Category Archives: as a working mother

First Aid for Kitchen Mess: Cukup 2000 Buat Hilangin Noda Membandel

Apa yang akan terjadi saat pada akhirnya kamu tergerak untuk masuk ke dapur dan mencoba untuk (merusakkan alat-alat dapurnya emak) memasak? Kalau saya sih, kira-kira adalah bikin panci-panci itu jadi ternoda. Ahaha.. Ya gitu, karena masak emang lebih berat daripada makan (ya eyalah, plis) dan yang lebih berat lagi adalah membersihkan segala alat yang dipakai dan dikeluarkan untuk melakukan percobaan yang cukup berhasil meski banyak gagalnya itu. #sigh

Ya udahlah sih, semua orang punya bakatnya sendiri-sendiri kan ya? Kan sering tuh dibilang di seminar-seminar parenting. Semua anak punya kecerdasan bawaannya sendiri-sendiri, jadi jangan suka membanding-bandingkan anak kita dengan anak orang lain ya, buibu pakbapak, gitu kan kata pembicaranya. Nah, maka dari itu, janganlah membandingkan saya dengan Farah Quin yaaa..

To be honest, saya bukannya gak suka masak. Dari lubuk hati terdalam saya, saya pengen banget bisa masak yang anggun dan cantik kayak di iklan-iklan itu. Ya udah deh, kalau iklan terlalu dreamy, ya kayak yang di kontes-kontes memasak itu looo.. Bisa set set des des lalu cling, terciptalah menu yang aduhai baik rasa maupun penampakannya. Tapi apalah daya, saya lebih lihai mengetik dibandingkan memotong bawang T_T. Pun saya lebih setrong buat nongkrongin laptop semalem suntuk pas nguber deadline daripada kudu bergumul dengan para bumbu dan bahan makanan, apalagi wadah-wadah bekas masak yang memenuhi tempat cuci piring. Tidaaarrrgghh….

Bayangin coba, udah capek-capek ngiris ini itu, nggerus ini itu, ulek-ulek ini itu, cemplung-cemplung ini itu, udek-udek ini itu, apa lagi ya.. mmm… incip-incip ini itu, angkat-angkat ini itu, lalu kita masih kudu berjibaku dengan cucian setumpuk. Mending juga kalo tinggal usap sekali langsung bersih bersinar ngecling kinclong dan berbau segar seperti (lagi-lagi) di iklan, nah kan tapi kita biasa masak pake santen, minyak, dan kawan-kawannya yang suka meninggalkan noda dan susah diilangin bekas-bekasnya ituuu… huhuhu…

Tapi pun akhirnya dua minggu yang lalu saya memutuskan untuk belanja ke pasar lagi, sambil cari suasana baru, masak jalan-jalan ke mall aja (sok-sokan sumpah >.<). Karena sambil pengen jalan-jalan, akhirnya cari pasar yang agak jauhan dikit, ke Pasar Pujon. Pas masuk ke pasar, ternyata ada rame-rame gitu di depannya. Umm... maksudnya keramaian yang nggak biasanya. Pas dideketin ternyata ada stand ijo bertuliskan Scotch-Brite™ berdiri di sana.

Saat membaca kata Scotch-Brite™ dan melihat gambar cewek bawa spons cuci piring di tangannya, tidak lain dan tidak bukan saya pun teringat dengan kehororan tempat cuci piring yang dipenuhi alat-alat memasak yang kotor bernoda dan berminyak. Benar-benar sebuah kebetulan yang mengagumkan! (Bahasa saya udah kayak telenovela belum? Behehehe. Sengaja kok, sengajaaa…) Wah, cocok banget nih buat persediaan di rumah. Spons cuci piring di rumah udah hampir abis dan mau repurchase spons yang biasa dipakai kok agak ragu. Spons cuci piring di rumah semacam susah membersihkan kotoran gitu, jadi kudu ngoyo digosok-gosok sebelum alat dapur jadi bener-bener bersih dan bersinar. Nah kok kebeneran ini ada Scotch-Brite™ yang buka stand di sini, ya belilah saya.

Ternyata nih, Scotch-Brite™ lagi meluncurkan tiga produk barunya: Sabut Spons Basic Scotch-Brite™, Sabut Stainless Basic Scotch-Brite™, dan Sabut Spons Ekonomis Scotch-Brite™. Tiga-tiganya sama-sama bisa diandalkan untuk membersihkan kotoran tanpa perlu terlalu ngoyo. Kemampuan ketiga produk baru ini juga dibuktikan dengan demo keunggulan produk yang disaksikan bareng-bareng sama pengunjung pasar.

Bahan Scotch-Brite™ ini punya daya serap yang lebih baik jika dibandingkan dengan produk lainnya. Soalnya nih, produk lain memakai bahan dari karpet. Hasilnya, produk lain tidak bisa menyerap cairan sebaik produk Scotch-Brite™. Dari demo Tantangan Bersih ini, bisa dibuktikan bahwa produk Scotch-Brite™ lebih cepat dan lebih kuat menghilangkan karat, hanya dalam dua menit lho! Terbukti kan ya kalau produk Scotch-Brite™ bisa membersihkan kotoran tanpa ngoyo, sekalipun tanpa air. Saat ada salah satu pengunjung yang diminta untuk mencoba sendiri, dia pun berujar kalau produk Scotch-Brite™ memang ampuh membersihkan kotoran membandel.

Ya udah, gih borong deh. Harganya terjangkau banget, mulai dua ribu rupiah saja. Tapi yang borong pas ada stand emang beruntung banget. Kalau beli setengah lusin, mereka bisa langsung dapet hadiah kipas angin, setrika listrik, atau mixer. Trus ada hadiah undiannya juga buat para pembeli yang beruntung. Hiburan serunya juga ada kok. Jadi ada lomba joget gitu, ada bagi-bagi piring cantik buat yang melakukan transaksi, dan ada pembagian gimmick celemek keren juga. Ya semoga yang sering-sering blusukan ke pasar bisa ketemu stand-nya Scotch-Brite™ dan ikutan dapet hadiah juga deh :).

Menurut Saya, Tahu Cara Memijat Bayi Yang Benar Adalah…

…salah satu kemampuan pendukung yang amat bermanfaat bagi para orang tua. Soalnya, memijat bayi, yang tentunya dengan cara yang benar, memiliki banyak kegunaan. Selain bisa menenangkan dan mengurangi frekuensi menangis pada bayi, memijat juga memberikan stimulasi sensorik yang bisa membantu bayi berkembang dengan lebih sehat.

Meskipun memijat bayi terlihat cukup mudah, namun kita harus melakukannya dengan amat hati-hati. Apalagi kalau bukan karena bayi masih amat ‘rapuh’ dan rentan. Karena itulah, memahami cara memijat bayi yang benar adalah hal yang cukup penting.

Melalui pijat bayi, Anda dapat lebih mengetahui cara bayi Anda berkomunikasi, serta cara untuk mendukungnya pada beberapa bulan pertama usianya.

(Johnsonsbaby.co.id)

Kalau seingat saya dulu, ibu saya sering kali meminta bantuan dukun bayi untuk memijat saya dan adik saya saat masih bayi. Sepertinya, masalah pijat memijat bayi ini adalah sebuah kemampuan khusus yang hanya dimiliki oleh orang yang mumpuni, yang saat itu tiada lain dan tiada bukan adalah dukun bayi. Padahal sih, kita sebagai orang tuanya juga bisa melakukannya, dengan pengetahuan yang benar.

Untungnya sekarang kita bisa dengan gampang mengakses berbagai informasi tentang apa pun lewat internet, tentang perawatan bayi and so much more. Jadi, kemampuan untuk memijat bayi pun bisa dipelajari dengan cukup mudah. Yang kita perlukan adalah mempelajarinya dengan saksama dan mempraktikkannya dengan sebaik-baiknya. Ingat, memijat bayi adalah sesuatu yang kita lakukan bersama si kecil, bukan semata untuk mereka.

cara memijat bayi yang benar

Source: http://magnibabyphoto.com/

Lalu gimana sih sebenarnya cara memijat bayi yang benar itu?

Memijat bayi tidak seperti memijat orang dewasa yang memerlukan banyak energi untuk menekan permukaan kulitnya. Memijat bayi di sini lebih menekankan pada sentuhan, sebuah cara yang kuat untuk menyampaikan cinta orang tua pada sang buah hati. Saat bayi masih berusia beberapa minggu, cukup berikan usapan pelan dan hindari terlalu lama memijat di satu tempat.

Jika bayi menunjukkan kesediaannya untuk dipijat, kita dapat mulai dengan melemaskan tangannya sebelum memijat area tubuh. Teknik melemaskan tangan ini juga bisa dipakai saat bayi membutuhkan istirahat selama dipijat karena bisa memberikan rasa aman sehingga bayi bisa menikmati sentuhan kita. Setelah itu, kita bisa mulai dengan memijat bagian kaki bayi karena biasanya bayi tidak akan menolak saat dipijat di daerah ini. Usaplah dari atas ke bawah untuk membuatnya lebih rileks.

Gunakan teknik memerah (milking) untuk memijat kaki. Pegang pergelangan kaki bayi menggunakan satu tangan sementara tangan yang lain memegang paha bayi. Lalu turunkan tangan ke bawah sambil mengusap sekeliling kaki hingga ke pergelangan kaki bayi seperti gerakan memerah. Untuk telapak kakinya, genggam telapak dengan lembut dan usap masing-masing jari kaki menggunakan ibu jari dan telunjuk kita. Usap bagian atas telapak kaki mulai jari kaki hingga pergelangan menggunakan ibu jari.

Selengkapnya dapat dibaca di sini.

Satu lagi manfaat memijat bayi yaitu dapat memperat ikatan antara orang tua dan bayi melalui kontak mata, kulit, suara, serta interaksi sensitif. Dan hal ini bisa membantu para orang tua yang mungkin mengalami depresi tertentu untuk membangun ikatan dengan buah hatinya. Jadi, nggak rugi kan ya mengetahui cara memijat bayi yang benar?

Menurut Saya, Melindungi Eksplorasi si Kecil dengan Nutrisi & Stimulasi yang Tepat Adalah…

…sebuah bahasan yang amat menarik, apalagi buat orang tua amatiran kayak saya yang segalanya masih dalam proses belajar ini. Karenanya, saat Dancow Parenting Center (DPC) mengadakan seminar yang membahas tema ini dan kebetulan diadakannya di Malang, saya pun nggak melewatkan kesempatan itu.

Jadi, hari Sabtu, 3 Oktober kemaren, DPC menggelar Seminar Parenting “Melindungi Eksplorasi si Kecil dengan Nutrisi & Stimulasi yang Tepat” di Hotel Santika Premiere. Dengan harga tiket masuk yang cukup terjangkau, kita mendapatkan banyak fasilitas yang asyik. Ada tiga pembicara yang ahli di bidangnya, yaitu Mbak Ratih Ibrahim, Mbak Sari Sunda, dan Bu Saptawati Bardosono, ada moderator yang kece, Mbak Shahnaz Haque, dan fasilitas-fasilitas lain seperti snack, goodie bag, makan siang, dan door prize bagi yang beruntung. Selain itu, ada hadiah spesial buat adik-adik yang berulang tahun ke-1 atau ke-2 di bulan September 2015. Ada juga play corner, jadi ibu-ibu yang bawa anak ke seminar nggak bakal cemas anak-anaknya bakal bosen.

Sesuai dengan temanya, pokok pembahasan seminar ini adalah bagaimana orang tua bisa mempersiapkan sedari dini untuk memberikan yang terbaik bagi tumbuh kembang anak.

Agar tumbuh kembang anak bisa optimal sehingga mereka bisa jadi manusia yang cerdas, sehat, kreatif, dan berperilaku baik, tiga kebutuhan utamanya harus dicukupi: kebutuhan Fisik-Biologis, Kasih Sayang, dan Stimulasi. Kebutuhan fisik-biologis itu sendiri adalah kebutuhan akan gizi, imunisasi, kebersihan badan dan lingkungan, pengobatan, bergerak, dan bermain. Kebutuhan kasih sayang mencakup rasa dilindungi, rasa aman dan nyaman, diperhatikan dan dilindungi, didengarkan keinginan atau pendapatnya, memberi contoh penuh kasih sayang, dsb. Sementara stimulasi adalah bermain sambil memberi contoh yang merangsang semua indera, komunikasi, emosi-sosial, kemandirian, berpikir, dan berkreasi. Kebutuhan stimulasi bermain sejak dini sendiri besar pengaruhnya pada berbagai kecerdasan anak (multiple intelligences). (Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), MSi)

Konsep itu kembali ditegaskan oleh Mbak Ratih Ibrahim dalam seminar kemarin. Diterangkannya bahwa kecukupan nutrisi penting sebagai penentu pertumbuhan yang sehat dan baik pada anak, membuat mereka semakin pintar, dan mencegah berbagai penyakit. Sedangkan attachment (kelekatan, berhubungan dengan kebutuhan kasih sayang) adalah ikatan emosional yang terutama antara anak dan pengasuhnya, yang mana keduanya memiliki peran terhadap kualitas hubungan tersebut. Attachment ini salah satunya adalah dengan stimulasi, yaitu rangkasan yang memancing respon. Stimulasi ini penting sekali diberikan sejak dini karena dibutuhkan untuk mengembangkan seluruh aspek kecerdasan dalam diri anak, meliputi kognisi, fisik, dan psikososial. Menurut Mbak Ratih, perkembangan zaman yang semakin canggih ini juga memberi pengaruh positif dalam bentuk teknologi, sehingga orang tua dapat memanfaatkan teknologi untuk membantu memberikan stimulasi kepada anak.

Penerapan pemanfaatan teknologi ini sendiri salah satunya adalah orang tua dapat menggali sebanyak mungkin informasi tentang parenting dan tumbuh kembang anak, misalnya dengan mengunjungi situs Dancow Parenting Center (https://www.dancow.co.id/dpc/). Di situs itu disajikan berbagai informasi yang bermanfaat berbentuk artikel maupun video. Ada pula tempat untuk berkonsultasi secara langsung dan menghubungi staf yang diperlukan.

Buat yang lebih suka mobile, ada juga aplikasi Stimulearn yang bisa didownload dari Play Store. Stimulearn sendiri adalah platform belajar interaktif yang dirancang untuk ibu dan anak. Dengan game yang asyik dan edukatif yang dikembangkan oleh ahlinya, anak mendapatkan stimulasi untuk 5 area penting perkembangannya: bahasa, pemecahan masalah, daya ingat, atensi, dan psikomotorik.

Sementara itu, Bu Saptawati Bardosono menjelaskan tentang asupan gizi yang sempurna. Adanya konsep 1000 Hari Pertama yang dicanangkan pemerintah sejak September 2012 menunjukkan bahwa 1000 hari pertama kehidupan (yaitu masa kehamilan hingga usia anak 2 tahun) adalah masa-masa yang sangat krusial bagi perkembangan anak. Untuk mengoptimalkan masa-masa itu, nutrisi yang baik harus dimulai sejak saat hamil, bahkan sebelum hamil sebagai persiapan yang baik. Selanjutnya, nutrisi untuk si bayi yang menyebabkan nutrisi ibu menyusui pun sangat penting, terutama karena pada 6 bulan pertama, bayi akan mendapatkan nutrisi eksklusif hanya dari ASI saja. Kandungan ASI selalu menyesuaikan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pada usia 6 bulan ke atas, bayi mulai mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) yang mana pemilihan bahan makanannya dapat dilakukan sesuai dengan usia dan kemampuan pencernaan si anak.

Beberapa nutrisi penting yang dibutuhkan pada anak di berbagai usia misalnya: 1) Nutrisi untuk pertumbuhan otak, yaitu nutrisi dan dari lemak baik: PUFA dengan ALA yang dapat diubah menjadi ARA, dan LA yang dapat diubah menjadi DHA; 2) Nutrisi untuk perlindungan, yaitu probiotik dan prebiotik yang dibutuhkan untuk mempertahankan sistem imunitas yang 80% berada di saluran cerna.

Sayangnya, Indonesia masih mengalami masalah nutrisi. 1 dari 10 balita mengalami malnutrisi. Tidak hanya sebatas anak kurus atau terlalu kurus, tapi juga kegemukan dan hidden hunger (kelaparan yang tidak terlihat dari luar, kekurangan zat gizi mikro seperti beberapa vitamin dan mineral). Disebutkan oleh Mbak Sari Sunda, terdapat parameter yang bisa dijadikan patokan untuk melihat perkembangan anak, yaitu: Sistem daya tahan tubuh, Serat pangan, Probiotik (specific strain), Vitamin A, C, E serta mineral Selenium dan Zinc, Perkembangan otak, Minyak Iklan (DHA, LA, ALA), Kolin, Taurin, Pertumbuhan (pada usia 1 tahun, berat badan anak sudah mencapai 3x lipat berat lahirnya, pada usia 2 tahun tinggi badannya sudah mencapai 50% tinggi badan dewasanya), Protein, dan Kalsium.

Mencukupi seluruh kebutuhan memang tidak selalu mudah. Namun kita bisa mengikuti saran My Plate Planner (piring makanku) di bawah. Kombinasi ini dapat mempermudah kita mendukung nutrisi Perlindungan, Otak, dan Pertumbuhan untuk si kecil.

My Plate Planner (sumber: hudsonhealthplan.org)

Untuk mendukung semua itu, Nestle Research Centre, yang merupakan salah satu lembaga penelitian nutrisi dan makanan terbesar di dunia, memperkenalkan produk barunya berdasarkan semua pedoman di atas: Dancow Excelnutri+, sebuah inovasi terbaru dari Nestle Research Centre dengan formula yang telah disempurnakan, mengandung berbagai nutrisi untuk membantu tumbuh kembang anak optimal.

Dalam Dancow Excelnutri+, terdapat nutrisi untuk membantu menjaga saluran cerna (serat pangan inulin, Lactobacillus rhamnosus NCC 4007 & Bifidobacterium longum NCC 3001, vitamin A, C, E, dan mineral selenium, serta zink), nutrisi untuk membantu proses belajar si kecil (minyak ikan sumber DHA, omega 3, dan omega 6), serta nutrisi untuk membantu pertumbuhan fisik (kalsium dan protein). Yaitu semua nutrisi yang telah disebutkan di atas yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

(sumber: kekenaima.com)

Setelah mendengarkan penjelasan yang mendetail dan amat bermanfaat ini, Mbak Shahnaz sebagai moderator lalu membuka sesi pertanyaan yang juga dijawab dengan sangat jelas. Selain itu, ada demo masak sehatnya juga lho! Saat akhirnya semua sesi seminar berakhir, semua peserta pun beranjak menuju tempat untuk makan siang. Hati senang, otak segar, perut pun kenyang, masih bawa goodie bag asyik lagi dari Dancow. Terima kasih ya Dancow, sering-sering ngadain seminar di Malang yaa…

Menurut Saya, Siap Punya Anak Adalah…

… siap untuk selalu kepikiran. Coba pas anak kita masih bayi, trus kita gendong dia pake selendang, pasti tanpa terkontrol muncul aja gitu kecemasan-kecemasan: Aduh, anakku posisinya udah enak belum ya? Selendangnya kesempitan nggak ya? Masih kena angin nggak ya? Napasnya masih enak kan ya? Nih anak kalo udah gede mau jadi apa ya? Dan sebagainya dan sebagainya..

Itu masih pas nggendong aja, coba pas yang lain-lainnya. Hufiuh, kartun di bawah ini sumpah cucok banget, bo! Ayah sama Bunda sama kan ya…

a comic by Grant Snider

Ada satu lagi nih yang suka kepikiran: anak saya mengonsumsi makanan yang sehat nggak ya? Iya sih kita udah mengupayakan untuk selalu mendapat yang terbaik. Dengan membeli di tempat tepercaya, memasak sendiri (oke, saya nggak masak sendiri, yang masak Emak saya, love you Emak, mumumuah), tapi kan tapi kan, masih ada risiko intervensi dari luar yang kita nggak berdaya menolaknya.

Tapi, jangan khawatir berlebihan yaa.. Di Indonesia, sudah ada Markaindo Selaras, perusahaan pengadaan bahan baku untuk industri makanan yang sudah berdiri sejak tahun 1982. Dengan motto “supplier of quality food ingredients”, Markaindo Selaras berupaya untuk memasok dan menjaga ketersediaan bahan baku berkualitas untuk industri makanan, khususnya industri pengolahan daging dan hasil laut. Yang pasti, bahan baku yang disediakan oleh Markaindo Selaras harus memiliki minimal 3 karakteristik ini: fungsional, food grade, dan halal.

Seiring perkembangannya, Markaindo Selaras juga memberikan dukungan teknis dengan berbagi informasi dan pengetahuan mengenai bahan baku yang dipasok serta teknologi pengolahan daging dan hasil laut secara umum. Kerja sama dengan berbagai perusahaan di Indonesia selaku pelanggan dan pemerintah dari berbagai negara juga dilakukan.

Paling enggak, kecemasan kita sedikit teratasi kan ya? 😀

Menurut Saya, Saya Lima Tahun Mendatang Adalah… [Casa Elana for IHB Blog Post Challenge]

…orang yang jauh lebih sukses dari sekarang. I know a lot of people merasa kalau ukuran sukses adalah banyaknya uang yang dipunya. Walaupun nggak sepenuhnya nggak setuju (I know I have to be realistic, nggak semua yang kita inginkan bisa terwujud tanpa adanya uang), tapi kesuksesan tercipta dari beberapa hal yang saling berpadu.

Kalau buat saya, sukses adalah bisa melakukan yang kita sukai bersama orang yang kita sayangi, tanpa takut kehabisan waktu, energi, dan resources. Entah kalau kamu.

Yang pasti, ada lima impian yang saya punya untuk dicapai maksimal dalam lima tahun ke depan, bismillah semoga bisa ya Allah!

1. Bikin clothing line.

Ini sih benernya cita-cita sejak dulu, bahkan waktu SMP saya udah ikutan keterampilan Tata Busana lho! Sayang nggak ditelatenin dan dikembangkan dan baru-baru ini aja ditekunin beneran. My mantra: if i want to do something, i want to do it best. Karenanya saya sampai bela-belain belajar gambar fashion juga selain belajar mecah pola karena saya pengen pengetahuan yang sedalam-dalamnya.

Untungnya saya ketemu sama orang yang passionnya sama. Dia @rhefaraa yang juga suka desain dan jago foto (tuh #ootd saya di Instagram siapa lagi yang moto kalo bukan dia hehe). Kami berdua sudah punya timeline untuk bikin merek baju sendiri, tahun ini, paling ga nanti pas lebaran kita pake baju bikinan kita sendiri lah.

Saya nggak mau kalah gitu sama brand-brand Indonesia yang keren-keren dan kuat banget brand visibility-nya. Salah satunya adalah Casa Elana, yang bajunya saya pake di foto #ootd ala-ala saya di bawah ini :D. (Kalau mau tahu koleksi baju-baju Casa Elana yang nggak biasa, cek blognya deh di http://www.casaelana-shop.com/)

#latepost buat #DandanSenin jadi #dandanselasa deh bhuhuhu.. #SquareInstaPic @dandansenin @kuningan_city @wondershoe

A photo posted by Noviana Indah (@nophindahoz) on

2. Build my own company.

Selain punya passion di bidang fashion, saya juga cinta dengan profesi saya sebagai penerjemah. Dan sebagai seorang profesional, ujian terbesarnya adalah mendirikan perusahaan sendiri, nggak lagi ikut orang.

I have built my start-up company with my husband. Namanya BRIDGE. Masih bayik banget, kliennya pun sebenernya bukan lihat bridge ini, tapi menghubungi saya atau Cinta lewat ProZ ataupun LinkedIn atau sihapei atau menjawab lamaran yang saya kirim. Semoga si bayi lekas berkembang ya.

3. Have a second child.

Waktu awal menikah dulu kami sudah merencanakan untuk punya dua anak saja. Dan jaraknya yang paling pas adalah 4 tahun. Putri pertama saya, #beibizee, udah 2,5 tahun dan bakal 3 tahun di 2015 ini, jadi it’s time to start the program. Rencananya sih pengen anak cowok setelah yang pertama cewek, biar pas. Semoga keturutan ya.

4. Working at home.

Sebenernya impian ini berkaitan dengan impian nomor 2. I’m planning to handle the company from home so that saya masih bisa terus mengawasi anak-anak saya dan melihat setiap saat bagaimana mereka berkembang. Yeah i know it will be hard, but i must disciplining my self for that.

5. Belajar masak. Masak yang sehat. #cleaneating.

Like my mantra yang saya sebutin di atas, kalau saya pengen melakukan sesuatu, saya harus melakukannya dengan benar, jadi saya harus mempelajarinya dari dasar dan benar-benar menguasainya.

Impian yang satu ini sebenernya berawal saat saya pada akhirnya mengunjungi Instagram Sophie Navita (I believe there is no coincidence in this world, jadi ini memang sudah diatur sama Tuhan agar saya tergerak untuk masak, wkwkwk). Sebenernya kangen aja sih lihat Mbak Sophie, lebih karena dulu pas SMA, pas zaman-zamannya ada film seri Lupus yang bintangnya Irgy Fahrezy (dang! ketauan deh kalo angkatan lawas wkwkwk), saya dipanggil Happy karena katanya mirip sama Mbak Sophie ini. Saya sih seneng-seneng aja, entah Mbak Sophie-nya gimana hahahaha.. Okay, back to the topic, lalu saya jadi tertarik sama hashtag yang sering dipake di IG itu, something like this: #indonesiamakansayur a #plantbased eating community in #indonesia #powerbyplants #plantstrong #herbivore #eeeeeats #foodstagram #foodmatters #foodsustainibility #cleaneating #buatsendirimakananmu #kembalikedapuryuk.

Lalu saya penasaran dong yaa… Sebagai orang yang susah banget makan sayur, saya lihat makanan yang disajikan Mbak Sophie terlihat begitu menggoda dan sepertinya lezat. Mungkin itu yang harus saya contoh biar saya bisa seneng makan sayur, dan yang lebih penting lagi, bisa menyehatkan keluarga saya. That’s it! Lalu ini jadi salah satu list impian saya: bisa masak #cleaneating. (Tapi kalo vegan beneran saya ngeri, saya sih sepertinya akan meningkatkan konsumsi sayur, begituh.)

Lalu kalau kamu, apa impianmu? Don’t be afraid to make it big and share it. Bahkan blog Indonesian Hijabblogger juga mengajak kita buat sharing impian lho! Cek deh di blognya di http://indonesian-hijabblogger.com/.

NB: Tulisan ini diikutkan dalam Casa Elana for IHB Blog Post Challenge.