Category Archives: Beibitur

Menurut Saya, Melindungi Eksplorasi si Kecil dengan Nutrisi & Stimulasi yang Tepat Adalah…

…sebuah bahasan yang amat menarik, apalagi buat orang tua amatiran kayak saya yang segalanya masih dalam proses belajar ini. Karenanya, saat Dancow Parenting Center (DPC) mengadakan seminar yang membahas tema ini dan kebetulan diadakannya di Malang, saya pun nggak melewatkan kesempatan itu.

Jadi, hari Sabtu, 3 Oktober kemaren, DPC menggelar Seminar Parenting “Melindungi Eksplorasi si Kecil dengan Nutrisi & Stimulasi yang Tepat” di Hotel Santika Premiere. Dengan harga tiket masuk yang cukup terjangkau, kita mendapatkan banyak fasilitas yang asyik. Ada tiga pembicara yang ahli di bidangnya, yaitu Mbak Ratih Ibrahim, Mbak Sari Sunda, dan Bu Saptawati Bardosono, ada moderator yang kece, Mbak Shahnaz Haque, dan fasilitas-fasilitas lain seperti snack, goodie bag, makan siang, dan door prize bagi yang beruntung. Selain itu, ada hadiah spesial buat adik-adik yang berulang tahun ke-1 atau ke-2 di bulan September 2015. Ada juga play corner, jadi ibu-ibu yang bawa anak ke seminar nggak bakal cemas anak-anaknya bakal bosen.

Sesuai dengan temanya, pokok pembahasan seminar ini adalah bagaimana orang tua bisa mempersiapkan sedari dini untuk memberikan yang terbaik bagi tumbuh kembang anak.

Agar tumbuh kembang anak bisa optimal sehingga mereka bisa jadi manusia yang cerdas, sehat, kreatif, dan berperilaku baik, tiga kebutuhan utamanya harus dicukupi: kebutuhan Fisik-Biologis, Kasih Sayang, dan Stimulasi. Kebutuhan fisik-biologis itu sendiri adalah kebutuhan akan gizi, imunisasi, kebersihan badan dan lingkungan, pengobatan, bergerak, dan bermain. Kebutuhan kasih sayang mencakup rasa dilindungi, rasa aman dan nyaman, diperhatikan dan dilindungi, didengarkan keinginan atau pendapatnya, memberi contoh penuh kasih sayang, dsb. Sementara stimulasi adalah bermain sambil memberi contoh yang merangsang semua indera, komunikasi, emosi-sosial, kemandirian, berpikir, dan berkreasi. Kebutuhan stimulasi bermain sejak dini sendiri besar pengaruhnya pada berbagai kecerdasan anak (multiple intelligences). (Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), MSi)

Konsep itu kembali ditegaskan oleh Mbak Ratih Ibrahim dalam seminar kemarin. Diterangkannya bahwa kecukupan nutrisi penting sebagai penentu pertumbuhan yang sehat dan baik pada anak, membuat mereka semakin pintar, dan mencegah berbagai penyakit. Sedangkan attachment (kelekatan, berhubungan dengan kebutuhan kasih sayang) adalah ikatan emosional yang terutama antara anak dan pengasuhnya, yang mana keduanya memiliki peran terhadap kualitas hubungan tersebut. Attachment ini salah satunya adalah dengan stimulasi, yaitu rangkasan yang memancing respon. Stimulasi ini penting sekali diberikan sejak dini karena dibutuhkan untuk mengembangkan seluruh aspek kecerdasan dalam diri anak, meliputi kognisi, fisik, dan psikososial. Menurut Mbak Ratih, perkembangan zaman yang semakin canggih ini juga memberi pengaruh positif dalam bentuk teknologi, sehingga orang tua dapat memanfaatkan teknologi untuk membantu memberikan stimulasi kepada anak.

Penerapan pemanfaatan teknologi ini sendiri salah satunya adalah orang tua dapat menggali sebanyak mungkin informasi tentang parenting dan tumbuh kembang anak, misalnya dengan mengunjungi situs Dancow Parenting Center (https://www.dancow.co.id/dpc/). Di situs itu disajikan berbagai informasi yang bermanfaat berbentuk artikel maupun video. Ada pula tempat untuk berkonsultasi secara langsung dan menghubungi staf yang diperlukan.

Buat yang lebih suka mobile, ada juga aplikasi Stimulearn yang bisa didownload dari Play Store. Stimulearn sendiri adalah platform belajar interaktif yang dirancang untuk ibu dan anak. Dengan game yang asyik dan edukatif yang dikembangkan oleh ahlinya, anak mendapatkan stimulasi untuk 5 area penting perkembangannya: bahasa, pemecahan masalah, daya ingat, atensi, dan psikomotorik.

Sementara itu, Bu Saptawati Bardosono menjelaskan tentang asupan gizi yang sempurna. Adanya konsep 1000 Hari Pertama yang dicanangkan pemerintah sejak September 2012 menunjukkan bahwa 1000 hari pertama kehidupan (yaitu masa kehamilan hingga usia anak 2 tahun) adalah masa-masa yang sangat krusial bagi perkembangan anak. Untuk mengoptimalkan masa-masa itu, nutrisi yang baik harus dimulai sejak saat hamil, bahkan sebelum hamil sebagai persiapan yang baik. Selanjutnya, nutrisi untuk si bayi yang menyebabkan nutrisi ibu menyusui pun sangat penting, terutama karena pada 6 bulan pertama, bayi akan mendapatkan nutrisi eksklusif hanya dari ASI saja. Kandungan ASI selalu menyesuaikan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pada usia 6 bulan ke atas, bayi mulai mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) yang mana pemilihan bahan makanannya dapat dilakukan sesuai dengan usia dan kemampuan pencernaan si anak.

Beberapa nutrisi penting yang dibutuhkan pada anak di berbagai usia misalnya: 1) Nutrisi untuk pertumbuhan otak, yaitu nutrisi dan dari lemak baik: PUFA dengan ALA yang dapat diubah menjadi ARA, dan LA yang dapat diubah menjadi DHA; 2) Nutrisi untuk perlindungan, yaitu probiotik dan prebiotik yang dibutuhkan untuk mempertahankan sistem imunitas yang 80% berada di saluran cerna.

Sayangnya, Indonesia masih mengalami masalah nutrisi. 1 dari 10 balita mengalami malnutrisi. Tidak hanya sebatas anak kurus atau terlalu kurus, tapi juga kegemukan dan hidden hunger (kelaparan yang tidak terlihat dari luar, kekurangan zat gizi mikro seperti beberapa vitamin dan mineral). Disebutkan oleh Mbak Sari Sunda, terdapat parameter yang bisa dijadikan patokan untuk melihat perkembangan anak, yaitu: Sistem daya tahan tubuh, Serat pangan, Probiotik (specific strain), Vitamin A, C, E serta mineral Selenium dan Zinc, Perkembangan otak, Minyak Iklan (DHA, LA, ALA), Kolin, Taurin, Pertumbuhan (pada usia 1 tahun, berat badan anak sudah mencapai 3x lipat berat lahirnya, pada usia 2 tahun tinggi badannya sudah mencapai 50% tinggi badan dewasanya), Protein, dan Kalsium.

Mencukupi seluruh kebutuhan memang tidak selalu mudah. Namun kita bisa mengikuti saran My Plate Planner (piring makanku) di bawah. Kombinasi ini dapat mempermudah kita mendukung nutrisi Perlindungan, Otak, dan Pertumbuhan untuk si kecil.

My Plate Planner (sumber: hudsonhealthplan.org)

Untuk mendukung semua itu, Nestle Research Centre, yang merupakan salah satu lembaga penelitian nutrisi dan makanan terbesar di dunia, memperkenalkan produk barunya berdasarkan semua pedoman di atas: Dancow Excelnutri+, sebuah inovasi terbaru dari Nestle Research Centre dengan formula yang telah disempurnakan, mengandung berbagai nutrisi untuk membantu tumbuh kembang anak optimal.

Dalam Dancow Excelnutri+, terdapat nutrisi untuk membantu menjaga saluran cerna (serat pangan inulin, Lactobacillus rhamnosus NCC 4007 & Bifidobacterium longum NCC 3001, vitamin A, C, E, dan mineral selenium, serta zink), nutrisi untuk membantu proses belajar si kecil (minyak ikan sumber DHA, omega 3, dan omega 6), serta nutrisi untuk membantu pertumbuhan fisik (kalsium dan protein). Yaitu semua nutrisi yang telah disebutkan di atas yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

(sumber: kekenaima.com)

Setelah mendengarkan penjelasan yang mendetail dan amat bermanfaat ini, Mbak Shahnaz sebagai moderator lalu membuka sesi pertanyaan yang juga dijawab dengan sangat jelas. Selain itu, ada demo masak sehatnya juga lho! Saat akhirnya semua sesi seminar berakhir, semua peserta pun beranjak menuju tempat untuk makan siang. Hati senang, otak segar, perut pun kenyang, masih bawa goodie bag asyik lagi dari Dancow. Terima kasih ya Dancow, sering-sering ngadain seminar di Malang yaa…

Menurut Saya, Siap Punya Anak Adalah…

… siap untuk selalu kepikiran. Coba pas anak kita masih bayi, trus kita gendong dia pake selendang, pasti tanpa terkontrol muncul aja gitu kecemasan-kecemasan: Aduh, anakku posisinya udah enak belum ya? Selendangnya kesempitan nggak ya? Masih kena angin nggak ya? Napasnya masih enak kan ya? Nih anak kalo udah gede mau jadi apa ya? Dan sebagainya dan sebagainya..

Itu masih pas nggendong aja, coba pas yang lain-lainnya. Hufiuh, kartun di bawah ini sumpah cucok banget, bo! Ayah sama Bunda sama kan ya…

a comic by Grant Snider

Ada satu lagi nih yang suka kepikiran: anak saya mengonsumsi makanan yang sehat nggak ya? Iya sih kita udah mengupayakan untuk selalu mendapat yang terbaik. Dengan membeli di tempat tepercaya, memasak sendiri (oke, saya nggak masak sendiri, yang masak Emak saya, love you Emak, mumumuah), tapi kan tapi kan, masih ada risiko intervensi dari luar yang kita nggak berdaya menolaknya.

Tapi, jangan khawatir berlebihan yaa.. Di Indonesia, sudah ada Markaindo Selaras, perusahaan pengadaan bahan baku untuk industri makanan yang sudah berdiri sejak tahun 1982. Dengan motto “supplier of quality food ingredients”, Markaindo Selaras berupaya untuk memasok dan menjaga ketersediaan bahan baku berkualitas untuk industri makanan, khususnya industri pengolahan daging dan hasil laut. Yang pasti, bahan baku yang disediakan oleh Markaindo Selaras harus memiliki minimal 3 karakteristik ini: fungsional, food grade, dan halal.

Seiring perkembangannya, Markaindo Selaras juga memberikan dukungan teknis dengan berbagi informasi dan pengetahuan mengenai bahan baku yang dipasok serta teknologi pengolahan daging dan hasil laut secara umum. Kerja sama dengan berbagai perusahaan di Indonesia selaku pelanggan dan pemerintah dari berbagai negara juga dilakukan.

Paling enggak, kecemasan kita sedikit teratasi kan ya? 😀

Menurut Saya, Bikin #beibizee Lahap Makan Adalah…

…tantangan yang bikin deg-degan. Pasalnya, #beibizee ini emang suka nggak terduga. Kadang mau aja maem apa aja yang dimasak di rumah, lahap banget, nggak pake susah langsung hap hap nyam nyam, tapi lalu besoknya dia GTM alias Gerakan Tutup Mulut, hauft..

Sebenernya sih kalo soal jenis makanan #beibizee nggak pilih-pilih, apa pun bisa masuk, asal dia lagi mood. Nah akhirnya memang biasanya kalo lagi susah banget, dia kudu diajak puter-puter kampung dulu baru bisa abis makanannya. Atau akhirnya menunya diubah, bukan nasi, jadi jajan-jajan macem roti gitu.

Tapi ya alhamdulilah, #beibizee berat badannya nggak pernah anjlok hingga ke bawah garis batas bawah di growth chart (yang artinya underweight). Pun nggak melebihi garis batas atasnya (yang artinya overweight).

Dan berat badan biasanya yang menjadi kekhawatiran emak-emak yang melihat anak mereka kurus. Sebenernya kalo kurusnya sendiri sih nggak usah dicemasin, karena bisa jadi emang turunan, pokoknya jangan underweight aja gitu.

Nah, ini beberapa tips buat menambah berat badan anak (sumber dari sini).

1. Menyusui anak dengan teratur,
2. Menambah oat ke makanan balita,
3. Menambah makanan balita yang mengandung kalori tinggi,
4. Menambah minyak zaitun ke makanan balita,
5. Memberikan minyak kelapa.

Dan ingat untuk merujuk growth chart (yang biasanya ada di KMS) yaa buat menentukan berat badan anak masih dalam ambang aman atau over/underweight :).

Menurut Saya, Memakai Sepatu Desain Sendiri Adalah…

…sebuah kebanggaan. Meskipun nggak ada yang bilang desain kita bagus, tapi tetep aja gitu, bangga, soalnya udah bisa ‘bikin’ sendiri, hihihi.

Masih ingat kan sama Star[t]s? Iya, itu desain sepatu pertama saya (dan sekarang udah buluk banget sepatunya wkwkwk). Jauh lah dari kata sempurna. Apalagi karena desainnya pake coret-coret asal dan ngasih ke pengrajinnya juga bukan dalam bentuk foto keren, tapi coret-coret itu difoto pake hape trus dikirim, ditambah lagi jarak saya dengan pengrajin bisa jadi satu jam perjalanan udara (melebaaaiii), akhirnya sepatu jadinya itu slightly different with the design.

Ah, tapi nggak apa-apa juga. Namanya juga eksperimen. Kalau nggak jatuh nggak belajar kan? 😀

Lalu akhirnya, saya pengen gitu desain lagi. Sempet ada beberapa ide desain berseliweran di otak, tapi pas mau gambar jadi lupa aja gitu :(. Lagian juga tangan ini kalau diajak gambar susahnya minta ampuuun, kaku gelak.

Padahal saya pengen bikin sepatu kembaran sama Zee. Jadi saya bikin desain sepatu standar sama desain sepatu anak. Desainnya sih kembaran biar kayak anak kembar #halah (nopek sadar! kamu emaknya Zee, bukan kembarannya! catet!). Tapi mungkin kalau sepatu anak harus lebih diperhatikan detail dan kenyamanannya kali ya. Pasalnya, kaki anak kan lebih rentan soalnya masih dalam masa pertumbuhan. Kalau sepatunya nggak nyaman, bisa-bisa kakinya sakit dan mengganggu perkembangannya lagi :(.

Lebaran sebentar lagi… kayaknya juga udah nggak keburu lagi bikin desain buat kembaran sepatu sama Zee di hari raya. Ya udahlah deh, kapan-kapan aja. Semoga bisa keturutan bikin desain sepatu emak dan sepatu anak-nya ;).

By the way, selamat hari anak, Asheraziza Cicely Cettapiaku tersayang! Bunbun loves you very very much!!! Mwah!