2

Why is the Strangest Question

The strangest question which – even queerer – always bobs up in the time we’re falling in love is “Why?”.

What more peculiar is, it is often asked by others, like they never ever experience that strangest but simplest feeling themselves.

And some said that when you finally find the reason “why you love your spouse,” it means that you aren’t really falling in love. Because love has no reason. You just feel it and accept the way it is.

I don’t place myself in this contradictory way to see “love,” let it the way it is and me in my own way. I’m not an expert, I’ve been screwed up many times and, alhamdulilah, could take some lesson from my good and bad experiences.

 
Read More
4

Seminar Nasional Profesi Penerjemah Masa Kini

Hari Sabtu, 29 Oktober, kemarin, saya ikutan sebuah seminar. Ini adalah seminar pertama yang pernah saya ikuti sampai sekarang. Yeah, saya emang ga maniak seminar dan suka malas ikutan sebenernya. Tapi tidak untuk kali ini. :)

Pertama kali ditawarin sama Buk Bos dan Pak Bos, saya langsung excited. Kenapa? Karena saya cinta banget sama dunia penerjemahan. And yeah, I want to be a great translator. Jadi, seminar kayak gini paling ga bisa membuka mata dan menambah pengetahuan untuk menjadi penerjemah yang jempolan :D .

Akhirnya saya pun ikutan Seminar Nasional Profesi Penerjemah Masa Kini yang diadakan oleh HPI alias Himpunan Penerjemah Indonesia. Seminar ini diadain di UMM Inn, hotel depannya kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang itu lo.

Indeed, banyak nama-nama tenar di dunia penerjemahan Indonesia yang sliweran di situ. Baik sebagai tamu atau pun sebagai pembicara. Pengeeen banget kenalan, tapi yah apa daya, saya cuma a dust in the wind, mau ujug-ujug kenalan juga malu :’). Kapan-kapan aja deh. [Note to my self: makanya Pek, tuh milis Bahtera dijenguk, ditongkrongin, nyamber-nyamber dikit biar kalo ntar ketemu lagi ga malu ngajak kenalan.]

Karena harus fitting baju dulu, akhirnya saya telat nyampek di tempat. Acara dimulai jam 9 pagi, sementara saya datang jam 09.40 dan kehilangan satu sesi pembicara :( . Tapi untung ada ringkasan topik yang dibagikan ke masing-masing peserta, jadi saya masih bisa membacanya walaupun ketinggalan.

 
Read More
9

Kisah Kupang dan Degan Ijo

Siapa pernah makan kupang? Makanan khas Surabaya Sidoarjo (terima kasih mas @maulidi yang udah merevisinya :D ) (nah, tapi menurut Cinta, kupang yang terkenal adalah Kupang Kraton, Kraton adalah Kabupaten Pasuruan, yang letaknya kira-kira 7 km dari Bangil. Jadi, kupang adalah makanan khas Pasuruan.) yang biasanya dilengkapi dengan sate kerang dan lontong itu lo.. Belum pernah makan? Neither do I.

Tapi siapa sangka, saya sudah pernah merasakan keracunan kupang meskipun belum pernah makan masakan yang satu itu.

Jadi ceritanya saat saya ke Bangil hari Minggu kemarin ke rumahnya Cinta. Di situ lagi ada krupuk kupang. Cinta ngemil tuh krupuk sementara saya mainan sama si iPut, kucingnya Ibuk Bangil (sengaja huruf i dikecilin, dedicated to Paklek Jobs yang baru meninggal beberapa hari yang lalu :D ). Nah, trus saya dicobain tuh krupuk, sedikit aja kok, ga sampek satu krupuk, cuma setugel bahasa Jawanya.

Nah, entah mungkin karena saya lagi nggak seberapa fit atau apalah, tiba-tiba saja saya merasa mata kanan saya agak gak enak. Waktu ngaca, bagian bawah mata saya agak merah gitu. Dan ndilalah hanya berselang waktu beberapa menit aja bagian bawah mata itu udah jadi bengkak besar gitu :( .

Segitu doang? Nope!

Beberapa saat kemudian muncul bentol di pelupuk mata kanan. Lalu ada bentol lagi di sebelahnya. Dan nggak butuh waktu lama akhirnya mata kanan saya bengkak parah, hampir sama sama matanya Mike Tyson waktu ditonjok sama Holyfield :( .

 
Read More

Saling Silang