pinggir jalan gitu deh.

Meskipun sama-sama semacam taman, Taman Hutan Kota ini emang masih kalah tenar kalau dibandingkan sama Alun-Alun. Tapi saya sih malah lebih seneng ke sini soalnya nggak terlalu ramai orang. Lagian #beibizee juga suka kurang nyaman kalau ada terlalu banyak orang.



Nah, setelah puas main-main, pijet-pijet telapak kaki, dan puter-puter sambil menghirup udara segar karena banyak pepohonan di Taman Hutan Kota, kami pun merasa lapar. Nggak usah jauh-jauh, nggak sampai 500 meter dari situ ada warung bakso bakar de Stadion.

Nggak pake mahal, satu porsi bakso bakar 8000 rupiah aja. Kalo tambah tahu atau somai, satunya 1000 perak. Minumnya saya sama Cinta paling suka Es Beras Kencur, satu gelasnya 5000 rupiah aja. Plus air mineral buat #beibizee yang harganya 3000 rupiah (artinya total buat makan adalah 31rb).

Setelah puas makan, kami pun pulang. Dan 100 rebunya masih sisa dong yaaa… aseekk.. kapan-kapan dibudget 100 rebu lagi aaah…

Artikel ini diikutkan dalam giveaway JALAN JALAN MODAL 100 RIBU

Note: semua foto di postingan ini adalah foto lama pas saya, Cinta, dan #beibizee jalan-jalan ke Taman Hutan Kota dan beli bakso bakar, pas jalan-jalan kemaren nggak sempet foto-foto soalnya 🙁

Menurut Saya, Bikin #beibizee Lahap Makan Adalah…

…tantangan yang bikin deg-degan. Pasalnya, #beibizee ini emang suka nggak terduga. Kadang mau aja maem apa aja yang dimasak di rumah, lahap banget, nggak pake susah langsung hap hap nyam nyam, tapi lalu besoknya dia GTM alias Gerakan Tutup Mulut, hauft..

Sebenernya sih kalo soal jenis makanan #beibizee nggak pilih-pilih, apa pun bisa masuk, asal dia lagi mood. Nah akhirnya memang biasanya kalo lagi susah banget, dia kudu diajak puter-puter kampung dulu baru bisa abis makanannya. Atau akhirnya menunya diubah, bukan nasi, jadi jajan-jajan macem roti gitu.

Tapi ya alhamdulilah, #beibizee berat badannya nggak pernah anjlok hingga ke bawah garis batas bawah di growth chart (yang artinya underweight). Pun nggak melebihi garis batas atasnya (yang artinya overweight).

Dan berat badan biasanya yang menjadi kekhawatiran emak-emak yang melihat anak mereka kurus. Sebenernya kalo kurusnya sendiri sih nggak usah dicemasin, karena bisa jadi emang turunan, pokoknya jangan underweight aja gitu.

Nah, ini beberapa tips buat menambah berat badan anak (sumber dari sini).

1. Menyusui anak dengan teratur,
2. Menambah oat ke makanan balita,
3. Menambah makanan balita yang mengandung kalori tinggi,
4. Menambah minyak zaitun ke makanan balita,
5. Memberikan minyak kelapa.

Dan ingat untuk merujuk growth chart (yang biasanya ada di KMS) yaa buat menentukan berat badan anak masih dalam ambang aman atau over/underweight :).

Menurut Saya, Menghadapi Tantrum Anak Adalah…

..kesulitan besar. Hiks.

#beibizee sekarang udah menginjak usia 20 bulan. Kata-katanya sih udah masa-masa tantrum terparah. Dan kayaknya sih… iya. 🙁

Sedih, bingung, jengkel, capek, cemas, takut, sampai hampir menyerah. Semua itu yang saya rasakan akhir-akhir ini saat menghadapi #beibizee kalau lagi kumat tantrum. Gejala-gejalanya bakal tantrum adalah mulai meminta sesuatu yang nggak jelas, berkali-kali diomongkan, ganti-ganti permintaan, minta A dikasi A malah minta B, dikasi B malah mulai menolak dengan suara keras. Lalu bisa ditebak setelahnya, nangis sambil jerit-jerit. Ampun!

Sampai sekarang, saya masih belum bisa dapet cara yang pas buat mengatasi tantrumnya #beibizee. Kalau dulu pas masi nenen, disodorin gentongnya sih bakal langsung bikin dia tenang, bahkan lalu bobok. Sayangnya, sekarang #beibizee udah nggak nenen. Pas tantrum, dikasih mimik dot pun nggak bakal diterima, pasti ditolak. Iya kalo ditolak baik-baik, nolaknya pake acara jejeritan seolah-olah sampe sekampung denger, aarrgh!

Usut punya usut, yang namanya tantrum ternyata memang salah satu fase yang akan dilewati oleh anak. Sejak usia 18 bulan hingga 3 tahun, anak mulai mengembangkan daerah otonominya yang membuat mereka akan menunjukkan berbagai perilaku: membangkang, keras kepala, menolak, bahkan marah. Dan ini rupa-rupanya juga dipengaruhi oleh karakter anak. Misalnya, kalau karakter anak cukup keras, bisa jadi lebih sering menunjukkan tantrum (yah, meskipun faktor-faktor lain juga amat berpengaruh).

Karakter anak sendiri akan mulai benar-benar tampak setelah dia berusia 2 tahun ke atas. Nanti kita bisa lihat dari sifat dan sikap mereka, apakah mereka berkarakter plegmatis, koleris, sanguinis, atau melankolis. Yah, #beibizee memang lagi bersiap-siap untuk membentuk karakternya, Nopek, jadi semangat terus ya, jangan menyerah menghadapi berbagai tantrumnya karena dengan begitu kamu akan bisa mengenal anakmu lebih dalam lagi, yosh!

Sedikit info tambahan tentang tantrum (sumber dari sini):

  1. Walaupun kemarahan adalah emosi yang jelas terlihat oleh orang tua, tantrum selalu merupakan campuran antara amarah dengan perasaan lain seperti frustasi atau panik.
  2. Tantrum biasanya dilakukan di hadapan Anda, sebagai orang tua, atau orang lain, yang dikenal dan dirasa aman oleh anak.
  3. Temperamen anak sangat menentukan. Anak yang aktif dan berkeinginan keras kemungkinan besar menunjukkan tantrum.
  4. Beberapa ahli memperkirakan satu di antara lima anak usia dua tahun menunjukkan tantrum dua kali dalam sehari. Namun jangan lupa, ini juga berarti empat dari lima anak usia tersebut tidak menunjukkan tantrum sebanyak itu.
  5. Jika ditangani dengan baik oleh orang tua sejak dini, tantrum semakin jarang terjadi saat anak tumbuh dewasa, dan yang paling buruk biasanya tidak lagi ditunjukkan saat anak berusia tiga atau empat tahun.
  6. Tantrum sering terjadi saat perasaan anak di luar kendali.
  7. Kira-kira tiga perempat dari semua tantrum terjadi di rumah, tetapi tantrum terburuk sering terjadi di tempat umum.
  8. Tingkah laku yang umum ditunjukkan saat tantrum terjadi antara lain berteriak, menangis, memukul, menendang, mengeraskan tangan dan kaki, menekuk tubuh ke belakang, menjatuhkan tubuh ke lantai, dan berlari.
  9. Pada tantrum yang parah, wajah anak bisa membiru, mual, atau bahkan menahan napas hingga kehilangan kesadaran tetapi refleks alaminya memastikan ia segera bernapas kembali sebelum membahayakan tubuhnya.
  10. Mayoritas tantrum merupakan ekspresi dari kehilangan kendali, yang merupakan tanggapan dari perasaan frustasi, ketidakberdayaan, dan kemarahan, dan terjadi karena kurangnya keterampilan anak untuk menghadapi perasaan ini

(Bukaan, ini bukan tantrumnya #beibizee. Ini pas dia lagi manis-manisnya, menari-nari dengan riang gembira nananana :D)

Dan saran menghindari tantrum (dari sumber yang sama):

  1. Mengalihkan perhatian. Saat merasa tantrum akan terjadi, Anda memiliki sedikit waktu untuk mengalihkan perhatian anak. Secepat mungkin tunjukkan mainan baru, atau tunjukkan kejadian yang sedang terjadi di luar rumah dengan mengatakan, “Sepertinya ada bus yang datang, yuk kita lihat”. Cara ini cukup manjur terutama pada anak kecil, walaupun anak usia tiga tahun ke atas tidak mudah tertipu dengan cara ini.
  2. Penggantian. Jika Anda langsung menawarkan mainan baru, anak dengan senang hati memberikan kunci yang Anda inginkan. Contoh lainnya memberikan kertas saat ia ingin menggambar di dinding rumah, atau majalah lama untuk ia sobek-sobek jika ia mencoba untuk menyobek koran Anda.
  3. Memperhatikan pola tingkah laku tertentu. Jika anak sering menunjukkan tantrum, sebaiknya Anda mencatat apa yang terjadi sebelum tantrumnya meledak, dan situasi seperti apa tantrum biasanya terjadi. Misalnya, jika tantrum sering terjadi saat anda menyiapkan makan siang, cobalah membiarkannya membantu Anda menyiapkan meja makan, atau memberikan mainan yang menarik sebelum Anda menyiapkan makanan.

Yah semoga saja pada akhirnya saya bisa menemukan formula yang tepat untuk meredakan tantrum #beibizee dan membuatnya bisa menyalurkan ‘unek-uneknya’ dengan lebih baik. Lagi pula, ini adalah masa-masa proses pembentukan karakter anak kan ya, di sinilah orang tua (baca: keluarga) sebagai lingkungan pertamanya berperan sangat penting. Bismillah!

Menurut Saya, Keajaiban Adalah…

..proses terwujudnya seorang bayi yang kemudian dilahirkan ke dunia. Sumpah itu menurut saya adalah the greatest miracle that I have ever seen. Yang pernah saya lihat dan saya rasakan juga saya alami kali ya lebih tepatnya. Mungkin itu juga perasaan Ibuk saya waktu dulu mengandung dan melahirkan saya sampai akhirnya saya jadi segede ini.

Iya, lagi pengen nulis tentang hamil terus nih hihihi.

Menakjubkan banget nggak sih, saat sel sperma jawara lalu bertemu dengan sel telur, lalu keduanya melebur dan berproses hingga membentuk janin. Dari situ aja sudah amat mengagumkan, masyaAllah.

Lalu dari yang bentuknya cuma bulet serupa titik, kemudian bulet berekor kayak kecebong, lalu jadi berbentuk janin, dan jadi serupa manusia kecil, aaaakkk.. menggemaskan and very awesome. Itulah keajaiban menurut saya: perkembangan janin.

Kalau membayangkannya sih emang terasa ajaib banget, tapi saat merasakannya ternyata cukup menguras energi dan pikiran. Soalnya, di pengalaman hamil Zee dulu, saya sempat mengalami masa-masa yang cukup berat, yaitu di trimester pertama.

Di trimester pertama ini, perkembangan janin berjalan dengan pesat, karenanya penting banget menjaga asupan makanan. Tapi juga sebagai salah satu masa terberat, at least for me, karena inilah masa peralihan yang mana hormon dan bentuk tubuh kita pun mulai berubah menyesuaikan dengan satu makhluk yang akan berkembang di dalam tubuh kita.

Bolak balik saya jatuh sakit, semacam masuk angin tapi lebih lemes lagi, muntah-muntah, susah makan, maunya pengen berbaring terus, pucat pasi, bahkan ngeflek-ngeflek. Sempat kata dokter kandungan pertama yang saya datengin dibilang, “Ini janinnya gak berkembang ini”. (Lalu saya ganti dokter karena gondok dibilang gitu, dan Alhamdulilah katanya saya cuma kecapekan saja. Ini nih pentingnya cari second opinion.)

Akhirnya saya banyak-banyak istirahat, banyak makan pisang juga (soalnya nggak doyan makan nasi), dan banyak minum air putih. Lalu saat menginjak akhir trimester pertama, saya langsung sehat sentosa! Nggak ada lagi keluhan-keluhan di atas. Kenapa? Karena kemarinnya abis dikusuk-kusuk Ibuk!

Hahaha, nggak tahu juga sih, mungkin karena memang pada akhirnya sudah waktunya saya kembali sehat dan kuat dan janin saya pun sudah semakin kuat dan berkembang dengan pesat. Tapi memang, kusuk-kusuk Ibuk itu makin bikin saya tambah sehat, hehehe..

Buat yang lagi hamil atau pengen hamil, cari referensi tentang kehamilan wajib banget loh hukumnya. Coba klik Bilna.com deh, di situ juga semua ada, dari informasi sampe kalo mau beli-beli :D.