Category Archives: Jalan-Jalan

Get Lost in Pekanbaru, 4 Hotel Syariah yang Cocok Buat Kamu

Bukan, bukan, bukan saya yang kesasar di Pekanbaru. Ada temen saya yang sempat sedikit bingung karena susah baca GPS hahaha.. Saya nggak minta oleh-oleh sih, lagian dia juga bukan orang yang suka direpotin bawa oleh-oleh. Tapi dia kasih saya beberapa hotel syariah yang katanya patut dijadikan opsi menginap kalau ke Pekanbaru.

Mencari hotel yang menerapkan sistem manajemen syariah adalah hal yang susah-susah gampang. Lagian, emang belum terlalu umum sih di Indonesia. Bagi sebagian orang Islam, hotel syariah adalah hotel yang tepat untuk digunakan sebagai penginapan saat berkunjung ke suatu daerah atau kota baik untuk liburan maupun kunjungan dinas, termasuk juga ketika berkunjung ke Pekanbaru, Riau. Dengan banyaknya objek wisata di Pekanbaru, berkunjung ke daerah ini tentunya perlu lebih dari satu hari. Lagian, sayang kan kalau dilewatin begitu aja. Karenanya, bermalam di Pekanbaru adalah sebuah pilihan yang cukup baik.

Hotel yang menerapkan sistem syariah, seperti hanya menerima pasangan muhrim yang dibuktikan dengan bukti nikah yang sah, tidak ada alkohol, dan nuansa islami, memang perlu waktu khusus untuk mencarinya. Nah, berikut ini adalah daftar hotel yang menerapkan system syariah di Kota Pekanbaru, Kepulauan Riau. Untuk daftar semua hotel yang ada di Pekanbaru, klik di sini, dari situs booking hotel Traveloka.

Setidaknya ada 4 hotel di kota Pekanbaru yang menerapkan manajemen syariah yang bisa dijadikan tempat untuk menginap. Yaitu:

1. D’Lira Syariah Hotel

Hotel ini terletak di seberang pusat perbelanjaan Plaza Citra. Hotel ini memiliki kamar modern dengan AC dan kamar mandi pribadi serta tempat parkir gratis, serta menawarkan layanan kamar 24 jam dan Wi-Fi Gratis di area lobi. Di sekitar D’lira Syariah Hotel terdapat Mall SKA Pekanbaru dan Pasar Cik Puan yang dapat ditempuh dengan waktu 5 menit saja dengan berkendara. Sementara itu, untuk ke Bandara International Sultan Ssyarif Kasim II hanya ditempuh dengan jarak 10 menit dengan berkendara.

Hotel ini punya desain simple, lantai keramik, dan lemari. Fasilitas shower dan perlengkapan mandi gratis juga tersedia di sini. Hotel ini juga menawarkan layanan binatu, penyewaan mobil, dan meeting room.

D’lira Syariah Hotel merupakan hotel bintang 1 dan menawarkan tarif yang cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp280 ribuan per malam. Dengan budget segitu, kita sudah bisa menginap di hotel nyaman. Alamat D’lira Syariah Hotel adalah di Jalan Papaya Nomor 73 Jadirejo, Sukajadi, Kota Pekanbaru, Kepulauan Riau.

Source: http://www.kamarhotelpekanbaru.blogspot.com

2. Hotel Syariah UIN Suska Riau

Hotel ini merupakan hotel bintang 2 di Kota Pekanbaru, Riau. Hotel ini memiliki fasilitas yang lengkap dengan kamar yang terdiri dari 20 ruangan dan terbagi dalam 3 lantai. Untuk tarif sewa yang ditawarkan mulai dari Rp380 ribuan. Hotel ini berlokasi di Jalan KH.Ahmad Dahlan Nomor 52 Pekanbaru, Riau.

Hotel Syariah UIN Suska Riau menyediakan fasilitas seperti koneksi internet, parkir,restoran, AC, meeting room, laundry, surat kabar, TV kabel, dan lain-lain. Hotel ini memiliki kebijakan check-in pukul 14.00 dan check-out pukul 12.00.

3. Stefani Hotel

Hotel Stefani yang terletak di Jalan Taskurun Nomor 100 Pekanbaru ini merupakan salah satu hotel yang memiliki konsep syariah. Hotel ini menyediakan fasilitas penunjang seperti laundri, free wi-fi, meeting room, 24 hours restaurant, 24 hour room service, TV LCD, hot and cool raining water, mini bar, dan comfortable interior room. Di sini terdapat 40 kamar dengan tiga tipe: suite, deluxe, dan superior. Hotel ini memiliki desain minimalis modern.

Hanya pasangan yang bisa menunjukkan bukti nikah yang sah yang dapat menginap di hotel ini. Stefani Hotel merupakan hotel bintang 3 dan menawarkan tarif sewa mulai dari Rp300 ribuan per malam.

4. Hotel Zaira

Hotel syariah selanjutnya di Pekanbaru adalah Hotel Zaira. Hotel ini berlokasi di Jalan Tuanku Tambusai Nomor 9 Pusat Kota Pekanbaru. Hotel Zaira dirancang untuk memenuhi semua kebutuhan kita saat menginap. Di Hotel Zaira ini terdapat 76 kamar dan suite yang disediakan dalam gaya modern minimalis.

Hotel ini menyediakan layanan kamar 24 jam dan akses internet. Fasilitas penunjang lainnya adalah pusat bisnis, meeting room, non alcohol bar, restoran, serta kolam renang. Hotel Zaira terletak 15 menit dari Bandara Sultan Syarif Kasim II dengan berkendara. Kita bisa mencapai Mall SKA dalam waktu 10 menit dengan berkendara, ke Plaza Citra dalam waktu 8 menit dengan berjalan kaki, dan ke pasar bawah dalam waktu 15 menit berkendara. Kalau mau ke Gedung Juang 45 juga hanya perlu waktu 15 menit berkendara.

Hotel Zaira merupakan hotel syariah bintang 3 dengan penawaran tarif sewa mulai dari Rp200 ribuan per malamnya.

Source : http://www.ammeo.com

Empat hotel itu adalah hotel yang menerapkan sistem syariah, mulai dari bintang 1 sampai dengan bintang 3 dengan tarif mulai 200 ribuan hingga di atas 500 ribuan. Menginap di hotel syariah tentu menjaga kita dari hal-hal seperti alkohol dan tentunya bermalam dengan yang bukan muhrim.

Liburan sebaiknya memang bukan sekedar menjadi ajang rekreasi tapi juga mensyukuri nikmat Tuhan, maka dari itu mengisinya pun dengan hal hal yang disukai Tuhan dan menjauhi dari apa yang Tuhan larang. Menggunakan hotel syariah sebagai penginapan merupakan salah satu acara menjaga dari hal yang Tuhan larang. Masih ragu menggunakan hotel syariah? Yuk, gunakan hotel syariah.

Menurut Saya, Museum Angkut+ Batu Adalah…

… tempat yang sangat tepat untuk foto-foto, ehehehe… Soalnya meskipun judulnya adalah museum, tapi tempatnya instagramable banget dan berbagai spotnya semacam sayang kalo dilewatkan untuk foto-foto (narsis).

Jadi ceritanya kembali ke awal bulan November tahun lalu, very #latepost tapi biarin deh ya, daripada enggak diposting. Pas itu ceritanya merayakan hari ulang tahun nduk cantik saya, si #beibizee, yang kedua. Setelah mengajukan cuti jauh-jauh hari sebelumnya di kantor masing-masing, kami pun bisa mengajak Zee jalan-jalan ke Museum Angkut+ di hari Kamis manis tanggal 6 November itu. (Sebenernya sih selain karena pas di hari ultah Zee, itu juga bukan weekend, jadi tiketnya lebih murah, ngaaahahahahahak #emakirit.)

Jadi HTM Museum Angkut+ adalah Rp60.000 saat weekday dan Rp80.000 pas weekend. Kalau kamu bawa kamera yang ditenteng-tenteng, dari pocket maupun DSLR, harus bayar Rp50.000 lagi. Anak-anak di bawah tinggi 85 cm gratis nggak usah bayar tiket masuk. Dan pas itu Zee masih 83 cm tingginya, jadi gratees laaa…

Kami berangkat sekitar pukul 12-an, iya, siang-siang panas-panas, abisan Museum Angkut+ ini bukanya baru jam 12 siang, tutupnya jam 8 malam. Milih berangkat siang aja karena selain rumah kami deket dengan Museum Angkut+ (lima menit juga ga nyampe kalo pake motor, jadi gapapa kena panas dikit aja, nggak bakal item deh ahahaha) juga karena kameranya kalo dipake di tempat yang kurang terang jadinya nggak keren, maklum cuma kamera semi-SLR begitu…

Sampai di kompleks Museum Angkut+ kami langsung masuk ke area parkir di bagian belakang museum, terus masuk lewat gerbang belakang ke Pasar Apung. Konsep Pasar Apung adalah stand-stand kecil yang dibangun berderet di atas sungai buatan di situ. Jualannya beragam, kebanyakan sih jajanan dan makanan tradisional. Ada juga beberapa stand yang jual oleh-oleh khas Malang.

museum angkut+
Di belakang itu adalah tempat parkir, pasar apung di jalan yang ke kanan itu
Museum Angkut+
Jembatan di Pasar Apung

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+
Ini di area depan Museum Angkut+, di sebelah kanan saya adalah loket pembelian tiket
Museum Angkut+
Masih 83 cm pas itu, sekarang udah 90 cm.. cepatnyaaahh…

Setelah melewati Pasar Apung, kami langsung ke tempat pembelian tiket untuk mengantre. Yang antre belum terlalu banyak karena emang baru buka. Setelah itu, kami langsung masuk ke museum.

Di Museum Angkut+ ada beberapa zona yang harus dilewati. Pertama kami melewati Zona 1 yaitu Zona Hall Utama. Di sini dipamerkan berbagai alat angkut dari berbagai masa. Lalu kami naik lift ke lantai 2 tempat banyak zona lainnya berada. Zona 2 yaitu zona edukasi yang memperlihatkan sejarah beberapa alat angkut dan cara lokomotif kereta bekerja, Zona 3 yaitu zona Sunda Kelapa & Batavia, Zona 4 yaitu zona Gangster & Broadway, Zona 5 zona Eropa, Zona 6 zona Istana Buckingham, Zona 7 zona Las Vegas, dan Zona 8 zona Hollywood.

Enjoy the pictures!

1. Hall Utama

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+
Zona 1 dari lantai 2

2. Zona Edukasi

Museum Angkut+
Kota Batu dari Museum Angkut+ Lantai 2

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+
Pasar Apung dari Lantai 2

Museum Angkut+

3. Zona Sunda Kelapa & Batavia

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

4. Zona Gangster & Broadway

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

5. Zona Eropa

Museum Angkut+

Museum Angkut+

6. Zona Istana Buckingham

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

7. Zona Las Vegas

Museum Angkut+

Museum Angkut+

8. Zona Hollywood

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Pintu keluar Museum Angkut+ kembali mengarah ke Pasar Apung, kami pun beristirahat sambil makan di salah satu stand makanan di sana.

Museum Angkut+
Nasi Buk Madura
Museum Angkut+
Katanya sih noodle ice, tapi bentuknya kayak es serut biasah

Setelah kenyang dan beristirahat, kami melanjutkan petualangan museum ini ke Museum Topeng d’Topeng Kingdom. And off course, took some pictures there :D.

Museum Angkut+, d Topeng Kingdom

Museum Angkut+, d Topeng Kingdom

Museum Angkut+, d Topeng Kingdom

Gimana, tertarik ke sana?

NB:
1. Buat busui, nggak usah khawatir, di sana ada Ruang Ibu dan Anaknya.
2. Kalo ke sana siang-siang, jangan lupa bawa topi (pas musim panas) atau bawa payung (pas musim hujan, panas juga gapapa sih), soalnya banyak spot yang outdoor gitu.
3. Jangan lupa siapin minuman biar ga dehidrasi, stand minuman baru bisa ditemuin di Zona Gangster & Broadway.

Menurut Saya, Jalan-Jalan ke Kota Solo Adalah…

…jalan-jalan ke wilayah dengan kesan magis yang kuat akan sejarah dan kebudayaan. Berbagai pesona yang dapat memanjakan liburan kamu bisa didapatkan di sini. Tinggal sebut, not to mention yang lain: mau keraton, ada; mau pembuatan batik, ada; mau wayang, ada; kuliner, ya pasti ada lah.

Sekarang ini, Solo udah bertransformasi jadi wilayah dengan kemajuan pesat namun tidak meninggalkan tradisinya. Jadi, selain bertabur objek wisata dengan budget yang ramah di kantong, kuliner dan hotel-hotel yang ada di seputaran Solo juga terkenal nggak mahal.

Nah, buat cari info soal hotel ini dengan mudah dan cepat, saya sarankan buat memakai jasa OTA alias Agen Travel Online. Kenapa? Soalnya website semacam ini biasanya memiliki info lengkap tentang tiap daerah (termasuk Solo), mulai dari profil kotanya, objek wisata favoritnya, hingga info tentang daftar penginapan yang dicantumkan terkelompok. Jadi, selain memudahkan, layanan seperti ini bisa membuat traveler jadi lebih selektif ketika mencari tiket transportasi atau hotel terbaik yang pastinya sesuai dengan kebutuhan.

Coba deh, kali ini cari info tentang hotel di daerah Solo di Traveloka.com, Tiket.com, atau Nusatrip.com, nanti kamu pasti bisa ngerasain keuntungan dan manfaat mempersiapkan sebuah perjalanan dari awal.

Ok, kalo sudah siap semuanya, nih beberapa tempat wisata di Solo yang wajib dikunjungi:

1. Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Solo

Ini tempat yang wajib dikunjungi kalo kamu berencana untuk pergi ke Solo. Didirikan pada tahun 1744 oleh Sunan Paku Buwono II, tempat ini menjadi salah satu tempat yang menyimpan nilai historis tinggi. Saat ke sini, ada beberapa peraturan yang wajib dipatuhi, misalnya tidak memakai topi dan kacamata hitam, tidak menggunakan sandal, jaket, dan celana pendek. But in case kamu sudah terlanjur pake, ada kain bawahan yang dipinjamkan di sana.

HTM-nya terjangkau banget, Rp4000 aja per orang. Bawa kamera tambah Rp2000. Buka Senin sampai Kamis, jam 08.30-14.00. Minggu juga buka dari pukul 08.30-13.00.

2. Ngarsopuro Solo

Letaknya di Jalan Diponegoro, di depan bagian Selatan Pura Mangkunegaran. Ngarsopuro adalah kawasan pejalan kaki yang ditata secara apik dan artistik sehingga memberikan kesan nyaman dan membuatnya jadi tempat yang asyik buat nongkrong. Kesan etnik kuat terasa di sini soalnya banyak lukisan, patung, dan lampu-lampu jalan yang dikreasikan di dalam sangkar.

3. Museum Batik Danar Hadi Solo

Pecinta batik pasti nggak asing dengan nama Danar Hadi. Iya, itu salah satu produsen batik yang cetar membahana di Solo. Nah, kamu juga kudu mengunjungi museumnya. Di museum ini kamu bisa menemukan koleksi corak, motif, dan jenis kain batik dari seluruh penjuru Nusantara. Kira-kira koleksi museum ini ada 10.000 helai kain batik, lho! Buanyak toh? Karena itu, MURI menganugerahi museum ini sebagai museum dengan koleksi kain batik terbanyak.

4. Pandawa Water World Solo

Biar ngehits, jangan melewatkan wisata air yang ramai dan menarik yang satu ini. Pandawa Water World adalah wahana wisata air terbesar di perbatasan Kota Surakarta dan Sukoharjo. Ada 27 wahana air di sana, di antaranya Wave Pool, Action River, Fantastic Slides, Aerated Spa, Warm Spa, Sight Tower, dan lain sebagainya. Bawa dedek-dedek kecil? Jangan khawatir! Di sana juga ada kolam buat balita dan anak-anak. Jadi, kalo semacam saya yang emak-emak rempong bawa balita ke mana-mana, ini pilihan yang sungguh tepat sekali!

HTM Pandawa Water World Rp80.000/orang (weekend Rp100.000/orang).

5. Pasar Klewer Solo

Looking for pusat tekstil dan sandang di kota Solo? Pasar Klewer-lah tempatnya. Heaven! Heaven! Ini adalah salah satu spot wisata belanja yang terkenal di Solo. Di pasar ini, kamu bisa menemukan beragam kain dan aneka sandang, terutama sih batik. Di sekitar pasar ini juga banyak penjual makanan khas Solo yang patut dimasukkan dalam list wisata kulinermu. Jadi, nggak usah bingung kalo tiba-tiba melapar abis shopping, hehehe…

6. Galabo Solo

Selain Pasar Klewer, Galabo Solo adalah spot wisata kuliner populer selanjutnya di Solo. Konsepnya semacam pusat jajanan malam yang menyediakan beragam kuliner khas Solo. Kamu pasti bisa menghemat waktu karena nggak perlu dateng ke tempat aslinya satu-satu, leluasa banget milih-milih karena semuanya berkumpul di sini. Jangan kaget kalo di sini rame banget, terutama di malam hari.

7. Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari Solo

Last but not least… tempat wajib dikunjungi lainnya adalah THR Sriwedari yang cocok buat segala usia, dari anak-anak, remaja, sampai orang dewasa. Di sini kamu bisa menghabiskan waktu asyik bersama keluarga soalnya ada 16 wahana permainan dan mini water park. Nggak cuma itu, ada juga stand ketangkasan, panggung hiburan, juga kafe. Di waktu-waktu tertentu juga ada acara musik, semacam pertunjukan band, konser dangdut, sampai KoesPloes-an.

Udah, nggak usah ragu lagi, pack your bag, get set, and go bertualang di kota Solo!

What I Like: Menurut Saya, Singapura Adalah…

… negara yang sangat teratur. Transportasinya teratur, jalanannya teratur, buang sampahnya teratur, ngerokoknya teratur, bahkan jongkok aja sampe diatur. Buat saya yang kalo ikutan kuis-kuisan kepribadian suka dapet hasil idealis dan suka dengan segala sesuatu yang teratur, Singapura semacam surga.

Menyenangkan banget kan lihat orang-orangnya pada menjaga kebersihan, menaati rambu-rambu lalu lintas, sekenceng apa pun kendaraannya tapi tetep langsung berhenti saat ada lampu merah dan nggak pake klakson-klakson berisik padahal belum juga lampu merahnya ganti jadi lampu ijo, nggak bergerombol di depan pintu keluar kendaraan umum, selalu memberikan jalan di sebelah kanan di tangga berjalan buat orang yang lebih terburu-buru, selalu tepat waktu, dan selalu mau antri tanpa kudu dipelototin, dan lain-lain sebagainya.

Yah, itu lah yang saya suka dari Singapura. Meskipun nggak sejuk kayak di Batu, tapi saya ngerasa kalo udaranya semacam lebih bersihan gitu ya. Yeah well, mungkin perasaan saya aja sih, tapi saya pake softlens seharian nggak ngerasa pedes tuh mata saya (eh, tapi mungkin ini juga karena saya nggak melototin komputer seharian kayak biasanya sih hahaha).

Yang bikin saya amat melongo saat ke Singapura adalah pengaturan transportasinya, iya, itu si MRT, yang nge-link ke sana ke mari. Semuanya seakan terhubung, ke sana, ke sini, dengan satu kartu ajaib yang namanya EZ Link, semua jadi serba mudah (yah pokoknya selalu keisi aja sih saldonya, ngehehe). (Dan sama guide saya dibilang “Ini mah masih sederhana. Coba kalo kamu ke Jepang, di situ jauuuh lebih njelimet lagi!” Oh wow, harus bener-bener jeli melihat petanya kalo begitu, eh, kapan emang mau ke Jepang? Kapan, pek? Kapaan?)

waiting for MRT to come, garis merah itu batas menunggu, penumpang yang mau naik nggak boleh berada di antara dua garis merah itu

Kartu sakti #ezlink #singapore #SquareInstaPic

A photo posted by Noviana Indah (@nophindahoz) on

Saya juga sempet tanya ke Guide saya, “Kok bisa ya di sini semuanya teratur gitu? Padahal nggak ada peraturan tertulis, nggak ada juga yang jaga gitu, tapi kok ya selalu ambil sisi kiri di eskalator, nggak dipenuhin? Semacam kesadaran gitu ya?”

Guide saya bilang, “Budaya kayaknya.”

Iya, budaya. Membudayakan sesuatu yang baik. Memang mungkin terasa mempersulit atau memperberat pada awalnya, tapi toh itu untuk kebaikan kita juga. Nggak mau kan ya pas kita keluar dari kendaraan umum malah akhirnya kedorong ke dalam lagi karena banyaknya gerombolan orang yang mau masuk? Nggak mau kan pada akhirnya terlambat gara-gara orang di depan kita nggak mau minggir pas di eskalator? Nggak mau kan pas kita enak-enak jalan di jalanan umum tapi kehalang orang yang jongkok-jongkok gitu? Nggak mau kan nggak bisa nyebrang di jalanan gara-gara mau lampu ijo kek mau lampu merah kek tetep aja kendaraan pada seliweran? Nggak mau kan diberisikan klakson di belakang kita pas detik-detik terakhir lampu merah?

Sudah saatnya kita semua belajar, bukan cuma saya, bukan cuma kamu, atau dia, tapi semua. Bisa nggak ya?

Menurut Saya, Liburan ke Singapura Hanya Dengan SGD 52 Adalah…

… liburan melas, hakakakak…

Trust me, Singapura bukan tempat yang tepat buat menghabiskan liburan minim duit. Di situ mihil-mihil bok! Udah jadi rahasia umum sih ya kayaknya hahaha, tapi saya dong tetap nekat cuma bawa uang saku SGD 52 aja. Dan bahkan uang itu masih bersisa SGD 5.70 looo hehehe…

Ya iya sih, liburan ini banyak yang biayanya udah ditanggung, wkwkwk. Pesawat PP ditanggung, apartemen ditanggung, tiket masuk ke attraction ditanggung, makan ditanggung, jadi ya… bisa nebak sendiri deh seharusnya berapa biaya yang dikeluarkan.

Jadi, yang bisa saya sarankan biar bisa agak berhemat saat berlibur ke Singapura adalah mending cari penginapan di daerah Arab Street, kata-katanya sih cukup ekonomis dibanding lainnya. Trus, nggak usah deh beli barang-barang nggak bermerek di Singapura, soalnya jatuhnya malah lebih mahal. (Bahkan Ruby shoes yang lagi diobral aja masih lebih murah di Zalora lho, as far as I know hehehe). Singapore emang bener surga belanja, tapi buat barang branded, lainnya sih enggak hahaha…

Trus, kalo ke Singapura pasti pengen nyoba es krim legendaris Uncle Ice Cream itu kaan? Saya saranin sih beli di selain di Orchard Road. Di tempat-tempat lain harganya kan 1 dolar tuh, di Orchard harganya 1.2 dolar dooong wkwkwk. Emang kata-katanya apa-apa jadi lebih mahal di jalanan itu, bahkan kalo naik taksi dari sana, minimal rate-nya aja ditinggiin. Yah, gitu deh.

Jadi, saya akan lebih banyak bercerita soal liburan kantor ke Singapura ini di postingan lain, sekarang saya mau pamer foto ajaaa.. horeeee…