Menurut Saya, Saya Lima Tahun Mendatang Adalah… [Casa Elana for IHB Blog Post Challenge]

…orang yang jauh lebih sukses dari sekarang. I know a lot of people merasa kalau ukuran sukses adalah banyaknya uang yang dipunya. Walaupun nggak sepenuhnya nggak setuju (I know I have to be realistic, nggak semua yang kita inginkan bisa terwujud tanpa adanya uang), tapi kesuksesan tercipta dari beberapa hal yang saling berpadu.

Kalau buat saya, sukses adalah bisa melakukan yang kita sukai bersama orang yang kita sayangi, tanpa takut kehabisan waktu, energi, dan resources. Entah kalau kamu.

Yang pasti, ada lima impian yang saya punya untuk dicapai maksimal dalam lima tahun ke depan, bismillah semoga bisa ya Allah!

1. Bikin clothing line.

Ini sih benernya cita-cita sejak dulu, bahkan waktu SMP saya udah ikutan keterampilan Tata Busana lho! Sayang nggak ditelatenin dan dikembangkan dan baru-baru ini aja ditekunin beneran. My mantra: if i want to do something, i want to do it best. Karenanya saya sampai bela-belain belajar gambar fashion juga selain belajar mecah pola karena saya pengen pengetahuan yang sedalam-dalamnya.

Untungnya saya ketemu sama orang yang passionnya sama. Dia @rhefaraa yang juga suka desain dan jago foto (tuh #ootd saya di Instagram siapa lagi yang moto kalo bukan dia hehe). Kami berdua sudah punya timeline untuk bikin merek baju sendiri, tahun ini, paling ga nanti pas lebaran kita pake baju bikinan kita sendiri lah.

Saya nggak mau kalah gitu sama brand-brand Indonesia yang keren-keren dan kuat banget brand visibility-nya. Salah satunya adalah Casa Elana, yang bajunya saya pake di foto #ootd ala-ala saya di bawah ini :D. (Kalau mau tahu koleksi baju-baju Casa Elana yang nggak biasa, cek blognya deh di http://www.casaelana-shop.com/)

#latepost buat #DandanSenin jadi #dandanselasa deh bhuhuhu.. #SquareInstaPic @dandansenin @kuningan_city @wondershoe

A photo posted by Noviana Indah (@nophindahoz) on

2. Build my own company.

Selain punya passion di bidang fashion, saya juga cinta dengan profesi saya sebagai penerjemah. Dan sebagai seorang profesional, ujian terbesarnya adalah mendirikan perusahaan sendiri, nggak lagi ikut orang.

I have built my start-up company with my husband. Namanya BRIDGE. Masih bayik banget, kliennya pun sebenernya bukan lihat bridge ini, tapi menghubungi saya atau Cinta lewat ProZ ataupun LinkedIn atau sihapei atau menjawab lamaran yang saya kirim. Semoga si bayi lekas berkembang ya.

3. Have a second child.

Waktu awal menikah dulu kami sudah merencanakan untuk punya dua anak saja. Dan jaraknya yang paling pas adalah 4 tahun. Putri pertama saya, #beibizee, udah 2,5 tahun dan bakal 3 tahun di 2015 ini, jadi it’s time to start the program. Rencananya sih pengen anak cowok setelah yang pertama cewek, biar pas. Semoga keturutan ya.

4. Working at home.

Sebenernya impian ini berkaitan dengan impian nomor 2. I’m planning to handle the company from home so that saya masih bisa terus mengawasi anak-anak saya dan melihat setiap saat bagaimana mereka berkembang. Yeah i know it will be hard, but i must disciplining my self for that.

5. Belajar masak. Masak yang sehat. #cleaneating.

Like my mantra yang saya sebutin di atas, kalau saya pengen melakukan sesuatu, saya harus melakukannya dengan benar, jadi saya harus mempelajarinya dari dasar dan benar-benar menguasainya.

Impian yang satu ini sebenernya berawal saat saya pada akhirnya mengunjungi Instagram Sophie Navita (I believe there is no coincidence in this world, jadi ini memang sudah diatur sama Tuhan agar saya tergerak untuk masak, wkwkwk). Sebenernya kangen aja sih lihat Mbak Sophie, lebih karena dulu pas SMA, pas zaman-zamannya ada film seri Lupus yang bintangnya Irgy Fahrezy (dang! ketauan deh kalo angkatan lawas wkwkwk), saya dipanggil Happy karena katanya mirip sama Mbak Sophie ini. Saya sih seneng-seneng aja, entah Mbak Sophie-nya gimana hahahaha.. Okay, back to the topic, lalu saya jadi tertarik sama hashtag yang sering dipake di IG itu, something like this: #indonesiamakansayur a #plantbased eating community in #indonesia #powerbyplants #plantstrong #herbivore #eeeeeats #foodstagram #foodmatters #foodsustainibility #cleaneating #buatsendirimakananmu #kembalikedapuryuk.

Lalu saya penasaran dong yaa… Sebagai orang yang susah banget makan sayur, saya lihat makanan yang disajikan Mbak Sophie terlihat begitu menggoda dan sepertinya lezat. Mungkin itu yang harus saya contoh biar saya bisa seneng makan sayur, dan yang lebih penting lagi, bisa menyehatkan keluarga saya. That’s it! Lalu ini jadi salah satu list impian saya: bisa masak #cleaneating. (Tapi kalo vegan beneran saya ngeri, saya sih sepertinya akan meningkatkan konsumsi sayur, begituh.)

Lalu kalau kamu, apa impianmu? Don’t be afraid to make it big and share it. Bahkan blog Indonesian Hijabblogger juga mengajak kita buat sharing impian lho! Cek deh di blognya di http://indonesian-hijabblogger.com/.

NB: Tulisan ini diikutkan dalam Casa Elana for IHB Blog Post Challenge.

Menurut Saya, Museum Angkut+ Batu Adalah…

… tempat yang sangat tepat untuk foto-foto, ehehehe… Soalnya meskipun judulnya adalah museum, tapi tempatnya instagramable banget dan berbagai spotnya semacam sayang kalo dilewatkan untuk foto-foto (narsis).

Jadi ceritanya kembali ke awal bulan November tahun lalu, very #latepost tapi biarin deh ya, daripada enggak diposting. Pas itu ceritanya merayakan hari ulang tahun nduk cantik saya, si #beibizee, yang kedua. Setelah mengajukan cuti jauh-jauh hari sebelumnya di kantor masing-masing, kami pun bisa mengajak Zee jalan-jalan ke Museum Angkut+ di hari Kamis manis tanggal 6 November itu. (Sebenernya sih selain karena pas di hari ultah Zee, itu juga bukan weekend, jadi tiketnya lebih murah, ngaaahahahahahak #emakirit.)

Jadi HTM Museum Angkut+ adalah Rp60.000 saat weekday dan Rp80.000 pas weekend. Kalau kamu bawa kamera yang ditenteng-tenteng, dari pocket maupun DSLR, harus bayar Rp50.000 lagi. Anak-anak di bawah tinggi 85 cm gratis nggak usah bayar tiket masuk. Dan pas itu Zee masih 83 cm tingginya, jadi gratees laaa…

Kami berangkat sekitar pukul 12-an, iya, siang-siang panas-panas, abisan Museum Angkut+ ini bukanya baru jam 12 siang, tutupnya jam 8 malam. Milih berangkat siang aja karena selain rumah kami deket dengan Museum Angkut+ (lima menit juga ga nyampe kalo pake motor, jadi gapapa kena panas dikit aja, nggak bakal item deh ahahaha) juga karena kameranya kalo dipake di tempat yang kurang terang jadinya nggak keren, maklum cuma kamera semi-SLR begitu…

Sampai di kompleks Museum Angkut+ kami langsung masuk ke area parkir di bagian belakang museum, terus masuk lewat gerbang belakang ke Pasar Apung. Konsep Pasar Apung adalah stand-stand kecil yang dibangun berderet di atas sungai buatan di situ. Jualannya beragam, kebanyakan sih jajanan dan makanan tradisional. Ada juga beberapa stand yang jual oleh-oleh khas Malang.

museum angkut+
Di belakang itu adalah tempat parkir, pasar apung di jalan yang ke kanan itu
Museum Angkut+
Jembatan di Pasar Apung

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+
Ini di area depan Museum Angkut+, di sebelah kanan saya adalah loket pembelian tiket
Museum Angkut+
Masih 83 cm pas itu, sekarang udah 90 cm.. cepatnyaaahh…

Setelah melewati Pasar Apung, kami langsung ke tempat pembelian tiket untuk mengantre. Yang antre belum terlalu banyak karena emang baru buka. Setelah itu, kami langsung masuk ke museum.

Di Museum Angkut+ ada beberapa zona yang harus dilewati. Pertama kami melewati Zona 1 yaitu Zona Hall Utama. Di sini dipamerkan berbagai alat angkut dari berbagai masa. Lalu kami naik lift ke lantai 2 tempat banyak zona lainnya berada. Zona 2 yaitu zona edukasi yang memperlihatkan sejarah beberapa alat angkut dan cara lokomotif kereta bekerja, Zona 3 yaitu zona Sunda Kelapa & Batavia, Zona 4 yaitu zona Gangster & Broadway, Zona 5 zona Eropa, Zona 6 zona Istana Buckingham, Zona 7 zona Las Vegas, dan Zona 8 zona Hollywood.

Enjoy the pictures!

1. Hall Utama

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+
Zona 1 dari lantai 2

2. Zona Edukasi

Museum Angkut+
Kota Batu dari Museum Angkut+ Lantai 2

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+
Pasar Apung dari Lantai 2

Museum Angkut+

3. Zona Sunda Kelapa & Batavia

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

4. Zona Gangster & Broadway

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

5. Zona Eropa

Museum Angkut+

Museum Angkut+

6. Zona Istana Buckingham

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

7. Zona Las Vegas

Museum Angkut+

Museum Angkut+

8. Zona Hollywood

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Museum Angkut+

Pintu keluar Museum Angkut+ kembali mengarah ke Pasar Apung, kami pun beristirahat sambil makan di salah satu stand makanan di sana.

Museum Angkut+
Nasi Buk Madura
Museum Angkut+
Katanya sih noodle ice, tapi bentuknya kayak es serut biasah

Setelah kenyang dan beristirahat, kami melanjutkan petualangan museum ini ke Museum Topeng d’Topeng Kingdom. And off course, took some pictures there :D.

Museum Angkut+, d Topeng Kingdom

Museum Angkut+, d Topeng Kingdom

Museum Angkut+, d Topeng Kingdom

Gimana, tertarik ke sana?

NB:
1. Buat busui, nggak usah khawatir, di sana ada Ruang Ibu dan Anaknya.
2. Kalo ke sana siang-siang, jangan lupa bawa topi (pas musim panas) atau bawa payung (pas musim hujan, panas juga gapapa sih), soalnya banyak spot yang outdoor gitu.
3. Jangan lupa siapin minuman biar ga dehidrasi, stand minuman baru bisa ditemuin di Zona Gangster & Broadway.

Menurut Saya, Jalan-Jalan ke Kota Solo Adalah…

…jalan-jalan ke wilayah dengan kesan magis yang kuat akan sejarah dan kebudayaan. Berbagai pesona yang dapat memanjakan liburan kamu bisa didapatkan di sini. Tinggal sebut, not to mention yang lain: mau keraton, ada; mau pembuatan batik, ada; mau wayang, ada; kuliner, ya pasti ada lah.

Sekarang ini, Solo udah bertransformasi jadi wilayah dengan kemajuan pesat namun tidak meninggalkan tradisinya. Jadi, selain bertabur objek wisata dengan budget yang ramah di kantong, kuliner dan hotel-hotel yang ada di seputaran Solo juga terkenal nggak mahal.

Nah, buat cari info soal hotel ini dengan mudah dan cepat, saya sarankan buat memakai jasa OTA alias Agen Travel Online. Kenapa? Soalnya website semacam ini biasanya memiliki info lengkap tentang tiap daerah (termasuk Solo), mulai dari profil kotanya, objek wisata favoritnya, hingga info tentang daftar penginapan yang dicantumkan terkelompok. Jadi, selain memudahkan, layanan seperti ini bisa membuat traveler jadi lebih selektif ketika mencari tiket transportasi atau hotel terbaik yang pastinya sesuai dengan kebutuhan.

Coba deh, kali ini cari info tentang hotel di daerah Solo di Traveloka.com, Tiket.com, atau Nusatrip.com, nanti kamu pasti bisa ngerasain keuntungan dan manfaat mempersiapkan sebuah perjalanan dari awal.

Ok, kalo sudah siap semuanya, nih beberapa tempat wisata di Solo yang wajib dikunjungi:

1. Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Solo

Ini tempat yang wajib dikunjungi kalo kamu berencana untuk pergi ke Solo. Didirikan pada tahun 1744 oleh Sunan Paku Buwono II, tempat ini menjadi salah satu tempat yang menyimpan nilai historis tinggi. Saat ke sini, ada beberapa peraturan yang wajib dipatuhi, misalnya tidak memakai topi dan kacamata hitam, tidak menggunakan sandal, jaket, dan celana pendek. But in case kamu sudah terlanjur pake, ada kain bawahan yang dipinjamkan di sana.

HTM-nya terjangkau banget, Rp4000 aja per orang. Bawa kamera tambah Rp2000. Buka Senin sampai Kamis, jam 08.30-14.00. Minggu juga buka dari pukul 08.30-13.00.

2. Ngarsopuro Solo

Letaknya di Jalan Diponegoro, di depan bagian Selatan Pura Mangkunegaran. Ngarsopuro adalah kawasan pejalan kaki yang ditata secara apik dan artistik sehingga memberikan kesan nyaman dan membuatnya jadi tempat yang asyik buat nongkrong. Kesan etnik kuat terasa di sini soalnya banyak lukisan, patung, dan lampu-lampu jalan yang dikreasikan di dalam sangkar.

3. Museum Batik Danar Hadi Solo

Pecinta batik pasti nggak asing dengan nama Danar Hadi. Iya, itu salah satu produsen batik yang cetar membahana di Solo. Nah, kamu juga kudu mengunjungi museumnya. Di museum ini kamu bisa menemukan koleksi corak, motif, dan jenis kain batik dari seluruh penjuru Nusantara. Kira-kira koleksi museum ini ada 10.000 helai kain batik, lho! Buanyak toh? Karena itu, MURI menganugerahi museum ini sebagai museum dengan koleksi kain batik terbanyak.

4. Pandawa Water World Solo

Biar ngehits, jangan melewatkan wisata air yang ramai dan menarik yang satu ini. Pandawa Water World adalah wahana wisata air terbesar di perbatasan Kota Surakarta dan Sukoharjo. Ada 27 wahana air di sana, di antaranya Wave Pool, Action River, Fantastic Slides, Aerated Spa, Warm Spa, Sight Tower, dan lain sebagainya. Bawa dedek-dedek kecil? Jangan khawatir! Di sana juga ada kolam buat balita dan anak-anak. Jadi, kalo semacam saya yang emak-emak rempong bawa balita ke mana-mana, ini pilihan yang sungguh tepat sekali!

HTM Pandawa Water World Rp80.000/orang (weekend Rp100.000/orang).

5. Pasar Klewer Solo

Looking for pusat tekstil dan sandang di kota Solo? Pasar Klewer-lah tempatnya. Heaven! Heaven! Ini adalah salah satu spot wisata belanja yang terkenal di Solo. Di pasar ini, kamu bisa menemukan beragam kain dan aneka sandang, terutama sih batik. Di sekitar pasar ini juga banyak penjual makanan khas Solo yang patut dimasukkan dalam list wisata kulinermu. Jadi, nggak usah bingung kalo tiba-tiba melapar abis shopping, hehehe…

6. Galabo Solo

Selain Pasar Klewer, Galabo Solo adalah spot wisata kuliner populer selanjutnya di Solo. Konsepnya semacam pusat jajanan malam yang menyediakan beragam kuliner khas Solo. Kamu pasti bisa menghemat waktu karena nggak perlu dateng ke tempat aslinya satu-satu, leluasa banget milih-milih karena semuanya berkumpul di sini. Jangan kaget kalo di sini rame banget, terutama di malam hari.

7. Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari Solo

Last but not least… tempat wajib dikunjungi lainnya adalah THR Sriwedari yang cocok buat segala usia, dari anak-anak, remaja, sampai orang dewasa. Di sini kamu bisa menghabiskan waktu asyik bersama keluarga soalnya ada 16 wahana permainan dan mini water park. Nggak cuma itu, ada juga stand ketangkasan, panggung hiburan, juga kafe. Di waktu-waktu tertentu juga ada acara musik, semacam pertunjukan band, konser dangdut, sampai KoesPloes-an.

Udah, nggak usah ragu lagi, pack your bag, get set, and go bertualang di kota Solo!

Menurut Saya, Internet of Everything Adalah…

… inovasi yang patut dipersiapkan kedatangannya mulai dari sekarang. Bisa membayangkan kan saat semua aktivitas saling tersambung dan terintegrasi, yang pasti salah satu yang dibutuhkan adalah perangkat mobile yang mumpuni.

Perangkat seluler inilah yang akan jadi pintu ke mana saja kita, jadi gak cuma Doraemon aja yang punya, hehehe. Kenapa jadi pintu ke mana saja? Karena inilah yang jadi gadget utama kita untuk mengakses berbagai hal: email, social media, aplikasi perbankan, online shopping, aplikasi pembayaran, hingga download atau streaming.

Nah, untuk bisa melakukan itu semua dengan optimal, pastinya dibutuhkan perangkat seluler dengan kemampuan yang ciamik. Nggak salah kalo akhirnya Qualcomm merilis chipset Snapdragon yang mampu menjawab tantangan itu. Sama sih sama komputer, jantung perangkat seluler adalah prosesornya. Jadi, kalo prosesor dalam sebuah ponsel itu berkualitas tinggi, bisa dijamin ponsel itu pun akan memberikan kinerja yang jempolan. Yah, semacam ‘don’t judge the book by its cover’ gitu deh. Kalo kamu pengen punya ponsel yang bisa diandalkan, yang pertama kamu harus memeriksa dulu prosesor yang diusungnya, jangan kemasannya aja ya, hehe..

Menurut Qualcomm.co.id, prosesor Snapdragon “memberikan pengalaman pengguna setingkat lebih tinggi.” Dengan sistem all-in-one yang komprehensif, prosesor ini dirancang dengan khusus untuk menghasilkan pengalaman seluler terbaik di kelasnya. Satu lagi, ketahanan daya baterai juga jadi salah satu pertimbangan penting. Jangan khawatir, prosesor Snapdragon memberikan daya tahan baterai sepanjang hari.

Qualcomm Snapdragon juga dipakai oleh mayoritas merek ponsel terbaik di dunia lho. Misalnya nih, Oppo N3 yang memiliki koneksi tercepat, kinerja terbaik, daya tahan baterai terbaik, dan terdepan dalam multimedia dan kamera fiturnya, juga memberdayakan prosesor dari Qualcomm, yaitu Qualcomm Snapdragon 801. Semakin bikin ngiler deh.

Bagian yang harus diperhatikan adalah bagian yang tidak Anda lihat – Qualcomm.co.id | source: Qualcomm

Mungkin alasannya karena prosesor ini punya berbagai keunggulan, yaitu:

– Bisa digunakan untuk koneksi cepat 4G/LTE, yang artinya bye bye lemooott!!,
– Dapat mendukung kamera ponsel yang paling kuat dengan teknologi khusus untuk memungkinkan lebih banyak megapiksel, jadi hasil foto kita bakal cetar membahana,
– Dapat menampung video sebesar 4K, jadi gak perlu ketar-ketir kehabisan memori setelah ngerekam-ngerekam berbagai kejadian lucu, dan
– Memberikan suara berkualitas bioskop untuk video dan musik, just one word left: WOW!

Jadi, dengan keunggulan semacam ini, masih bingung pilih ‘pintu ke mana saja’ kamu?

What I Like: Menurut Saya, Singapura Adalah…

… negara yang sangat teratur. Transportasinya teratur, jalanannya teratur, buang sampahnya teratur, ngerokoknya teratur, bahkan jongkok aja sampe diatur. Buat saya yang kalo ikutan kuis-kuisan kepribadian suka dapet hasil idealis dan suka dengan segala sesuatu yang teratur, Singapura semacam surga.

Menyenangkan banget kan lihat orang-orangnya pada menjaga kebersihan, menaati rambu-rambu lalu lintas, sekenceng apa pun kendaraannya tapi tetep langsung berhenti saat ada lampu merah dan nggak pake klakson-klakson berisik padahal belum juga lampu merahnya ganti jadi lampu ijo, nggak bergerombol di depan pintu keluar kendaraan umum, selalu memberikan jalan di sebelah kanan di tangga berjalan buat orang yang lebih terburu-buru, selalu tepat waktu, dan selalu mau antri tanpa kudu dipelototin, dan lain-lain sebagainya.

Yah, itu lah yang saya suka dari Singapura. Meskipun nggak sejuk kayak di Batu, tapi saya ngerasa kalo udaranya semacam lebih bersihan gitu ya. Yeah well, mungkin perasaan saya aja sih, tapi saya pake softlens seharian nggak ngerasa pedes tuh mata saya (eh, tapi mungkin ini juga karena saya nggak melototin komputer seharian kayak biasanya sih hahaha).

Yang bikin saya amat melongo saat ke Singapura adalah pengaturan transportasinya, iya, itu si MRT, yang nge-link ke sana ke mari. Semuanya seakan terhubung, ke sana, ke sini, dengan satu kartu ajaib yang namanya EZ Link, semua jadi serba mudah (yah pokoknya selalu keisi aja sih saldonya, ngehehe). (Dan sama guide saya dibilang “Ini mah masih sederhana. Coba kalo kamu ke Jepang, di situ jauuuh lebih njelimet lagi!” Oh wow, harus bener-bener jeli melihat petanya kalo begitu, eh, kapan emang mau ke Jepang? Kapan, pek? Kapaan?)

waiting for MRT to come, garis merah itu batas menunggu, penumpang yang mau naik nggak boleh berada di antara dua garis merah itu

Kartu sakti #ezlink #singapore #SquareInstaPic

A photo posted by Noviana Indah (@nophindahoz) on

Saya juga sempet tanya ke Guide saya, “Kok bisa ya di sini semuanya teratur gitu? Padahal nggak ada peraturan tertulis, nggak ada juga yang jaga gitu, tapi kok ya selalu ambil sisi kiri di eskalator, nggak dipenuhin? Semacam kesadaran gitu ya?”

Guide saya bilang, “Budaya kayaknya.”

Iya, budaya. Membudayakan sesuatu yang baik. Memang mungkin terasa mempersulit atau memperberat pada awalnya, tapi toh itu untuk kebaikan kita juga. Nggak mau kan ya pas kita keluar dari kendaraan umum malah akhirnya kedorong ke dalam lagi karena banyaknya gerombolan orang yang mau masuk? Nggak mau kan pada akhirnya terlambat gara-gara orang di depan kita nggak mau minggir pas di eskalator? Nggak mau kan pas kita enak-enak jalan di jalanan umum tapi kehalang orang yang jongkok-jongkok gitu? Nggak mau kan nggak bisa nyebrang di jalanan gara-gara mau lampu ijo kek mau lampu merah kek tetep aja kendaraan pada seliweran? Nggak mau kan diberisikan klakson di belakang kita pas detik-detik terakhir lampu merah?

Sudah saatnya kita semua belajar, bukan cuma saya, bukan cuma kamu, atau dia, tapi semua. Bisa nggak ya?

Not the world but my eyes. Not a thought but my opinion.

%d bloggers like this: