Binasa Karena Biasa Merasa Bisa

Saya adalah orang yang optimis. Saya sering kali berucap, “Bisa”, meskipun pada kenyataannya saya tidak 100% yakin akan bisa menjalankannya. Tapi karena saya tidak over optimis, saya hanya mengatakan “Bisa” kalau memang saya punya latar belakang, skill, dan pengalaman yang relevan dan mendukung sehingga keoptimisan itu pada akhirnya memang membuktikan kemampuan saya.

Tapi, entahlah ya, saya kok banyak melihat orang meremehkan kata “Bisa” ini.

Tadi sore Cinta cerita pada saya sambil nyemil bakso solo setelah pulang kantor. Dia bilang baru saja mewawancarai dan mengetes pelamar kerja di kantornya. Lowongan kerja yang dibuka adalah penulis, yang artinya skill utama yang dibutuhkan adalah menulis. Nah, saat dites untuk menulis artikel beberapa paragraf dengan topik dan artikel sumber yang ditentukan, si pelamar kerja ini malah menulis ulang sumbernya, iya, menulis ulang, literally, pake bolpen, di atas kertas. (FYI, artikel sumber ini berbahasa inggris dan disediakan dalam bentuk print out, sementara si pelamar kerja yang dites itu harus menulis artikelnya di kertas kosong lain yang sudah diberikan).

At the first glance, Cinta berpikir, “Wah keren nih, nih anak rewrite artikel bahasa Inggris ini dalam bahasa Inggris juga”. But, no. Setelah dilihat lagi, Cinta like, “What? La ini lak source ditulis lagi?”

Dan saya nggak bisa menahan untuk tidak ketawa.

Saat si pelamar kerja ditanya, “Kenapa kamu ngelamar kerja jadi penulis?” dia jawab, “Teman-teman saya banyak yang bisa nulis, jadi saya yakin kalo saya juga bisa nulis.”

Damn! Dan saya ketawa lagi deh.

Susah memang kalo semua-semua dirasa bisa ya. Lebih tepatnya, susah juga kalo nggak bisa mengukur kemampuan diri dan merasa mampu mengemban amanah untuk memimpin rakyat padahal memimpin dirinya sendiri aja nggak bisa #eh #kokjadingomongincaleg #abaikan.

Jadi, apakah si pelamar kerja itu bisa menulis? Teman-temannya (katanya) sih bisa, kalo dianya masih jadi pertanyaan sampai sekarang hehehe…

Trus yang binasa apanya? Emm.. yea soon or later you will find it out.

Happy Wedding Anniversary, Cinta!

Masih teringat tepat hari ini, 3 Februari, dua tahun yang lalu, saya resmi jadi Nyonya Fatchur. Meninggalkan semua kehidupan sebagai seorang lajang menjadi seorang istri yang alhamdulillah juga tak lama kemudian diberi kepercayaan untuk menjadi seorang ibu.

Dua tahun terlewat sudah dan keluarga kecil kami makin lengkap dengan hadirnya #beibizee yang menceriakan dan meramaikan hari-hari. What a beautiful gift!

beibizee, asheraziza

The greatest gift: Zizii

beibizee, asheraziza

Grow strong & healthy my girl!

beibizee, asheraziza

Adorable! Overload!

Tak ada perayaan, tak ada makan-makan di restoran, tak ada second honeymoon, ataupun berlibur bersama to celebrate this day. Kami hanya makan cake in a jar dan saya memberi Cinta sebuah hadiah scrapbook buatan sendiri.

cake in a jar, jar cake, scrapbook, wedding anniversary

Second wedding anniversary menu: Scrapbook and Cake in a Jar

scrapbook, wedding anniversary

The scrapbook. My very first scrapbook.

Foto-foto di scrapbook ini dicetak dari foto Instagram saya yang berhashtag #roadtosecondanniv. Sengaja bikin hashtag itu biar bertema hehehe.. Dan nyetaknya pake jasa Pictalogy (dulu Instalogy), nggak mengecewakan ;).

Salt&Cocoa, jar cake, cake in a jar

Salt&Cocoa Jar Cake by Lely Citra

Cake in a jar buatan mbak Lely ini enak banget! Saya pesen yang Chrunchy Nutty Chocolate sama Tiramisu. Baru kemakan satu sih, yang Nutty, dan sumpaaah enaaaaaak! Kacangnya gurih banget, browniesnya nendang, duh pokoke wenak deh :).

Thanks for all these years, thanks for being a part of my life. I love you Cinta & Zizii.. so much!

Note: by the way, ini video yang sedikit mendokumentasikan tentang proses pembuatan scrapbook-nya :D, monggo ditonton.

My Daily Make Up

Seperti yang sudah saya pernah bilang, saya tidak terlalu tertarik dengan make-up, apalagi mewarnai atau menggambar muka saya :|. Prinsip saya, semakin natural penampilan saya, semakin bagus.

Tapi semakin ke sininyaa.. saya jadi penasaran juga sama make-up make-up lucuk-lucuk yang sekarang lagi booming. Iya siii, level ketertarikan saya masih rendaaah banget. Ya paling enggak, saya mulai pengen pake lipstik sama eye shadow deh :D.

Ada sih beberapa eye shadow di pouch make-up, tapi dipakenya pas ke resepsi nikahan aja gituk. Kalo sehari-harinya polosan aja bedak sama lipbalm doang.

Jadi inilah daily make-up saya..

wardah day cream step 1

wardah day cream lightening step 1

BB Cream Garnier, krim ajaib

Bedak Caring Buluk

Pensil alis Caring

The lipbalm

protects and cares

Dan itulah, setelah pake Lightening Day Cream Step 1 Wardah saya pake Garnier BB Cream, krim yang ajaib menurut saya. Trus pake bedak Caring yang sudah buluk wadahnya ituuu, gambar alis pake pensil alis Caring coklat, dan ditutup sama Lip Balm Vanila Wardah. Done!

Jadinya begini deh..

Yah beginilah gaya sehari-hari saya kalo ngantor, nggak ada bedanya sama kalo jalan-jalan ke sana ke mari. Minim make up.

Jadi tolong dong, bisa rekomendasiin ke saya lipstik atau make-up dasar apa lagi yang harus saya pakai untuk mendapatkan sentuhan make-up tapi seolah tanpa make-up? Warna apa yang harus saya pilih terlebih dulu yaaa..

Aha! Bahkan #beibizee mau ikut nampang!

berangkat kerja yuuk

Oh iya, sekalian saya kasih tutorial turban yang biasa saya pakai. Sering bingit pake gaya ini soalnya guampang banget dan ga butuh jarum ataupun peniti.

tutorial turban half loose

green scarf: Kaffah | flowery brown scarf: Alzan Adara | Ciput ninja: Anggia

My Star[t]s feat Beibizee

Akhirnya jadi juga desain sepatu pertama saya. Berawal dari kecintaan saya akan warna merah dan detail stud alias paku-pakuan, saya iseng-iseng gambar flat shoes sambil membebaskan imajinasi. Lalu terbitlah ide bikin motif bintang pake stud, dan taraaa.. jadinya gini deh.

Saran dan masukan sangat diharapkan, soalnya ini memang the very first design. I know it is so far away from perfection, but still, I feel somewhat like bangga bisa mendesain sepatu sendiri hihihi..

Star[t]s by Nophindahoz

Sebenernya desain ini agak melenceng dari bayangan, tapi emang gambar desain saya ga terlalu jelas sih *fiuh, harus lebih banyak latihan gambar*. Seharusnya model awalnya bukan flat shoes, tapi loafer. Kalo loafer kan bagian depannya agak lebih luas tuh, jadi kalo diisi motif bintang pake stud gak bakal kepenuhan. Tapi turned out that saya malah gambar flat shoes, akhirnya jadinya gitu deh hahahaa.. gapapa lah, masih bagus juga (kata saya :P).

The studs

Saya pernah kapok beli flat shoes di OLshop. Bukan, bukan karena sepatunya jelek sih. Sepatunya bagus kok desainnya, murah lag