Category Archives: as a fashionista

Menurut Saya, Belanja Online Adalah…

…obat galau paling mujarab! Saat tiba-tiba kamu merasa butuh hiburan tapi males ngapa-ngapain, apalagi ngemall yang bikin kaki pegel, jalan-jalan maya mengunjungi berbagai toko online adalah salah satu jalan keluarnya.
Dari berbagai kecemasan orang tentang belanja online, untungnya saya aman-aman saja. Kadang ada yang bikin kecewa, tapi nggak pernah bikin rugi, bahkan banyak puasnya.

Intinya adalah pilih yang benar-benar sesuai. Teliti detail yang dibeberkan penjualnya. Kalau perlu, bertanyalah, karena malu bertanya bisa rugi bandar #halah. Kalau memang masih ragu, ya udah, nggak usah. Buat apa maksain diri kalau emang nggak nyaman kan?

Coba deh, apa yang belum pernah saya beli secara online. Buku? Pernah. Kacamata? Pernah. Kain? Pernah. Baju? Suering. Sepatu? Pasti. Bahkan underwear juga pernah, hahaha.

Satu lagi yang juga sering berseliweran di toko-toko online, tas selempang! Saya juga pernah dong beli tas selempang secara online. Pernah kecewa? Pernah juga dong, hehehe. Abisan gambarnya ternyata lebih bagus dari aslinya, hiks hiks. Eh iya sih, harganya emang semacam sedikit terlalu miring. Jadi, itu juga bisa jadi pelajaran. If it is too good to be true, then it is not true. Bahasa Jawanya sih, ‘ono rego ono rupo’, this!

Lalu akhir-akhir ini semacam kepengen beli tas lagi. Yep, tas selempang, karena yang selama ini dipake adalah tas punggung, pengen ganti suasana gitu ya. Dan setelah pilah pilih, timbang sana timbang sini, akhirnya nemu tas selempang keren lucuk di MAP.

NEW LOOK Brown Patchwork Fringed Bag

Yep, motif patchwork. Lucuk kaaan?

Udah tahu kan kalau Patchwork ini tren musim gugur 2015? Iye, iye udah lewat, tapi kan masih anget-anget gitu. Lagian, patchwork nggak lagi semata-mata motif selimut tebal atau untuk menambal jeans. Patchwork kini memberikan sentuhan chic yang terlihat santai, effortless. Asyik kan? Terus juga nih, para desainer ternama, macem Karl Lagerfeld, Christopher Bailey untuk Burberry Prorsum, dan lain-lain juga berlomba-lomba bikin koleksi dengan motif patchwork.

Nah, yang bikin saya gemes banget sama tas selempang ini adalah detail fringe-nya! Ala-ala Indian banget nggak sih? Saya emang tergila-gila sama yang bau-bau Indian. Udah warnanya earth tone yang masuk banget buat segala situasi dan kondisi, materialnya yang terlihat mewwaahh, ditambah detail fringe yang bikin saya jatuh cinta. Ada studded-nya lagi! Yep, I also super love this kind of detail!

Ya udahlah sih ya, barang keren gini emang gampang banget ditemuin di MAP. Tinggal buka www.mapemall.com, masuk kategori Wanita > Tas > Tas Selempang, dan tadaaa kita bakal dikasih banyak pilihan tas selempang yang nggak mungkin nggak bikin ngiler. Lagian, tas kepengenanku itu lagi diskon, yay! Who doesn’t love discount? Kamu? Yakin? Coba deh, cek dulu, sapa tahu tas selempang yang kamu pinginin juga lagi diskon, hehehe…

Ok, just click +BELI SEKARANG now (atau TAMBAHKAN KE WISHLIST kalau kamu pengen menyimpan item itu buat dilihat-lihat lagi nanti-nanti, asal jangan sedih ya kalau ternyata udah sold out >.<), masuk ke Keranjang Belanja, lalu tinggal checkout deh. Wah, dapet diskon 10% dan gratis ongkir lagi, double yay!! Barengan beli tas selempang di MAP yuk! Ahihihi…

Menurut Saya, Memilih Hitam Atau Putih Itu Adalah…

… panggilan dari hati. Nggak ada yang benar, nggak ada yang salah. Semuanya relatif, tergantung kamu lebih nyaman dengan yang mana. Sebenernya saya ngomongin apaan sih?

Itu lho, saya ngomongin warna kulit :D. Hitam, putih, atau everything in between itu sama-sama cantik. Cuma kan kita punya preferensi sendiri-sendiri. Pengen punya warna kulit cerah, agak tanned, atau eksotis.

Kalau saya sih, saya suka kulit saya cukup cerah. Karena saya orang Indonesia asli, kulit saya pun nggak putih-putih banget, sawo matang lebih tepatnya. Tapi, karena pengaruh jenis kulit yang kering, dan seringnya saya terpapar matahari, jadi kulit saya cenderung gampang jadi lebih gelap.

Nah, karena itu, saya emang suka memakai produk pencerah. Dari cream pemutih wajah, hand & body lotion whitening, sampe pernah juga pake masker pencerah warna kulit wajah.

Ada satu yang perlu dan harus diingat, selalu pakailah kosmetik yang aman! Jangan karena udah terlalu pengen dan ngebet, lalu memilih kosmetik yang menjanjikan hasil instan, yang tidak lain dan tidak bukan kemungkinan besar adalah kosmetik abal-abal.

Baidewe, di zaman yang lebih enak buat beli-beli secara online ini, ada tips asyik dan mudah buat mendapatkan kosmetik yang aman: cari toko online yang tepercaya! Ciri-ciri yang bisa dilihat dari websitenya sih: mereka nggak ragu untuk mencantumkan alamat jelas lokasi akuratnya, navigasinya jelas, ada fitur Contact Us, dan harga-harga barang yang ditawarkan juga nggak beda dengan yang ada di pasaran. Ingat, if it’s too good to be true, it’s not true.

“Trus contoh online shop yang tepercaya yang mana ya? Saya pengen banget beli cream pemutih wajah niiih…”

Menurut saya, Sociolla cukup bisa dipercaya. Banyak lho produk cream pemutih wajah yang tersedia di sana, dari merek-merek yang sudah mendunia pula. Jadi nggak usah ragu lagi.

Masih bingung menentukan hitam atau putihmu?

Menurut Saya, Saya Lima Tahun Mendatang Adalah… [Casa Elana for IHB Blog Post Challenge]

…orang yang jauh lebih sukses dari sekarang. I know a lot of people merasa kalau ukuran sukses adalah banyaknya uang yang dipunya. Walaupun nggak sepenuhnya nggak setuju (I know I have to be realistic, nggak semua yang kita inginkan bisa terwujud tanpa adanya uang), tapi kesuksesan tercipta dari beberapa hal yang saling berpadu.

Kalau buat saya, sukses adalah bisa melakukan yang kita sukai bersama orang yang kita sayangi, tanpa takut kehabisan waktu, energi, dan resources. Entah kalau kamu.

Yang pasti, ada lima impian yang saya punya untuk dicapai maksimal dalam lima tahun ke depan, bismillah semoga bisa ya Allah!

1. Bikin clothing line.

Ini sih benernya cita-cita sejak dulu, bahkan waktu SMP saya udah ikutan keterampilan Tata Busana lho! Sayang nggak ditelatenin dan dikembangkan dan baru-baru ini aja ditekunin beneran. My mantra: if i want to do something, i want to do it best. Karenanya saya sampai bela-belain belajar gambar fashion juga selain belajar mecah pola karena saya pengen pengetahuan yang sedalam-dalamnya.

Untungnya saya ketemu sama orang yang passionnya sama. Dia @rhefaraa yang juga suka desain dan jago foto (tuh #ootd saya di Instagram siapa lagi yang moto kalo bukan dia hehe). Kami berdua sudah punya timeline untuk bikin merek baju sendiri, tahun ini, paling ga nanti pas lebaran kita pake baju bikinan kita sendiri lah.

Saya nggak mau kalah gitu sama brand-brand Indonesia yang keren-keren dan kuat banget brand visibility-nya. Salah satunya adalah Casa Elana, yang bajunya saya pake di foto #ootd ala-ala saya di bawah ini :D. (Kalau mau tahu koleksi baju-baju Casa Elana yang nggak biasa, cek blognya deh di http://www.casaelana-shop.com/)

#latepost buat #DandanSenin jadi #dandanselasa deh bhuhuhu.. #SquareInstaPic @dandansenin @kuningan_city @wondershoe

A photo posted by Noviana Indah (@nophindahoz) on

2. Build my own company.

Selain punya passion di bidang fashion, saya juga cinta dengan profesi saya sebagai penerjemah. Dan sebagai seorang profesional, ujian terbesarnya adalah mendirikan perusahaan sendiri, nggak lagi ikut orang.

I have built my start-up company with my husband. Namanya BRIDGE. Masih bayik banget, kliennya pun sebenernya bukan lihat bridge ini, tapi menghubungi saya atau Cinta lewat ProZ ataupun LinkedIn atau sihapei atau menjawab lamaran yang saya kirim. Semoga si bayi lekas berkembang ya.

3. Have a second child.

Waktu awal menikah dulu kami sudah merencanakan untuk punya dua anak saja. Dan jaraknya yang paling pas adalah 4 tahun. Putri pertama saya, #beibizee, udah 2,5 tahun dan bakal 3 tahun di 2015 ini, jadi it’s time to start the program. Rencananya sih pengen anak cowok setelah yang pertama cewek, biar pas. Semoga keturutan ya.

4. Working at home.

Sebenernya impian ini berkaitan dengan impian nomor 2. I’m planning to handle the company from home so that saya masih bisa terus mengawasi anak-anak saya dan melihat setiap saat bagaimana mereka berkembang. Yeah i know it will be hard, but i must disciplining my self for that.

5. Belajar masak. Masak yang sehat. #cleaneating.

Like my mantra yang saya sebutin di atas, kalau saya pengen melakukan sesuatu, saya harus melakukannya dengan benar, jadi saya harus mempelajarinya dari dasar dan benar-benar menguasainya.

Impian yang satu ini sebenernya berawal saat saya pada akhirnya mengunjungi Instagram Sophie Navita (I believe there is no coincidence in this world, jadi ini memang sudah diatur sama Tuhan agar saya tergerak untuk masak, wkwkwk). Sebenernya kangen aja sih lihat Mbak Sophie, lebih karena dulu pas SMA, pas zaman-zamannya ada film seri Lupus yang bintangnya Irgy Fahrezy (dang! ketauan deh kalo angkatan lawas wkwkwk), saya dipanggil Happy karena katanya mirip sama Mbak Sophie ini. Saya sih seneng-seneng aja, entah Mbak Sophie-nya gimana hahahaha.. Okay, back to the topic, lalu saya jadi tertarik sama hashtag yang sering dipake di IG itu, something like this: #indonesiamakansayur a #plantbased eating community in #indonesia #powerbyplants #plantstrong #herbivore #eeeeeats #foodstagram #foodmatters #foodsustainibility #cleaneating #buatsendirimakananmu #kembalikedapuryuk.

Lalu saya penasaran dong yaa… Sebagai orang yang susah banget makan sayur, saya lihat makanan yang disajikan Mbak Sophie terlihat begitu menggoda dan sepertinya lezat. Mungkin itu yang harus saya contoh biar saya bisa seneng makan sayur, dan yang lebih penting lagi, bisa menyehatkan keluarga saya. That’s it! Lalu ini jadi salah satu list impian saya: bisa masak #cleaneating. (Tapi kalo vegan beneran saya ngeri, saya sih sepertinya akan meningkatkan konsumsi sayur, begituh.)

Lalu kalau kamu, apa impianmu? Don’t be afraid to make it big and share it. Bahkan blog Indonesian Hijabblogger juga mengajak kita buat sharing impian lho! Cek deh di blognya di http://indonesian-hijabblogger.com/.

NB: Tulisan ini diikutkan dalam Casa Elana for IHB Blog Post Challenge.

Menurut Saya, Kenal Dengan Jenis Kulit Sedari Dini Adalah…

… anugerah. Dengan mengenali jenis kulit sendiri dan memahami apa saja yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit, kita pun bisa meminimalisir kecenderungan kulit bermasalah. Dan sayangnya, saya bukan orang yang sadar sejak dini #sigh..

Karena saya tidak percaya ada kebetulan di dunia, jadi takdir sepertinya telah menuntun saya untuk membuka blog Mimojoya di postingan ini. Dan setelah baca postingan itu, saya seolah tertampar begitu keras sekaligus tercerahkan. Saya akhirnya sadar kalau kulit wajah saya itu kering!

Setelah bertahun-tahun, semenjak saya mengenal kosmetik.. ternyata saya sudah melakukan kesalahan berkelanjutan.

Jadi saya dari dulu pengen banget punya kulit wajah kinclong kinyis-kinyis yang putih berseri dan bersinar-sinar itu. Mungkin saya terpengaruh iklan dan termakan doktrin bahwa cantik itu putih, tapi ya sudahlah, saya memang lebih suka kalau kulit wajah saya putih berseri.

Dari bermacam merek saya coba, dari pond’s, biore, nivea, wardah, sampai biokos. Pernah juga terjatuh ke dalam kubangan krim abal-abal seperti krim walet dan racikan dokterkuuu bukan abal-abal yang saya ga inget mereknya. Hasilnya?

Putih sih iya, karena memang saya turunan kulit terang kemerah-merahan, ya gak terlalu sulit sih mendapatkan kulit wajah yang cukup putih. Lalu setelah ga sering panas-panasan dan rajin membersihkan muka dan nggak menggosok2 muka dengan handuk, akhirnya wajah saya juga tidak terlalu kusam. Tapi keluhan utama: bruntusan semacam komedo putih di bawah cuping hidung dan di bawah bibir bawah masih belum ilang juga. Bahkan semakin saya rajin pake scrub, bruntusannya malah semacam mengelupas gitu kulitnya (dan saya baru tahu kalo ini tanda iritasi, damn).

Apa yang salah?

Saya selalu mengira kulit wajah saya adalah kombinasi. Soalnya suka agak kering di daerah pipi tapi suka jerawatan juga di jidat atau di dagu. Lalu bahkan akhir-akhir ini sempet kena jerawat batu di pipi, duh! Gak pernah sekalipun saya merasa berkulit kering karena adanyaa jerawat dan bruntusan itu, bahkan saya sering kali beli skincare buat kulit berminyak, saya sering pake scrub, bahkan saya gosok-gosok lebih kuat di daerah bruntusan.

Bahkan saya juga beli nanospray demi menghilangkan bruntusan itu. Kulit saya makin supple dan kenyal sih, tapi bruntusan tak jua hilang. Pake kangen water pun sama, bikin kulit wajah lebih segar, kenyal, terlihat sehat, tapi bruntusan tetap ada.

Dan thanks God atas bimbinganmu karena saat menjelajah di Google saya menemukan blog Mimojoya itu. Akhirnya saya yakin kalau jenis kulit wajah saya itu kering, dan saya benar-benar harus segera mengubah pola skincare saya demi menyelamatkan kemslahatan kulit wajah saya.

apa jenis kulitmu?

Sumber: Galadarling.com

Saya pun mencoba Hada Labo karena katanya perawatan ini bisa bikin kulit lembab terus. Dan ternyata memang iya. Setelah memakai facial wash dan lotionnya (belinya bisa di indomaret ato alfamart dsb), kulit saya jadi lebih kenyalan lagi dan kelembabannya bisa bertahan lama. Bahkan beberapa hari setelah pake, temen saya komentar “tuh bruntusan di balik cuping hidungmu agak mendingan tuh”. Belum ilang sih, tapi mendingan adalah kata yang cukup melegakan.

Dan karena saya sekarang paham kalau kulit wajah saya kering, saya juga bisa dengan mudah menentukan cc cream apa yang pas buat saya. Kenapa cc cream? Karena kandungan skincare cc cream lebih banyak dibandingkan bb cream, dan saya si maniak skincare yang lagi tertarik dengan make up, jadi cc cream cocok banget buat saya, krim ajaib yang saya cari-cari.

Akhirnya cc cream dari Secret Key yang Let Me Know jadi pilihan saya. Beberapa review yang saya baca bilang krim ini ga terlalu cocok buat wajah berminyak karena bakal seperti kilang minyak kalau dipake lama-lama. Karena itulah saya memilihnya. Buktinya? Ya krim ini awet-awet saja di muka saya, gak mengilap-ngilap gitu, biasa aja. Emang dasar muka kering sih yaaa hahahaa…

Jadi, sudahkah kamu paham jenis kulitmu?

Menurut Saya, Kain Batik Adalah…

..keunikan tersendiri warisan budaya Indonesia. Keren sih ya bisa berpikir untuk menuangkan motif-motif seperti itu di atas secari kain. Mana pembuatannya njelimet banget gitu… (eh kalo sekarang sih kayaknya udah bisa disederhanakan dan dipermudah – dan yang bikin harga batik semacam ini jadi lebih murah ya)

Hari Batik masih cukup lama, 2 Oktober, jadi masih cukup waktu kok buat menyiapkan busana batik apa yang pengen dipake di hari itu, hehehe.. Yah, biar agak istimewa gitu loh ya, ngehehe..

Buat yang bingung gimana cara memilih kain batik biar bisa tetep nyaman, bergaya, dan pastinya bikin tambah percaya diri, saya punya tipsnya.

Diambil dari sumber di sini, yang harus kita perhatikan adalah:

1. Lihat jenis kain batiknya. Apakah batik cetak ataukah batik tulis, jenisnya itulah yang menentukan tinggi rendah harganya.
2. Lihat jenis bahan kain batiknya. Apakah akan dipakai untuk sehari-hari atau dipakai di acara khusus. Jadi pemilihan jenis bahan kain batik ini akan menentukan kenyamanannya saat dikenakan. Kalau digunakan pas sehari-hari, mending yang bahannya katun karena menyerap keringat. Kalau buat pesta, mending yang bahannya sutra karena jatuhnya bisa lebih cantik.
3. Raba cetakan warnanya. Cetakan warna ini menentukan kualitas batik. Kalo pas diraba catnya membekas di tangan, artinya kualitasnya tidak seberapa bagus.
4. Balik bahan kain batik. Kain batik berkualitas tinggi biasanya cetakan luar dan dalamnya sama. Biasanya juga lebih awet.
5. Tempelkan ke kulit. Kalau kain batik terasa dingin di kulit, itu artinya kualitasnya baik. Dan biasanya tidak cepat kusam setelah dicuci berkali-kali.

Selamat berburu kain batik :D.