Category Archives: Film

Menurut Saya, Ketinggalan Berita Tentang Ice Age Adalah…

… hal yang menyedihkan T_T huhuhu… Kenapa? Soalnya saya penggemar berat film animasi yang lucu-lucu megelno ituuu… Dan saya bahkan baru tahu kalau akan ada sekuel barunya yang bakal keluar tahun ini. Aaaaakkk… saya sediiiihh!!! Penggemar macam apa saya ini? Hiks.

Mungkin, kalau teman sekantor yang duduk di sebelah saya itu nggak nyebut-nyebut soal Ice Age 5: Collision Course, saya mungkin baru tahu kalau ada Ice Age baru tahun depan T_T. Iye, saya separah itu. Saya bukan pecinta film sih emang, saya bukan orang yang hobi mengikuti berita-berita soal film terbaru, soal film box office terbaru, atau soal film-film yang coming soon dan ditunggu-tunggu.

Saya biasanya tahu gitu-gitu gara-gara kebetulan aja. Kebetulan ada temen yang share di timeline Facebook, kebetulan ada temen yang nyebut-nyebut di Twitter soal film keren, kebetulan ada akun yang saya follow di Instagram ngepost soal film box office terbaru, dan kebetulan-kebetulan lainnya. Bisa dibilang amat jarang to not mention never saya mencari sendiri berita soal film, apalagi film box office terbaru, kecuali kalau saya benar-benar suka.

Ya walaupun saya bukan penggemar film, tapi ada beberapa film lah yang saya suka. Saya suka Badai Pasti Berlalu, saya suka Legend of the Fall, saya suka Lord of the Rings, dan saya suka Ice Age! (Dan tahu siapa yang paling saya suka? Iyaa… ituuu si biang kerok, Scrat!! >.<)

Tapi nih, akhirnya saya nggak pengen merasa sedih seperti itu lagi. Jadi, mencari-cari kabar soal film sepertinya bukan hal yang bikin rugi. Semacam hal yang cukup menyenangkan untuk dilakukan untuk mengisi our breaktime. Dan pas searching-searching, cukup asyik juga bisa nemuin artikel soal Ice Age di BreakTime. Sedikit mengobati rasa sedih lah ya..

Nggak cuma itu, biar nggak kudet, kita juga bisa menemukan artikel soal film box office terbaru di situs yang asyik dikunjungi sambil bersantai ini. Pilih aja menu Entertainment di beranda BreakTime atau langsung search di kotak telusur di sebelah kanan tulisan BreakTime. Suka artikel lainnya? Gampang! Ada artikel Travel, Health, Culinary, Fashion, Trivia, dan Video. Lengkap kan?

Breaktime Movie

Menurut Saya, Enaknya Nonton Film di Rumah Adalah…

… bisa di-pause, bisa ditinggal-tinggal ke kamar mandi tanpa kelewatan cerita, bisa nonton sambil leyeh-leyeh cantik, bahkan kalo ketiduran filmnya bisa di-replay. Hehehe…

Enak sih, tapi sebenernya banyak kurangnya juga. Kalau kata temen saya yang maniak nonton (nonton di sini selalu berarti: nonton di bioskop), efek nonton di bioskop dengan nonton di TV atau di PC atau bahkan di laptop jauh lebih dahsyat. Thanks to the sound system, penataan gedung, layar yang amat gede, dan pencahayaannya. Katanya sih, feel-nya jadi beda gitu kalau kita nonton di rumah (yang gak ada home theater-nya, catet!).

Baeglah, kalo kalian memang golongan orang-orang yang hobi nonton, pastinya informasi tentang film Box Office terbaru amat didamba-dambakan. Semacam smartphone yang selalu cari-cari Wi-Fi (eh itu saya ding), pecinta film biasanya eager banget pengen tahu info film baru, film yang lagi ngetren, dan film terlaris yang memecahkan Box Office. Iya nggak sih?

Nggak usah ragu deh. Coba aja intip-intip ke Breaktime. Di situ, akan disuguhkan informasi-informasi terbaru seputar dunia hiburan, termasuk juga film. Ada review film, ada kabar-kabar terkait film, ada bocoran film yang bakal diproduksi, daftar film yang sedang diputar di bioskop-bioskop, dan yang nggak ketinggalan, berita soal film Box Office terbaru. Pecinta atau penikmat atau sekadar penonton film akan dimanjakan dengan artikel-artikel yang asoy di sini.

Karena breaktime should be chill, right? Jadi sana, bersantailah sambil nyruput kopi krim atau teh hangatmu ditemani dengan empuknya informasi film di Breaktime.

Review: Menurut Saya, Film Warm Bodies Adalah…

..perwujudan film Bollywood di Hollywood. Bisa juga perwujudan bentuk lain film Twilight. Eh, kenapa bisa begitu?

Film Bollywood, yang sering kali dianalogikan dengan menyanyi dan menari, biasanya mengusung tema “Cinta bisa mengalahkan segalanya”, nah Warm Bodies ini temanya itu bangeeettt. Maaf ya, saya nggak terima protes. Saya bukan kritikus film, cuma penikmat dan pengen berbagi kesan saya saat menonton Warm Bodies kemaren hehehe (iya, saya nontonnya di laptop, hampir setaun sejak perilisannya, keren banget kaannn #soundssowrong).

Jadi, alkisah ada seorang zombie cowok (yang asal muasal jadi zombie-nya nggak jelas, ah bahkan si zombie juga udah lupa gimana dia bisa jadi kayak gitu) yang jatuh cinta pada seorang manusia yang dilihatnya saat dia lagi berburu manusia buat dimakan (yeah.. that bad). Yang bikin tambah buruk lagi, manusia yang akhirnya dimakannya adalah mantan si cewek. Hahaa..

Lalu cerita pun dilanjutkan dengan dibawanya si cewek ke ‘rumah’ si zombie dan blablablabla.. akhirnya si zombie ini berubah lagi jadi manusia dengan kehangatan cinta. Sooo romantic kan ya? Iya kan? Cinta mengalahkan segalanya kan? Bahkan virus zombie aja bisa disembuhin kok. Film India banget kaaan? (Pernah nggak sih mikir ‘itu kok lakonnya ditembak-tembaki terus tapi nggak mati-mati? Musuhnya ditembak sekali aja mati semua’ pas nonton film India? Eh sama juga lo, di Warm Bodies si R ini pas udah jadi manusia juga ditembak lo, tapi nggak mati, nggak segera ditolong lagi, wkwkwk.)

Trus kenapa perwujudan lain Twilight?

Karena, film Twilight kan sebenernya menceritakan tentang kisah cinta dua remaja (well yeah, Edward Cullen remaja berusia ratusan tahun sih) yang kebetulan satunya vampir satunya manusia; nah, kalo Warm Bodies ini sama persiss, menceritakan tentang kisah cinta dua remaja (meskipun R nggak terdefinisi berapa umurnya yang sebenernya) yang kebetulan satunya zombie satunya manusia. Tuh kan, tuh kan, mirip kaaan?

Twilight dan Warm Bodies pun punya ending yang sama: happy ending, cinta mereka yang begitu kuat akhirnya bisa mengalahkan segala perbedaan yang ada dan menyatukan keduanya. Dua-duanya juga sama, saat bersatu, akhirnya salah satu dari mereka menjadi seperti yang satunya. Di Twilight, Bella akhirnya jadi vampir juga. Di Warm Bodies, R jadi manusia (lagi) juga.

Afterall, inti review saya sih sebenernya: saya suka bangeeeeetttt filmnyaaaaaah!!! Bikin ngakak terus tapi juga bikin terpesona sama R (Nicholas Hoult), si zombie ganteng! Perasaannya sama pas nonton Twilight, aaaakk Robert Pattinsoooonnnn!! (okay, jadi sebenernya kadar kegantengan pemain bisa membuat nilai sebuah film jadi terangkat naik, like a lot! bhahahak)

Ya sudahlah, yang belum nonton Warm Bodies, saya rekomenin buat nonton deh. Filmnya lucuk dan segar. Di Rotten Tomatoes dapet rate 80% fresh kok :D.

Damn, It’s a Real Sasha Grey!

Beberapa waktu ini terjadi sebuah perkembangan yang cukup menggelikan di dunia perfilman Indonesia. Kenapa saya bilang menggelikan, soalnya memang bikin saya agak geli, bukan bangga, bukan juga kecewa, geli-geli aneh gitu deh.

Gimana bisa nggak geli, pasalnya film-film Indonesia sekarang lagi seneng dengan genre horor komedi (atau mungkin beberapa memenuhi syarat sebagai horor esek esek). Bukan hanya itu, demi memancing perhatian pemirsanya, film-film itu merangkul artis-artis luar negeri untuk ikut bermain di dalamnya.

Wow, keren ya?

Entahlah.. pasalnya yang digandeng di sini (entah janjian entah saingan entah ikut-ikutan entah pengen aja entah emang bisanya kayak gitu) adalah bintang film dewasa alias blue film alias BOKEP sodara-sodara.

Sebut saja, Suster Keramas yang menggandeng Rin Sakuragi, Rintihan Kuntilanak yang menggandeng Tera Patrikck, Suster Keramas 2 yang menggandeng Sora Aoi, sekarang bahkan nama gede sekelas Sasha Grey digandeng untuk main di Pocong Mandi Goyang Pinggul! Astaganaga!

Continue reading Damn, It’s a Real Sasha Grey!

Malang Dalam Rekaman Roll Film

Malangku emang semakin terkenal aja. (Oke oke.. aku ngaku bukan anak Malang asli, tapi anak mBatu. Tapi kan tapi kan mBatu termasuk Malang Raya. Jadi gag papa dong kalau aku juga cinta Malang dan merasa ikut memiliki Malang? :D) Kalau dulu yang namanya film itu kalau nggak berlokasi di Jakarta, Bandung, Surabaya, bla bla bla, kota-kota besar di Indonesia pokoknya, sekarang Malang sering kali muncul di film-film tanah air.

Bangga? Pasti lah. Penasaran? Iya juga. Masalahnya aku belum pernah ngeliat secara langsung proses shooting sebuah film. Gimana para pemain siap di posisi masing², para kru siap dengan tugasnya, sang sutradara ada di balik kamera, dan berteriak “yaaaaak….. action!!!” Hohoho.. serasa berada di dunia lain. Pengen ada di sana? Banget! Sapa taw bisa dilirik sutradara ataw produser trus ditawarin jadi apa kek apa kek (seksi konsumsi moro-moro… aaah.. tidaaaarrrghhh!!!).

Trus di mana aja sih lokasi yang pernah direkam di dalam kamera dan kemudian setelah melalui proses pemotongan, penyuntingan, pengeditan (halah podo kabeh) lalu menjadi sebuah film itu? Karena keterbatasan pengalaman saya yang tidak terlalu maniak pilem dan suka pikun, jadi hanya ada dua film yang saya jadikan sumber di sini: PUNK IN LOVE sama ROMEO & JULIET. Kenapah? Karena dua film ini yang i have been watched recently.. hihihi..

• PUNK IN LOVE

Dalam film yang menceritakan tentang perjalanan empat anak punk, Arok (Vino G Bastian), Yoji (Andhika Pratama), Mojo (Yogi Finanda), sama Almira (Aulia Sarah) scene kota Malang cukup banyak ditunjukkan. Cuma sekitar lima belas menit sih empat anak punk ini ditunjukin lagi di Malang, sisanya di Bromo, Blitar, dan lain-lain, yang paling banyak sih Jakarta. Tapi, cukup banyak sudut² kota Malang yang direkam di situ.

Di antaranya:

Sepertinya sih di kawasan Tawangmangu sana deh
Stasiun Kota Lama

Continue reading Malang Dalam Rekaman Roll Film