Category Archives: Beibitur

Menurut Saya, Menghadapi Tantrum Anak Adalah…

..kesulitan besar. Hiks.

#beibizee sekarang udah menginjak usia 20 bulan. Kata-katanya sih udah masa-masa tantrum terparah. Dan kayaknya sih… iya. 🙁

Sedih, bingung, jengkel, capek, cemas, takut, sampai hampir menyerah. Semua itu yang saya rasakan akhir-akhir ini saat menghadapi #beibizee kalau lagi kumat tantrum. Gejala-gejalanya bakal tantrum adalah mulai meminta sesuatu yang nggak jelas, berkali-kali diomongkan, ganti-ganti permintaan, minta A dikasi A malah minta B, dikasi B malah mulai menolak dengan suara keras. Lalu bisa ditebak setelahnya, nangis sambil jerit-jerit. Ampun!

Sampai sekarang, saya masih belum bisa dapet cara yang pas buat mengatasi tantrumnya #beibizee. Kalau dulu pas masi nenen, disodorin gentongnya sih bakal langsung bikin dia tenang, bahkan lalu bobok. Sayangnya, sekarang #beibizee udah nggak nenen. Pas tantrum, dikasih mimik dot pun nggak bakal diterima, pasti ditolak. Iya kalo ditolak baik-baik, nolaknya pake acara jejeritan seolah-olah sampe sekampung denger, aarrgh!

Usut punya usut, yang namanya tantrum ternyata memang salah satu fase yang akan dilewati oleh anak. Sejak usia 18 bulan hingga 3 tahun, anak mulai mengembangkan daerah otonominya yang membuat mereka akan menunjukkan berbagai perilaku: membangkang, keras kepala, menolak, bahkan marah. Dan ini rupa-rupanya juga dipengaruhi oleh karakter anak. Misalnya, kalau karakter anak cukup keras, bisa jadi lebih sering menunjukkan tantrum (yah, meskipun faktor-faktor lain juga amat berpengaruh).

Karakter anak sendiri akan mulai benar-benar tampak setelah dia berusia 2 tahun ke atas. Nanti kita bisa lihat dari sifat dan sikap mereka, apakah mereka berkarakter plegmatis, koleris, sanguinis, atau melankolis. Yah, #beibizee memang lagi bersiap-siap untuk membentuk karakternya, Nopek, jadi semangat terus ya, jangan menyerah menghadapi berbagai tantrumnya karena dengan begitu kamu akan bisa mengenal anakmu lebih dalam lagi, yosh!

Sedikit info tambahan tentang tantrum (sumber dari sini):

  1. Walaupun kemarahan adalah emosi yang jelas terlihat oleh orang tua, tantrum selalu merupakan campuran antara amarah dengan perasaan lain seperti frustasi atau panik.
  2. Tantrum biasanya dilakukan di hadapan Anda, sebagai orang tua, atau orang lain, yang dikenal dan dirasa aman oleh anak.
  3. Temperamen anak sangat menentukan. Anak yang aktif dan berkeinginan keras kemungkinan besar menunjukkan tantrum.
  4. Beberapa ahli memperkirakan satu di antara lima anak usia dua tahun menunjukkan tantrum dua kali dalam sehari. Namun jangan lupa, ini juga berarti empat dari lima anak usia tersebut tidak menunjukkan tantrum sebanyak itu.
  5. Jika ditangani dengan baik oleh orang tua sejak dini, tantrum semakin jarang terjadi saat anak tumbuh dewasa, dan yang paling buruk biasanya tidak lagi ditunjukkan saat anak berusia tiga atau empat tahun.
  6. Tantrum sering terjadi saat perasaan anak di luar kendali.
  7. Kira-kira tiga perempat dari semua tantrum terjadi di rumah, tetapi tantrum terburuk sering terjadi di tempat umum.
  8. Tingkah laku yang umum ditunjukkan saat tantrum terjadi antara lain berteriak, menangis, memukul, menendang, mengeraskan tangan dan kaki, menekuk tubuh ke belakang, menjatuhkan tubuh ke lantai, dan berlari.
  9. Pada tantrum yang parah, wajah anak bisa membiru, mual, atau bahkan menahan napas hingga kehilangan kesadaran tetapi refleks alaminya memastikan ia segera bernapas kembali sebelum membahayakan tubuhnya.
  10. Mayoritas tantrum merupakan ekspresi dari kehilangan kendali, yang merupakan tanggapan dari perasaan frustasi, ketidakberdayaan, dan kemarahan, dan terjadi karena kurangnya keterampilan anak untuk menghadapi perasaan ini

(Bukaan, ini bukan tantrumnya #beibizee. Ini pas dia lagi manis-manisnya, menari-nari dengan riang gembira nananana :D)

Dan saran menghindari tantrum (dari sumber yang sama):

  1. Mengalihkan perhatian. Saat merasa tantrum akan terjadi, Anda memiliki sedikit waktu untuk mengalihkan perhatian anak. Secepat mungkin tunjukkan mainan baru, atau tunjukkan kejadian yang sedang terjadi di luar rumah dengan mengatakan, “Sepertinya ada bus yang datang, yuk kita lihat”. Cara ini cukup manjur terutama pada anak kecil, walaupun anak usia tiga tahun ke atas tidak mudah tertipu dengan cara ini.
  2. Penggantian. Jika Anda langsung menawarkan mainan baru, anak dengan senang hati memberikan kunci yang Anda inginkan. Contoh lainnya memberikan kertas saat ia ingin menggambar di dinding rumah, atau majalah lama untuk ia sobek-sobek jika ia mencoba untuk menyobek koran Anda.
  3. Memperhatikan pola tingkah laku tertentu. Jika anak sering menunjukkan tantrum, sebaiknya Anda mencatat apa yang terjadi sebelum tantrumnya meledak, dan situasi seperti apa tantrum biasanya terjadi. Misalnya, jika tantrum sering terjadi saat anda menyiapkan makan siang, cobalah membiarkannya membantu Anda menyiapkan meja makan, atau memberikan mainan yang menarik sebelum Anda menyiapkan makanan.

Yah semoga saja pada akhirnya saya bisa menemukan formula yang tepat untuk meredakan tantrum #beibizee dan membuatnya bisa menyalurkan ‘unek-uneknya’ dengan lebih baik. Lagi pula, ini adalah masa-masa proses pembentukan karakter anak kan ya, di sinilah orang tua (baca: keluarga) sebagai lingkungan pertamanya berperan sangat penting. Bismillah!

Menurut Saya, Keajaiban Adalah…

..proses terwujudnya seorang bayi yang kemudian dilahirkan ke dunia. Sumpah itu menurut saya adalah the greatest miracle that I have ever seen. Yang pernah saya lihat dan saya rasakan juga saya alami kali ya lebih tepatnya. Mungkin itu juga perasaan Ibuk saya waktu dulu mengandung dan melahirkan saya sampai akhirnya saya jadi segede ini.

Iya, lagi pengen nulis tentang hamil terus nih hihihi.

Menakjubkan banget nggak sih, saat sel sperma jawara lalu bertemu dengan sel telur, lalu keduanya melebur dan berproses hingga membentuk janin. Dari situ aja sudah amat mengagumkan, masyaAllah.

Lalu dari yang bentuknya cuma bulet serupa titik, kemudian bulet berekor kayak kecebong, lalu jadi berbentuk janin, dan jadi serupa manusia kecil, aaaakkk.. menggemaskan and very awesome. Itulah keajaiban menurut saya: perkembangan janin.

Kalau membayangkannya sih emang terasa ajaib banget, tapi saat merasakannya ternyata cukup menguras energi dan pikiran. Soalnya, di pengalaman hamil Zee dulu, saya sempat mengalami masa-masa yang cukup berat, yaitu di trimester pertama.

Di trimester pertama ini, perkembangan janin berjalan dengan pesat, karenanya penting banget menjaga asupan makanan. Tapi juga sebagai salah satu masa terberat, at least for me, karena inilah masa peralihan yang mana hormon dan bentuk tubuh kita pun mulai berubah menyesuaikan dengan satu makhluk yang akan berkembang di dalam tubuh kita.

Bolak balik saya jatuh sakit, semacam masuk angin tapi lebih lemes lagi, muntah-muntah, susah makan, maunya pengen berbaring terus, pucat pasi, bahkan ngeflek-ngeflek. Sempat kata dokter kandungan pertama yang saya datengin dibilang, “Ini janinnya gak berkembang ini”. (Lalu saya ganti dokter karena gondok dibilang gitu, dan Alhamdulilah katanya saya cuma kecapekan saja. Ini nih pentingnya cari second opinion.)

Akhirnya saya banyak-banyak istirahat, banyak makan pisang juga (soalnya nggak doyan makan nasi), dan banyak minum air putih. Lalu saat menginjak akhir trimester pertama, saya langsung sehat sentosa! Nggak ada lagi keluhan-keluhan di atas. Kenapa? Karena kemarinnya abis dikusuk-kusuk Ibuk!

Hahaha, nggak tahu juga sih, mungkin karena memang pada akhirnya sudah waktunya saya kembali sehat dan kuat dan janin saya pun sudah semakin kuat dan berkembang dengan pesat. Tapi memang, kusuk-kusuk Ibuk itu makin bikin saya tambah sehat, hehehe..

Buat yang lagi hamil atau pengen hamil, cari referensi tentang kehamilan wajib banget loh hukumnya. Coba klik Bilna.com deh, di situ juga semua ada, dari informasi sampe kalo mau beli-beli :D.

Menurut Saya, Hamil Adalah…

..salah satu pengalaman paling menakjubkan yang pernah saya rasakan. Syukur alhamdulillah karena setelah resmi menikah, saya dan Cinta langsung diberikan kepercayaan untuk bersiap-siap menjadi orang tua. Iya, saya langsung hamil.

Sekitar dua-tiga mingguan setelah menikah, saya merasa jadi cepat lelah, letih, dan suka ngantuk. Kalau biasanya saya betah melek sambil online sampai malem (which means lebih dari jam 11), saat itu saya cuma bisa nahan ngantuk mentok-mentok sampe jam 10.

Belum ngeh juga sih penyebabnya apa, saya pikir sih saat itu karena kecapekan aja karena akhirnya mendapat tugas baru selain jadi wanita kantoran: ibu rumah tangga.

Selain cepet lelah dan ngantuk, saya juga nggak bisa nggak tidur sore (maklum ya, pekerja kantoran, jadi nggak bisa tidur siang). Jadi, setelah pulang kantor, kalo biasanya saya bertugas bersih-bersih kamar kosan (yap, pas itu saya dan Cinta masih ngekos :D), jadinya pengen cepet-cepet ketemu bantal aja. Gara-gara saking malesnya sampe ditegor Cinta karena kamar jadi banyak debu soalnya saya alpa nyapu-nyapu.

Kebetulan saat itu, temen baik saya lagi hamil 3 bulan. Saya tanya-tanya dong ya, gimana sih gejala hamil itu. Pasalnya, saya jadi agak curiga, jangan-jangan yang saya alami ini adalah gejala hamil.

Ternyata, apa yang dialami temen saya itu di awal kehamilannya sama persis dengan segala kecenderungan yang saya alami. Mulai dari cepet capek, suka ngantuk, nggak bisa nahan tidur, dan gampang letih. Yang beda mungkin karena saya malah cenderung males makan dan nggak suka ngemil, kebalikan dari temen saya itu.

Saya sih nggak langsung coba ngetes pake test pack. Saya memutuskan untuk menunggu semingguan setelahnya karena itu adalah waktunya saya dapet menstruasi. Kita lihat apakah saya telat atau tidak.

Ternyata, di hari yang seharusnya saya sudah mulai mens, si tamu itu nggak dateng-dateng. Besoknya, saya coba ajak Cinta ke apotek buat beli test pack. Menurut informasi yang saya terima dari teman saya, ngetes dengan test pack sebaiknya dilakukan di pagi hari saat pipis pertama habis bangun tidur. Alasannya sih karena hormon hCG (hormon yang diproduksi setelah terjadi pembuahan) lagi banyak-banyaknya pas pagi. Oke deh..

Besok paginya, saya cek. Lalu saya pentelengin deh itu si test pack, lalu muncul deh dua garis. Yeeey, positif! Jadi bener ya, kemaren-kemaren itu emang gejala hamil hehehe..

Setelah tahu hamil, langsung deh saya jadi sering browsing-browsing mencari info yang berkaitan tentang kehamilan dan kesehatan ibu dan janin. Dan yang cukup membantu buat saya adalah web Ibu&Balita, informasinya lengkap dan mudah dicari, trus kita juga bisa tanya-tanya sama narasumber kalo misalnya masih belum paham benar tentang suatu topik. Coba klik aja deh kalo nggak percaya :p.

My Star[t]s feat Beibizee

Akhirnya jadi juga desain sepatu pertama saya. Berawal dari kecintaan saya akan warna merah dan detail stud alias paku-pakuan, saya iseng-iseng gambar flat shoes sambil membebaskan imajinasi. Lalu terbitlah ide bikin motif bintang pake stud, dan taraaa.. jadinya gini deh.

Saran dan masukan sangat diharapkan, soalnya ini memang the very first design. I know it is so far away from perfection, but still, I feel somewhat like bangga bisa mendesain sepatu sendiri hihihi..

Star[t]s by Nophindahoz

Sebenernya desain ini agak melenceng dari bayangan, tapi emang gambar desain saya ga terlalu jelas sih *fiuh, harus lebih banyak latihan gambar*. Seharusnya model awalnya bukan flat shoes, tapi loafer. Kalo loafer kan bagian depannya agak lebih luas tuh, jadi kalo diisi motif bintang pake stud gak bakal kepenuhan. Tapi turned out that saya malah gambar flat shoes, akhirnya jadinya gitu deh hahahaa.. gapapa lah, masih bagus juga (kata saya :P).

The studs

Saya pernah kapok beli flat shoes di OLshop. Bukan, bukan karena sepatunya jelek sih. Sepatunya bagus kok desainnya, murah lagi. Kapoknya adalah solnya keras banget! (But c’mon Nopek, what do you expect? Harga murah artinya juga ga mungkin kamu bisa dapat kualitas tinggi kalik #ceples) Kaki saya agak manja, jadi kalo kena sol yang keras dikit langsung rewel, suka jadi pecah-pecah ama pegel-pegel gituh deh. Makanya, pas desain my very own shoes, saya berjanji akan selalu pilih sol yang empuk dan fleksibel. Dan saya memenuhi sumpah itu. Star[t]s dibuat dengan sol karet warna. Saya memilih warna merah karena memang tone warna Star[t]s merah sama hitam dengan sentuhan warna perak dari paku-pakunya. Believe me, sol ini empuk dan lentur banget! Nyaman di kaki :).

Sol karet warna

And in this very beginning, this very star[t]s, apalah yang lebih menggembirakan selain melihat orang tersayang kita menyukai buatan kita. And it turns out that my #beibizee loves the shoes so much! (Sebenernya Zizii sih emang suka banget sama semua sepatu gede yang ada di rumah, apalagi sepatu-sepatu saya, hahahaaa.. tapi gapapa lah, saya anggap Zizii ngefans sama sepatu (buatan) emaknyaaa hehehee..)

Pake sepatunya Bunbun apa sepatu baruku ini yaaa

Kalo kamu pilih yang mana, Cing?

Star[t]s with Beibizee

Dan akhirnya #beibizee jalan-jalan ke depan rumah pake Star[t]s, sepatu barunya dianggurin hihihi..

Dianggurin deh.. hahaa

Next I will play with more colours and shape details. Jangan ragu kasih saran buat saya yaa :).

My First Instalogi #minibook: Zee in Motion

Asyik! #minibook pertama saya udah sampai dengan selamat di rumah! Dua #minibook yang rencananya saya kasih ke Ibuk Bangil satu dan Emak satu ini terlihat unik dan lucu. A cute concise portable book that showcasing your instagram photos. Semacam album foto tempat menyimpan foto-foto yang sering kali disusun berdasarkan suatu tema tertentu, kayak album pernikahan, album liburan, dan sebagainya.

instalogi, minibook, envelope, amplop
My #minibook come in this classic envelope. Sempat berpikir kalau amplop ini juga disegel sama lilin hahahaa… Eh, iya, itu jari saya nongol sedikit, abaikan yak :D

Masih ingat nggak sih saat kamera digital belum semarak sekarang ini? Saat berfoto adalah tentang film ASA, cari spot yang bener-bener bagus, berpose semenarik mungkin, menjepret sesuatu yang benar-benar penting dan pantas diabadikan, dan deg-degan menunggu foto jadi setelah dicuci dan dicetak?

Instalogi sepertinya ingin membawa kita kembali ke kenangan semacam itu. Memang tidak sedeg-degan saat kita menunggu hasil cetak foto karena pastinya kita sudah tahu hasil fotonya, tapi kesenangan menyusun foto-foto sesuai dengan tema lalu meletakkannya di bufet deket meja ruang tamu atau ruang keluarga untuk kemudian dibuka-buka lagi saat kangen serasa disajikan lagi di sela-sela dunia yang serba digital kita sekarang ini.

Jadi, Instalogi menawarkan #minibook sebagai album cetak untuk kumpulan foto Instagram kita. #minibook ini terdiri dari 30 foto yang (diusahakan) terkumpul sesuatu tema tertentu. Kayak punya saya, kali ini saya bikin tema Zee in Motion. Idenya sih dapat dari mas Arif Bayu yang mencetak foto anak-anaknya buat dikasih ke mbah mereka. Sama persis, saya juga mencetak foto-foto Zee yang ada di Instagram untuk dikasih ke Ibuk Bangil sama Emak. Kebetulan ada foto-foto dari Zee baru lahir sampai sekarang umur 8 bulan yang saya upload di Instagram, tentu saja lengkap dengan pengaplikasian filter yang unik-unik itu.

Dan taraaa… inilah penampakan #minibook saya. Puas? Cukup puas karena fotonya tercetak jelas dan sesuai dengan yang terlihat di web instagram. Kenapa cuma cukup aja, soalnya fotonya kecil, kurang gede sih menurut saya. Yeah well, namanya juga #minibook ya, masa ukurannya gede, nggak nyambung dong ama namanya. Satu lagi, karena warna foto kalau dicetak di atas kertas jatuhnya bakal lebih gelap, usahakan foto Instagram yang bakal kita cetak itu dipilih yang terang ya, kalo nggak ya bakal tampak gelap :).

instalogi, minibook

So, idenya bagus nih #minibook, bikin ketagihan. Mungkin bisa dijadikan hadiah kejutan buat kado pacar atau suami di ulang tahun jadian atau pernikahan hehehe.. Saran dari saya sih mungkin ke depannya halamannya nggak plain gitu aja, bisa dilengkapi dengan tanggal dan caption pendek buat fotonya, biar lebih berkesan :D.

Jadi, mana #minibook mu?

Kalau tertarik bikin #minibook, langsung aja cuss ke instalogi.com. Tinggal ikuti langkah-langkah pemesanan di sini, dan taraaa.. #minibook (atau produk lain pilihanmu) akan langsung meluncur :).